Qolbu ExplosionAugust 16, 2008 1:18 pm

Ada jalan, dimana jalan itu sulit tuk dijangkau.

Ada jalan, dimana ketika kau sudah berada di jalan itu, kau rindu tuk berada didalamnya.

Ada jalan, dimana ketika kau sudah berada di jalan itu, kau takut tuk keluar dan tak kembali lagi.

Ada jalan, dimana ketika kau terjatuh darinya dan kau terbelenggu di jalan selainnya, kau kan sulit kembali ke jalan itu.

Ada jalan, dimana jalan itu penuh liku dan ujian, namun banyak manusia merindukannya meski di ujung batin sekalipun.

Ada jalan, dimana faktor utama kau terperosok dari jalan itu karena kau melihat untung rugi dunia.

Ada jalan, dimana jalan itu adalah shortcut untuk kau masuk ke jannah-Nya.

Jalan itu..hanya satu..rindukan dirimu berada di jalan itu, jangan sampai kau terjerembab di jalan selainnya.

"sesungguhnya Kau tau, bahwa hati ini telah berpadu berhimpun dalam naungan cintaMu."
"bertemu dalam ketaatan, bersatu dalam perjuangan…"

sanggupkah ku trus disini???

Wallahua’lam

K

Religi, Qolbu ExplosionAugust 11, 2008 2:35 pm

Dalam keadaan sedang bergerak dan melangkah,…

Malam mulai datang, bintang seakan mengikuti jejak malam tanpa pernah bosan, karena sebenarnya hakekat rutinitas adalah hakekat dimana aktivitas tak membuatnya bosan. Sama halnya dengan siang, selalu saja matahari menyalakan mesin dieselnya dengan kadar tertentu hingga titik batas, yang mungkin saja di sore diselingi dengan hujan tuk meneduhkan dunia.

Manusia, mereka selalu saja melakukan rutinitas, bahkan ada kalanya rutinitas manusia berada pada kondisi yang sangat baku, namun karena tuntutan atau bahkan bisa dikatakan batas pikirannya hanya sampai disitu, manusia lalu terbawa pada rutinitasnya dan selalu "konsisten". Maka tak heran beberapa bulan yang lalu, kita mendengar "seorang" penjaga rel kereta api di wilayah jakarta selama 25an tahun berhasil menjaga daerah "radius dekat" rel tanpa pernah ada kecelakaan. Lalu, tak heran pula ketika "pak jon" nasi goreng menekuni rutinitas statisnya selama 15 tahun ( pada tahun 2008 ), tanpa pernah ada "goncangan jiwa" yang meledak secara nyata ketika ia sedang menjajakan dagangannya, paling jika kita tanya sampai jam berapa jualannya, kadang jam.11 atau 11.30 malam, "yah namanya juga kita dagang, gak tentu".

Perlahan tapi pasti bumi yang memiliki konsistensi plus survival yang sangat kuat telah beribu-ribu tahunnya lamanya memfasilitasi manusia, bumi tak jemu, namun seiring berjalannya waktu, bumi pun akan tua. Sama halnya dengan orang tua kita, apa kalian "pikir" mereka adalah orang-orang yang "ingin" dikasihani, no..no..no, andai saja mereka masih sanggup hingga kau memiliki anak pun mereka ingin terus menanggungmu, tanpa pernah berpikir tuk pensiun sabagai orang tua. 

Hidup..beginilah hidup sirkulasinya terlihat sangat statis, tetapi dibalik itu semua, terkadang muncul para "pembaharu", yang menggedor "pintu" zaman yang mulai rapuh, baik rapuh moral maupun rapuh "hati"-nya. Mereka para pembaharu muncul ketika mereka diperlukan, maka tak heran dari masa ke masa tak kan hilang "nama" para pembaharu. Sebut saja di zaman kontemporer ini, seorang Muhammad Yunus membuat mata "ekonomi" dunia terbelalak dengan grameen bank-nya yang memberikan pinjaman/modal kepada masyarakat miskin di bangladesh, lalu bagaimana seorang ahmadinejad merefleksikan keberanian menerobos tirani "pelemah moral", melanjutkan pendahulunya semacam mahathir dan fidel castro. Teman, mereka hanyalah orang-orang yang muncul ke permukaan, namun ada ribuan orang yang memiliki jiwa pembaharu ini di setiap belahan dunia, mereka memegang satu prinsip, bahwa menolong sesama dengan "keunikan" tindakan akan memberikan kebaikan walaupun itu sedikit.

