My Opinion OnlyJuly 8, 2009 2:59 am

Mudah2an 1 putaran aja ya..

senda gurauJuly 3, 2009 11:57 am

Di sebuah ruang konsultan IT, maklum lagi on site, jadi dapat ruangan yang bergandengan dengan customer/client. Terlibat percakapan "beraroma aneh", berapa hari-kah kaos kaki anda valid??, hahhh valid, user aplikasi kali validdd???….kagaaakkkk beneran deh, kaos kaki lo berapa hari valid-nya?

Berikut parameter validitas kaos kaki anda :
1. Menimbulkan gangguan pernapasan rekan sekantor.
2. Menimbulkan bau-bau tak sedap yang sangat tajam lagi harum.
3. Kelebihan harum menimbulkan mimik yang mencium keharuman tersebut menjadi kehilangan stabilitas otak.
4. User yang menggunakan kaos kaki mulai merasa tidak nyaman.
5. Jika anda ingin mencoba menimbulkan keharuman kaos kaki anda, diamkan ia di dalam sepatu anda selama 5 hari kerja!

Selamat memeriksa dan mencoba…

K [refreshing only!!! :d]

My Opinion Only, Classical Moment, senda gurauJune 21, 2009 1:34 pm

Hari itu sekira sabtu atau minggu pagi, aku lagi berada di 2nd palace di ujung timur jakarta, Cibubur. Pagi-pagi di suasana yang masih alami dan indah di ujung jakarta perbatasan itu, terkadang ku bergegas dengan sepeda merahku menelusuri perkampungan disana. Pagi itu, aku mencoba melewati jalan-jalan unidentify sebelumnya, jadi terpaksa ku bertanya di beberapa spot kepada masyrakat disana tentang jalur-jalur yang dilewati. Mereka, masyarakat desa sangat santun dan menyapa para bikers yang lewat. Tibalah aku di satu jalur tanah merah, basah dan becek pula. Sembari melewati pemukiman dan beberapa anak SD yang sedikit kesulitan berbahasa indonesia, memanggil2 aku dari belakang, uh sayang kenapa ku tak sadar tuk sekedar meng-capture diriku bersama mereka.

Sekeluarnya dari jalur becek, tembus ke satu perkampungan lainnya. Pada pos awal desa jalur cukup bersahabat, namun tujuanku adalah jembatan penyebrangan yang bisa tembus ke komplek AL (angkatan laut). Lalu mulailah aku menelusuri ilalang, kebun singkong dan pemukiman "jarang" di dalam desa. Eng..ing..eng, kumelewati satu kuburan umum dengan ilalang tak terlalu teratur dan ups itu dia!!!, ada jembatan. Namun aku berbisik, ini jembatan kok agak prematur, susunan bambu yang tidak teratur dan sepertinya hanya bisa dilewati pejalan kaki. Namun dengan gaya "sok" biker, sepertinya memang ini jembatan yang dituju. Usaha pertama; memposisikan sepeda di depan, lalu menyeberang perlahan…licin, nyangkut lagi, GAGAL. Usaha kedua, mendorong sepeda melalui sadel tanpa memegang stang, ini lebih parah, nyangkut, ban sepeda hampir ter-locked di antara bambu-bambu yang tidak teratur, menegangkan…karena tanah merah tadi membuat roda dan sendal licin, keringat berubah menjadi dingin, tak satu orang pun manusia, apalagi di belakang ada kuburan…duh..duh gawat nih klo sepeda kecebur ke kali di bawah jembatan sekira 4 meter, bisa kacau nih…lalu kucoba tenang..tenang..dan tenang, mulai mencoba menormalkan posisi roda, lalu mundur DAN TIDAK JADI MENYEBRANG MELALUI JEMBATAN PREMATUR itu!!!!..wakakakakkkk…tertawa sendiri, sekaligus bersyukur, fiuhhh hampir sajjjaaaa…

Ternyata usut punya usut, selepas masuk komplek perumahan, ngobrol sejenak dengan security kompek, ternyata eh ternyata, jembatan itu adalah jembatan yang benar-benar prematur dan aku salah menemukan jembatan. Karena pak rahman (security officer komplek) mendeskripsikan jembatan itu besar dan malah bisa dilewati motor dengan mudah…senyapp….hampir saja…

oiya selepas track becek, cuci sepeda dulu…:d (Rp.6000/bicylce)

 

[unforgottable exp few months ago]

K

My Opinion OnlyMay 27, 2009 8:48 pm

Cukup sudah mimpi dan euforia MU musim ini, mereka (menurut saya) telah dikalahkan oleh tim "catalunya" yang pada diri pemainnya memiliki filosofi yang sama, menyerang ; kapanpun dan situasi apapun. Bagaimana puyol sebagai wing back naik turun dan connector sekaliber xavi hernandez yang mengingatkan kita dengan pirlo pada masa jaya di milan. Ditambah dengan iniesta yang sekali-lagi bisa mengejutkan lini pertahanan MU, ketika konsentrasi berada pada messi.

