Dalam keadaan sedang bergerak dan melangkah,…
Malam mulai datang, bintang seakan mengikuti jejak malam tanpa pernah bosan, karena sebenarnya hakekat rutinitas adalah hakekat dimana aktivitas tak membuatnya bosan. Sama halnya dengan siang, selalu saja matahari menyalakan mesin dieselnya dengan kadar tertentu hingga titik batas, yang mungkin saja di sore diselingi dengan hujan tuk meneduhkan dunia.
Manusia, mereka selalu saja melakukan rutinitas, bahkan ada kalanya rutinitas manusia berada pada kondisi yang sangat baku, namun karena tuntutan atau bahkan bisa dikatakan batas pikirannya hanya sampai disitu, manusia lalu terbawa pada rutinitasnya dan selalu "konsisten". Maka tak heran beberapa bulan yang lalu, kita mendengar "seorang" penjaga rel kereta api di wilayah jakarta selama 25an tahun berhasil menjaga daerah "radius dekat" rel tanpa pernah ada kecelakaan. Lalu, tak heran pula ketika "pak jon" nasi goreng menekuni rutinitas statisnya selama 15 tahun ( pada tahun 2008 ), tanpa pernah ada "goncangan jiwa" yang meledak secara nyata ketika ia sedang menjajakan dagangannya, paling jika kita tanya sampai jam berapa jualannya, kadang jam.11 atau 11.30 malam, "yah namanya juga kita dagang, gak tentu".
Perlahan tapi pasti bumi yang memiliki konsistensi plus survival yang sangat kuat telah beribu-ribu tahunnya lamanya memfasilitasi manusia, bumi tak jemu, namun seiring berjalannya waktu, bumi pun akan tua. Sama halnya dengan orang tua kita, apa kalian "pikir" mereka adalah orang-orang yang "ingin" dikasihani, no..no..no, andai saja mereka masih sanggup hingga kau memiliki anak pun mereka ingin terus menanggungmu, tanpa pernah berpikir tuk pensiun sabagai orang tua.
Hidup..beginilah hidup sirkulasinya terlihat sangat statis, tetapi dibalik itu semua, terkadang muncul para "pembaharu", yang menggedor "pintu" zaman yang mulai rapuh, baik rapuh moral maupun rapuh "hati"-nya. Mereka para pembaharu muncul ketika mereka diperlukan, maka tak heran dari masa ke masa tak kan hilang "nama" para pembaharu. Sebut saja di zaman kontemporer ini, seorang Muhammad Yunus membuat mata "ekonomi" dunia terbelalak dengan grameen bank-nya yang memberikan pinjaman/modal kepada masyarakat miskin di bangladesh, lalu bagaimana seorang ahmadinejad merefleksikan keberanian menerobos tirani "pelemah moral", melanjutkan pendahulunya semacam mahathir dan fidel castro. Teman, mereka hanyalah orang-orang yang muncul ke permukaan, namun ada ribuan orang yang memiliki jiwa pembaharu ini di setiap belahan dunia, mereka memegang satu prinsip, bahwa menolong sesama dengan "keunikan" tindakan akan memberikan kebaikan walaupun itu sedikit.
Hidup, terkesan ketika kita seolah-olah melongok ke luar jendela mobil dan melihat lalu lalangnya kendaraan, kita sering menjustifikasi bahwa hidup ini "hanya" untuk kita sendiri, secara tidak sadar ketika kita sudah tenggelam pada rutinitas "dunia" tanpa memiliki jeda tuk keluar darinya, sungguh dunia akan terlihat sangat "individualis". Namun diluar itu, dunia menyuguhkan pemikiran, penemuan dan pergerakan. Pada edisi Reader’s Digest bulan agustus ini, dijelaskan bagaimana otak kita dapat menggantikan peran cell dan neuron yang telah rusak dan mengambil alih peran tersebut, baik itu untuk mengaktifkan neuron/cell yang menggerakkan kaki kita, dan kepentingan lainnya, seolah-olah otak ini mampu memperbaiki lukanya sendiri dengan beberapa syarat : Repeated exercises, mental and physical can change your brain and your life. haahhh dunia memang tak terlalu statis seperti yang dibayangkan..renungilah dunia dan dekatilah pencipta dunia, karena Ia menjanjikan "imbas" dunia yang jika kau bertindak sesuai dengan "pencipta" dunia, Ia akan menyuguhkan hidangan "surga" seluas langit, bumi dan seisinya.
Teman, ketika kau berada di zona yang melemahkan prinsipmu, tetaplah kau jaga "differensiasi prinsip" itu, terkadang itu sulit namun ketika kau telaah lebih jauh kesulitan itu akan membawamu kepada kebahagiaan yang hakiki.
Teman, renungilah kalam ilahi ini !
"Katakanlah, Adakah diantara sekutumu yang dapat memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali? Katakanlah, ALLAH memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya. Maka bagaimana kamu dipalingkan ( menyembah selain ALLAH )?"
"Katakanlah, Apakah diantara sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran?, katakanlah ALLAH yang membimbing kepada kebenaran. Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing ? maka mengapa kamu berbuat demikian ? bagaimanakah kamu mengambil keputusan ?
Surah Yunus : 34-35.
Wallahua’lam
K