Hidup, terkesan ketika kita seolah-olah melongok ke luar jendela mobil dan melihat lalu lalangnya kendaraan, kita sering menjustifikasi bahwa hidup ini "hanya" untuk kita sendiri, secara tidak sadar ketika kita sudah tenggelam pada rutinitas "dunia" tanpa memiliki jeda tuk keluar darinya, sungguh dunia akan terlihat sangat "individualis". Namun diluar itu, dunia menyuguhkan pemikiran, penemuan dan pergerakan. Pada edisi Reader’s Digest bulan agustus ini, dijelaskan bagaimana otak kita dapat menggantikan peran cell dan neuron yang telah rusak dan mengambil alih peran tersebut, baik itu untuk mengaktifkan neuron/cell yang menggerakkan kaki kita, dan kepentingan lainnya, seolah-olah otak ini mampu memperbaiki lukanya sendiri dengan beberapa syarat : Repeated exercises, mental and physical can change your brain and your life. haahhh dunia memang tak terlalu statis seperti yang dibayangkan..renungilah dunia dan dekatilah pencipta dunia, karena Ia menjanjikan "imbas" dunia yang jika kau bertindak sesuai dengan "pencipta" dunia, Ia akan menyuguhkan hidangan "surga" seluas langit, bumi dan seisinya.

Teman, ketika kau berada di zona yang melemahkan prinsipmu, tetaplah kau jaga "differensiasi prinsip" itu, terkadang itu sulit namun ketika kau telaah lebih jauh kesulitan itu akan membawamu kepada kebahagiaan yang hakiki.

Teman, renungilah kalam ilahi ini ! 

"Katakanlah, Adakah diantara sekutumu yang dapat memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali? Katakanlah, ALLAH memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya. Maka bagaimana kamu dipalingkan ( menyembah selain ALLAH )?"

"Katakanlah, Apakah diantara sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran?, katakanlah ALLAH yang membimbing kepada kebenaran. Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing ? maka mengapa kamu berbuat demikian ? bagaimanakah kamu mengambil keputusan ?

Surah Yunus : 34-35. 

Wallahua’lam

IT Geek :::, Qolbu ExplosionAugust 4, 2008 2:15 pm

Pedagang soto/sop babat-daging-lidah-iga Budi kemuliaan : Pak, yang ada tinggal babat, daging,… ???

Abang warteg, depan gang kosan : Pake apa pak makannya, sayur ??? [ perasaan dulu manggil "mas" deh ]

Mbak-mbak jual asinan, bakpau di kantor : yang masih ada bakpau sama pastel pak, mau ?

Call center Garuda Indonesia : dengan bapak siapa saya bicara ? [ mmm, wajar ]

Tiap ke warung makan..pasti pak..pak. dan pak..

If I could insert the code in front of my head I’ll write the code , alert ("do not call me, ‘pak’ please!");

but if In a day, 3 times the people call me "pak", I’ll write this code, alert ("kenapa panggil pak, apa gak mbah kakung aja sekalian");

return true;

My Opinion Only, Qolbu ExplosionAugust 2, 2008 1:18 am

Di sebuah pasar tradisional di negeri antah barantah..

Pembeli : bang sekilo, mangganya berapa? 

Pedagang : kalo yang ibu pegang itu, sekilonya 8000, dijamin manisss..

Pembeli : mmm, 10.000 yah?

Pedagang : wah jangan bu, 8000 itu udah plus "komisi" saya dalam berdagang, jangan dinaikin lagi.

Permbeli : 9.500 deh?

Pedagang : kagak bu, ntar hitungannya ngambil untung terlalu besar, bisa berabe di akhirat ntar..

Pembeli + Pedagang : hahahaha….[ sembari si ibu memberikan uang Rp.8000 ]

Prosperity conversation, mungkinkah terjadi ??? 

Qolbu ExplosionJuly 24, 2008 11:31 pm

Kemarin sore, tak seperti biasanya seorang pemuda pulang dari tempat kerjanya dengan menunggu kumandang azan bersahut-sahutan di belahan wilayah Indonesia, Jakarta. Sembari menunggu ia melongok dari ruangan kerjanya di lantai 7, dimana jika melihat ke arah 180 derajat, ia akan menemui kokohnya bangunan salah satu mal terbesar di Jakarta.

Dari lantai 7 itu terlihat bagaimana macetnya jalan dan bagaimana beberapa gedung secara tidak terstruktur ingin menunjukkan bahwa merekalah yang paling tinggi. Namun ada hal yang sangat menarik ketika itu, tepat di sebelah kiri, matahari mulai memerah, dan sangat merah, dan secara perlahan ia mundur dan menghilang digantikan oleh teman sejatinya bernama bulan.