Sekali lagi filosofi menyerang dan fenomena pep guardiola musim ini praktis membuat barca tim catalunya "mengatur" ritme final dengan sangat fenomenal.

2-0 (eto’o - Messi) cukup..bravo barca..

K

[pukul 03.50 AM]

My Opinion Only, Qolbu ExplosionMay 20, 2009 4:09 pm

Dalam area politik atau sosial-kah itu, kita sering menyodorkan wacana klasik dalam keseharian kita. Seorang ayah ketika anak sulungnya merengek tuk dibelikan sandal baru bercorak "anime naruto", bisa saja melancarkan satu opsi pencegahan, ya nak besok kita beli, nanti ayah beli yang paliiiiinggg bagus, ok…si anak mengusap perlahan dan berkata pada ayahnya, janji ya yah??. Janji bisa saja tinggal janji jika tipikal ayah si anak ini adalah tipikal sang pewacana, bisa saja ketika si anak mengingatkan hal ini keesokan harinya, si ayah dengan cepat men-divert arah percakapan ke tempat yang lain, hingga sang anak terlena. Sederhana???, ya sederhana sekali…

Pernahkah terpikir, mungkin saja akhlak-akhlak manusia tertentu yang pada pesta akbar demokrasi (kata mereka) menebar janji, wacana ekonomi, nasionalis, peduli rakyat kecil "SEBAGIAN BESARNYA" adalah wacana klasik yang tak pernah terlaksana ketika ia berada di atas, ya kemenangan materialism, sebuah puncak kemakmuran yang berimbas kepala terasa berat tuk melihat sejenak saja keadaan masyarakat yang mem-votenya.Sama halnya dengan sang ayah yang secara tidak sengaja menanamkan satu model pemikiran pada anaknya, semuanya bisa dinegosiasikan, janji kemarin bisa dialihkan dengan mudah keesokan harinya. Sehingga modelling akhlak serta merta bertanggung jawab akan sikap setiap insan ketika ia tumbuh dewasa, dan kolaborasi ciamik antara nafsu dan syaithan sehingga kontrol diri begitu sulit tuk dihidupkan lagi. Bagaimana syaithan menyatukan laki dan wanita bukan muhrim dalam satu ikata non-formal pra pernikahan, seolah-olah sang syaithan hanya memulai saja pergolakan itu lalu si nafsu dalam diri melanjutkan kerja syaithan hingga kolaborasi ini akan kukuh hingga akhir zaman, jadi jangan heran di setiap lingkungan ada saja tokoh protagonis dan antagonis, itu lumrah.

Ups melenceng sedikit, baiklah…hmm pada akhirnya wacana-wacana klasik yang digagas oleh personal maupun organisasi formal dalam wujud kampanye, dialog dan apapun namanya pada akhirnya kita kan bisa melihat siapa yang senantiasa eksis menyentuh akar rumput masyarakat dengan segala kompleksitas masalahnya, ada yang kesulitan ekonomi, manajemen akhlak keluarga hingga kebimbingan akan arah satu kehidupan yang lumrah hingga 63 tahun ini…temans , jangan sampai kita terkungkung di satu wacana klasik yang diwacanakan oleh orang yang hanya bisa berbicara namun miskin sisi aplikatif, begitu pula ketika kita sedang menyusun mimpi personal kita, jangan hanya mimpi teman..susunlah!!!, hinggal dia tidak lagi menjadi wacana klasik yang akut dan menular hingga anak cucu..

Wallahua’lam

Sebuah tulisan menjelang dini hari 23.10 WIB

K

My Opinion Only, Qolbu ExplosionMay 7, 2009 9:36 am

Tertanggal 2 Mei, kembali ke satu tanah berisi kegaduhan, kompleksitas manusianya lalu apalagi kalau bukan penat. Perjalanan dinas yang dienkapsulasi dengan "siasat cuti" berakhir manis, kenapa?, karena ini adalah sebuah perjalanan..this is K Journey, or if I could say, go back..

Di sepanjang jalan dari banda aceh menuju aceh utara(lhokseumawe) terhampar luas sawah nan hijau, bangunan kokoh "rumoh panggong" (rumah khas aceh) dan pastinya disertai dayah-dayah (tempat pengajian) yang lawas namun kokoh karena terus disinggahi anak-anak kampung dari berbagai generasi, ya generasi penerus aceh. Di sela-sela perjalanan menggunakan mobil rental (avanza) itulah kumelihat secercah prototype dalam liuk-liukan jalur gunung seulawah sebuah mimpi sekunder yang kubutuhkan, namun kusadari ku tak bisa menyusun ini seorang diri, karena kuposisikan mimpi ini sebagai mimpi sekunderku. Dalam pembentukan konsepsi ajaran pokok di mayoritas kampung-kampung di aceh, meunasah (musholla) sudah barang tentu akan berpasangan dengan dayah (tempat mengaji). Hal ini sudah menjadi satu common pattern dalam pembentukan sebuah desa, yang tentu mengalir di seluruh desa di sepanjang perjalananku dari Banda Aceh hingga Aceh tamiang yang berbatasan dengan sumatra.

Pikiranku mulai berputar ke arah sebuah mimpi itu meski mata berkunang2 mengikuti liukan jalur gunung seulawah, tapi tak apa perlahan tapi pasti seulawah kami taklukkan. Ku berpikir begini, aceh sudah memiliki satu pattern yang baku akan sebuah konsep keilmuan islam berbentuk dayah, namun harus disadari terkadang pastinya ada saja produk anak desa yang berlainan ke arah yang tidak terkontrol oleh dayah. Dalam konteks hasil sumber daya yang dihasilkan oleh dayah sekarang ini adalah membentuk sumber daya dengan kefasihan membaca al-quran, tajwid dan iramanya. Hijau sawah nan luas yang dimulai dari indrapuri hingga samalanga dan terus berlanjut, kuberpikir apakah kinerja dayah bisa dimaksimalkan dengan adaptasi peradaban dan keilmuwan islam yang telah menyentuh ranah kontemporer (modern) ??, ya inilah satu pekerjaan dayah yang seharusnya dilakukan pada masa sekarang ini. Inilah general point mimpi sekunderku itu teman, modernisasi dayah untuk mengikuti kontemporernya dienul islam yang indah ini. Penyesuaian dayah menurutku bisa dimulai dengan konsepsi yang sangat fundamental, dimana mereka belajar akan sirah, fiqh , perbandingan dan tentunya komparasi akan peradaban, dari megahnya islam hingga rubuhnya dinasti ottoman di turki. Nah untuk mewujudkan ini, filtrasi anak-anak muda yang berwawasan dan keteguhannya dalam berislam harus dikondisikan dalam waktu tertentu hingga ketika ia kembali ke kampungnya ia bisa menjadi satu role model akan tercapainya satu prototype peradaban islam yang dimulai dari dayah-dayah di tiap desa.

hmm, sekali lagi ku tak bisa berpikir akan hal ini, butuh organizer dan butuh pemikiran sekuensial akan analisa dampak dan akibat..namun ini akan terus menjadi mimpi sekunderku, dan semoga mimpi para "pemimpin" di negeri ini…

Perlahan namun pasti, kami sampai di matang glumpang dua, dengan referensi dari ayahku agar makan siang disana sebelum melewati batee liek, dll dan pastinya menu di matang tidak boleh tidak, HARUS sate matang..hehe, nikmatt dan kenyang. Berlanjut terus hingga kusampai di lhokseumawe untuk menjalankan beberapa tugas lalu 2 hari setelahnya ku mulai second step of journey menuju medan untuk take off melalui polonia, Medan. Sepanjang perjalanan kami (bersama driver asli cunda, lhokseumawe) melewati area demi area yang dulunya notabene basis GAM (Gerakan Aceh Merdeka) semacam idi rayeuk, keude geurubak hingga menembus kota langsa. Sebelum melewati kuala simpang ku teringat akan satu flash back 15an tahun lalu, akan sebuah ziarah makam buyutku di tualang cut, dan akhirnya alhamdulillah ziarah kubur pun terlaksana tuk kedua kalinya ke jeurat (kuburan) buyutku yang bertempat di pekarangan mesjid tuha tualang cut, lalu kusempatkan sejenak dhuha disana. Rabb satu pintaku selamatkan keluarga kami dari siksaMu di yaumul hisab kelak, jauhkan kami dari kemurkaanMu namun dekatkan kami dengan sayangMu…

sebuah perjalanan, tak mungkin kuceritakan semua, namun pada perjalan lintas sumatera ini pikiranku lepas menikmati akan suguhan alam yang tak mungkin ada di kota besar…sebuah suguhan mimpi pembangunan moral bukan fisik..