Di sela-sela pergantian tugas itulah pemuda itu mendengar percakapan "mamat dan bulan" :

mat ( red. nama kecil matahari ), udah jam 18.46 nih, sepertinya lo udah bisa siap-siap istirahat..

eh bulan, udah dateng toh, iya..iya bentar lagi aku pergi.

ngomong-ngomong, gimana keadaan manusia hari ini?

seperti biasa bulan, mereka sibuk dengan kegiatannya sendiri, pergi pagi di kala kau masih menunjukkan sisa-sisa kesejukan, lalu dilanjutkan oleh giliranku tuk memberikan penerangan dan kehangatan di siang hari. Setelah itu mereka pulang di kala ku hampir padam dan kau datang lagi. Sepertinya mereka jarang sekali menyadari, bahwa kita selalu ada menemani mereka tiap hari.

iya juga ya mat, jika ada yang sering memandang dan berpikir tentang kita mungkin saja hanya sekian 0,0000 persen dari seluruh penduduk dunia (seperti pemuda di lantai 7 itu tuh…), dan sebenarnya aku sangat bangga loh, dulu "seorang nabi ALLAH", Ibrahim AS sempat memikirkan kita terlalu jauh, hingga ia menemukan siapa Tuhannya yang sebenarnya.

oiya, bener juga ya..eh ngomong-ngomong, udah ribuan tahun kita terus berganti tugas di pagi dan malam hari, kamu gak bosan bulan ?

mmm, mat yang harus kita pahami, ini adalah tugas besar yang ALLAH kasih ke kita, dan tugas ini diberikan kepada kita karena kita bisa menjaga keteguhan kita untuk melaksanakan apa yang ditugaskan kepada kita. Jadi tugas ini kuanggap sebagai tugas yang hakiki , yang tak boleh kita lewati walaupun sehari saja mat.

iya juga ya..memang ini tugas berat, namun tugas ini menyenangkan ya, dan aku juga sangat senang beberapa tahun belakangan banyak manusia yang meneliti tentang kita, dan mereka juga udah mampir ke bulan kan?

iya mat, aku juga seneng mereka mulai berpikir lebih jauh tentang penciptaan alam semesta, mudah2an aja ini sebagai sarana "dakwah" kita juga ya, untuk meluruskan manusia ke jalur "dinullah" yang sebenarnya..eh ngomong-ngomong udah ada manusia yang berani mengunjungi mamat belum???

hahahaha..ini aja aku udah jauh banget dari bumi, kalo mereka lebih dekat atau aku yang mendekat ke bumi, bisa gawat..panas..panas..

hehehe..bener juga memang ALLAH sudah mengkalkulasikan jarak, rotasi dan sebagainya dengan sangat tepat ya mat?

iya, alhamdulillah..eh udah mau azan maghrib nih, selamat bertugas menyelimuti manusia di malam hari ya!

ok mat..see you tomorrow

perlahan tapi pasti, matahari terbenam..yang berbekas hanya sinar merah sebelum malam mulai gelap dan bulan menentukan kadar sinarnya malam ini..

wallahua’lam 

K

Religi, My Opinion Only, Qolbu ExplosionJuly 17, 2008 1:54 pm

Teori ini sebenarnya belum saya rasakan, tetapi saya sedang menunggu teori ini menjadi "sesuatu" yang diharapkan.

Derivasi amal ini adalah hasil atau imbas dari amal yang sudah kita lakukan sebelumnya. Jadi disebut "derivasi", karena dari amal-amal yang telah kita lakukan akan menghasilkan turunan-turunan amal itu sendiri, dimana turunan ini bisa berupa jalan hidup yang diatur oleh ALLAH sebagaimana mestinya dan diridhaiNYA.

Secara gamblang bisa dikatakan, ketika kita melakukan suatu amalan, sang khalik telah menyiapkan sesuatu, satu saat nanti, sebagai imbas amal tadi.

fiuhhh berat memang mengatakan satu teori yang belum terlihat, namun dari beberapa amalan yang telah kulakukan, mudah2an 2 imbas pokok yang kuharapkan, bisa menjadi kenyataan suatu saat nanti..amin.. emoticon

anybody could share about derivation of your positive action??? 

IT Geek :::, My Opinion Only, Guruku, Qolbu ExplosionJuly 15, 2008 1:13 pm

Temans, apa kau pikir mengajar itu mudah?

Mengajar sama sekali tak mudah, karena membutuhkan kesabaran dan kontrol diri sebagai pengajar

Orang yang tak terbiasa mengajar, ketika ia ditanya sesuatu pada momen yang tidak pas, ia tidak akan bisa menguasai dirinya

Namun berbeda dengan seorang pengajar, kapan pun dan dimana pun kau tanya ia kan menjawab, walaupun ia harus mengatur nafasnya jika sedang tidak berada pada moodnya tuk mengajar..

Mengajar sama sekali tak mudah, jika kau ingin merasakannya, kau harus pernah menjadi seorang murid yang "belum tau apa-apa", lalu ketika sudah pintar kau mengajar orang lain, baru kau akan merasakannya sendiri…

Oleh karenanya jangan kau anggap para guru-guru mu di sekolah(dulu) atau para intrukturmu sebagai orang-orang yang tersudutkan dan biasa-biasa saja..

My Opinion Only, Qolbu ExplosionJuly 13, 2008 3:50 pm

Temans, jangan terlalu cepat mengatakan tidak untuk "membantu", jika kau mampu membantu..

Karena jika kau bayangkan, seandainya kau menjadi "orang" yang harus dibantu, maka meminta bantuan itu merupakan satu keputusan berat, ketika diri tak mampu berbuat dan menyelesaikannya sendiri, hingga kau dipercayakan untuk membantunya..

Jadi, jangan terlalu cepat mengatakan TIDAK, karena TIDAK yang seharusnya IYA, akan berat adanya di kehidupan selanjutnya..

My Opinion Only, Classical Moment, Qolbu Explosion 3:40 pm

waktu pasti bergerak, namun hasil pergerakan kita sendiri, tentunya kita yang menentukan. Apakah hari ini akan bergerak ke arah kanan, kiri atau "keep" statis aja!, itulah pilihan.
Lalu ketika telah bergerak seiring berjalannya waktu, kita dituntut untuk memilih lagi, dimana pilihan-pilihan itu semakin lama semakin mendetail, baik dari "how to adapt, how to interact, how to open the conversation, how to manage something, dan how to - how to lainnya".
Yang celakanya, ketika kita tidak menyadari bergeraknya waktu telah merubah sikap terlalu jauh dari yang kita impikan dulu, mungkin itu yang menyiksa  batin kita. Karena batin sebenarnya sedang menunggu mindset kita untuk mempolakan diri kita menuju mimpi yang telah kita pupuk dahulu.
ketidaksadaran, unconsious moment, ya itulah yang sangat berbahaya, kita terlanjur mengikuti arah waktu, tren, lingkungan dan pergaulan, tanpa pernah memfiltrasinya apakah ini menuju kebaikan atau keburukan. Maka tak heran, jika ada manusia yang berubah drastis perilakunya ketika berada di satu zone yang baru saja ia datangi, lalu tanpa sadar, flow kehidupan telah membawanya ke satu titik unreachable tuk mengembalikan "mindset" yang ia cita-citakan dahulu.

waktu memang berwajah 2, kadang ia mengerikan namun terkadang ia sangat menggembirakan. Jika kita bersahabat dengan waktu dan sering berinteraksi dengannya, waktu kan senantiasa mengingatkan kita…

maksud hati bertanya, "mbak bisa gak jadi jaenab lagi?", seorang pejalan kaki bertanya kepada maudi koesnaidy dengan wajah penuh harap, agar watak jaenab bisa menjadi "watak wanita" pada umumnya di Indonesia dengan keluguan layaknya bunga desa…

fiuhhhh…


K

Qolbu Explosion, senda gurauJuly 3, 2008 1:23 pm

[ Di ruang kerja… ]

al-khawa berlari-lari kecil menghampiri al-khazin di meja kerjanya, sedikit tersengal.. 

khazin, sudah aku tetapkan, setahun lagi..tinggal setahun lagi..

setahun lagi?? [ khazin berpikir sambil menggaruk kepalanya sendiri ], ooo, syukurlah akhirnya kau..

ya, aku sudah bertekad untuk mengakhirinya al-khazin, apa kau bersedia menemaniku jika sudah tiba saatnya?

Tentu, aku akan menemanimu..

3 Blok dari sekat meja kerja al-khazin, seorang pegawai perempuan dengan jilbab ihram dan aurat terjaga, tersenyum malu-malu sendiri dan salah tingkah berujar dalam hatinya, akhirnya..akhirnya al-khawa..

al-khazin lalu bertanya kepada al-khawa ..

jadi kapan tepatnya hari penting itu??

kau tunggu saja, nanti aku kabari..

oke, insyaALLAH aku menjadi salah satu saksi / wali di hari itu [ al-khazin melirik wanita, rekan kerjanya itu, yang masih terlihat malu-malu sendiri ]

hah??, maksudmu apa khazin??

$%$#%[bingung], kau ingin menikah kan setahun lagi???

hehe..100X [ tertawa lepas sambil mengambil sesuatu dari saku kanannya ], HP-ku ini tahun depan sudah berusia 5 tahun, jadi harus diganti, tadi aku baru mendapatkan tipe handphone yang sesuai keinginanku, dan di roxy mas stoknya sudah tersedia mulai awal januari tahun depan, jadi kuharap kau bisa menemaniku kesana..

hah???$%$#%$#% [ sambil melirik lagi ke arah wanita itu…, terlihat wajah sang wanita tertunduk lagi seperti biasa, namun wajahnya terlihat memerah dan masam .. ]

akibat dari kesalahpahaman…:d

ambil hikmahnya ya!!!