Wallahua’lam

K

My Opinion OnlyApril 26, 2009 2:44 pm

Akhir pekan mulai "on fire" setelah dhuhur. Kenduri "tung dara baro" di desa lampuuk arah cot keueng, nostalgia bersama "sie kameng"/gulai daging kambing khas aceh, plus sayur nanas khas kenduri. Dengan pertimbangan berpikir kedepan, kuantitas nasi sengaja dikurangi. Lanjut ke kenduri "tung dara baro", arah fatahillah dan…again..and again, sie kameng, ups tapi ada yang aneh, dagingnya udah gak ada…hehehe..tak apa nangka dalam panci, sikaattt..secara udah diundang, tunjukkan loyalitas menghormati yang punya rumah, dengan makan lagi.

Lanjut di sore hari, 1 mobil rombongan "gampong", memenuhi undangan maulid desa "lam kaweh", secara tamu gitu, udah dipancang dengan rapih, "DESA LIMPOK". Ibarat balap sepeda, bagi anda yang sulit makan cepat, harap jangan ikut, krn 15-18 menit para warga sudah selesai makan dan "peusoh" hidangan ke plastik tuk dibawa pulang..ini masalah timer anak muda..

ups, sie kameng lagi, telur asin, rendang,…[tidak bisa disebutkan semua, mengingat nanti malah kepingin, apalagi awak "nanggroe" yang lagi merantau] :d

Ok, sistem perut sedikit terguncang..but that’s ok

next assignment will start on tuesday, so hopefully this rest time is going well.

goresan blogging selama di kampung, oiya masakan tiram "mak lon", leupah mangat..

K

My Opinion OnlyApril 24, 2009 10:54 am

InsyaALLAH selamat sampai tujuan..nanggroe atjeh-ku…

namun seperti kata ridho rhoma, "kedatanganmu kutunggu"..laptopku..

lama kali lah dia diserviss…doakan selamat sampai tujuan ya Banda Aceh - Lhokseumawe, pulang

melalui Medan (insyaALLAH) 

 

My Opinion OnlyApril 17, 2009 1:27 am

My sophisticated laptop still on the labs, it couldn’t move even start itself. And the impact is I can’t write routinely at this time.

hiks.. 

My Opinion Only, Qolbu ExplosionApril 5, 2009 10:43 am

Dulu waktu masih kecil, ku pernah bertanya pada ayahku..

kira-kira begini, pa kalau seandainya hari ini gak ada berita, terus apa yang mau diberitain?, sambil melihat acara berita sore di RCTI.

Dulu pun ku pernah berpikir bahwa dalam waktu yang sama di belahan bumi entah dimana ada yang persisss memiliki kegiatan, masalah dan PR dari bu guru serta duduk di bangku yang sama sedang menonton acara yang sama pula.

agak konyol memang, kapan "pulak" gak ada berita, orang di pinggir jalan sedang nongkrong dan dengan apiknya menghisap sebatang rokok "comodore" era awal 90an saja mungkin bisa jadi berita hari ini. Dan "secara" apa "pulak" lagi, ada orang yang persis sama di belahan bumi mana ada duplikasi diriku yang menimpa masalah yang sama..hahaha..aneh memang..,,

Seiring berjalannya waktu, usia dan jangkauan area, khazanah semakin terbuka dan secara perlahan mungkin segala hal yang sederhana itu terjawab. Namun tak ada yang menjamin ketika tahun demi tahun berlalu, kita akan masuk lagi ke dalam pertanyaan-pertanyaan konyol yang mungkin kan terjawab di tahun-tahun berikutnya. Terkadang pertanyaan itu takkan muncul ke permukaan karena dia melekat di dalam "self core system" kita, menjadi satu anggapan pribadi yang tak perlu ditanyakan ke orang lain apalagi dijawab. Begitu pula halnya anggapan dan justifikasi kita terhadap diri kita sendiri, terkadang kita mendahului kemampuan kita untuk tidak berbuat dan menjadi ahli hipnotis kepada diri sendiri bahwa kita tidak bisa melakukan apa yang kita inginkan, alias mendiskreditkan diri sendiri.

Nah pendiskreditan kita kepada diri sendiri inilah yang menjadi PR besar bangsa dan masyarakat, kita berada di satu lingkup yang mengerikan. Caranya hanya ada satu, mengetahui kelebihan diri dan kelemahan diri lalu mengelolanya, hingga menjadi satu kekuatan bukan melemahkan diri. Yang berhasil sekarang adalah yang yakin, yang takluk adalah ia yang tak pernah bisa mengelola diri, bahkan untuk keluar dari "Zona nyamannya"/Comfort Zone selama ini pun terkadang menyulitkan..

Coba dulu..K!

Wallahua’lam

K