IT Geek :::, My Opinion Only, Guruku, Qolbu ExplosionJuly 15, 2008 1:13 pm

Temans, apa kau pikir mengajar itu mudah?

Mengajar sama sekali tak mudah, karena membutuhkan kesabaran dan kontrol diri sebagai pengajar

Orang yang tak terbiasa mengajar, ketika ia ditanya sesuatu pada momen yang tidak pas, ia tidak akan bisa menguasai dirinya

Namun berbeda dengan seorang pengajar, kapan pun dan dimana pun kau tanya ia kan menjawab, walaupun ia harus mengatur nafasnya jika sedang tidak berada pada moodnya tuk mengajar..

Mengajar sama sekali tak mudah, jika kau ingin merasakannya, kau harus pernah menjadi seorang murid yang "belum tau apa-apa", lalu ketika sudah pintar kau mengajar orang lain, baru kau akan merasakannya sendiri…

Oleh karenanya jangan kau anggap para guru-guru mu di sekolah(dulu) atau para intrukturmu sebagai orang-orang yang tersudutkan dan biasa-biasa saja..

Religi, My Opinion Only, Guruku, Classical MomentJune 12, 2008 3:19 pm

"Sudah 5 tahun, ketika derap langkahku yang cepat dan tak melihat itu…terusik oleh sapaannya..,influencer sejati"

Gundah gulana di sore hari, tak terik, tapi bulan sudah menampakkan kedigdayaan tuk menyingkirkan matahari di hari itu. Sepulang dari kampus, ku masih bimbang, apa itu IT, teknik informatika, komputer, bahasa pemrograman, apa sihhh?. Aku masih gundah, dulu aku hanya memegang laptop ayah dengan memencetkan tombol huruf satu per satu dan bermain WordArt di Microsoft Word lalu mencetaknya dan hatiku sudah gembira karena ku baru saja memegang komputer, itu saja.

Sore itu, ketika para muda-mudi berlabel maba alias mahasiswa baru mencari sosok sejatinya dan fixed pattern-nya dalam dunia "pemikiran", kampus..ku bertemu dengannya, sang influencer sejati. Sosok gempal dan ada aura yang aneh serta mencurigakan pada gerak-geriknya. Sekilas kulihat lagi, siapa yang memanggilku dari belakang, sekali lagi kulihat dan tak pernah kumelihatnya barang sekali pun di kampus. Jidatnya ada 2 cap hitam, tanda ia memang memiliki satu "unique character" yang jarang dimiliki orang. Lalu kutumpahkan gundah sederhana ini padanya, saya gak ngerti komputer, gimana ya, ntar belajar apa ya di jurusan teknik informatika itu?. Kuyakin logat kental ujung sumatra itu masih berkeliaran di lidahku dan mungkin saja agak sedikit kaku, maklum anak jakarta bermain kata-kata "gue, lo , dong, dang ding dong..apa aja dah, kagak" , tapi kuawali perjalanan di jakarta dengan "saya" dan menginstruksikan abang angkot tuk berhenti dengan "kiri mas"…aneh memang…emang tukang bakso dipanggil mas.

Sang influencer ini mencoba mendengar dan menggunakan gesture khasnya dalam menjawab pertanyaanku, ia bilang : gak apa-apa kok, nanti juga dipelajari di kampus, bahasa pemrograman dan lain-lain, jadi gak perlu bingung. Fiuhhh…sedikit terobati gundah gulana itu, ternyata Teknik Informatika tak merusak mimpiku, bahkan alhamdulillah setahap demi setahap mulai permainan jari ini sudah bermain di beberapa web editor, messenger, de el el alias gak bingung lagiii.

Sang influencer , kusebut ia begitu, bagaimana tidak setelah perjumpaan sesaat itu, "batang hidungnya" ternyata cukup dikenal di kampus, sebagai eks. ketua dan menjabat 2 periode dan cukup disegani di kalangannya. Dan sekali proses membawa aku dan timku secara periodik mendapat bimbingan darinya melalui salah satu program tersohor kampus, Program Kakak Asuh. Disinilah gaya seorang influencer itu semakin kukenal, bagaimana ia menyampaikan satu hal, bagaimana ia mendengar dan menelaah masalah yang kami kemukakan dan bagaimana ia memberikan step-step solusi dengan gesture yang khas itu. Sehingga perjalanan kami sebagai tim, terbentuk dalam rasa kekompakan dan kesolidan yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan tim "program kakak asuh lainnya", ini semua tak lepas dari "approaching strategy" yang dilaksanakan olehnya sebagai kakak mentor dan kuncinya adalah menjadi seorang "influencer", dimana dalam kehati-hatian dan melepaskan kata demi kata, ia berhasil mempengaruhi kami sebagai tim, dan pengaruh itu adalah mempengaruhi kami ke jalan yang lebih baik, lebih taat serta lebih meningkatkan rasa persaudaraan antar sesama.

Aku sangat yakin, untuk menjadi seseorang sepertinya dibutuhkan perjalanan dan memaknai hidup yang lebih dibandingkan orang-orang lainnya, kumelihat ia memiliki tingkat kepekaan dan kepedulian terhadap sesama yang tinggi dan loyalitasnya dalam kebenaran telah membawanya kepada tingkat, bagaimana mengetahui dan merasakan kondisi orang yang ditemuinya. Dan tak ayal, dengan skill "mempengaruhi" ini, juga merupakan teknik ampuh dalam bersahabat dan berada dalam kondisi apapun.

Mudah2an sang influencer ini tetap teguh dalam keloyalitasnya dalam taat, 

Selamat Milad, saudaraku..guru informalku..sang influencer sejati tak kenal medan dan wilayah, ia trus bergerak..

Religi, Guruku, Qolbu ExplosionMay 21, 2008 2:55 pm

Udah selesai kan PR-nya?

sip, ok..sudah yah..

Bener nih gak ada lagi?

mmm, aku telpon zahrawi dulu ya yah..make it sure aja..

ok anakku..

[ Percakapan di telpon dimulai ] 

Anak : Assalamualaikum, rawi-nya ada? [ nickname zahrawi ]

Rawi : waalaikumsalam, ini aku.

Anak : rawi, PR hari ini cuma bahasa inggris aja kan?

Rawi : yup, tapi kan kita harus baca kisah peradaban islam, kamu lupa ya?

Anak : oiya ya…yang pak yusuf [guru agama] kasih kemarin ya ?

Rawi : nah itu tau..eh daripada kamu baca lagi, aku ceritain by phone aja ya, resume peradaban.

Anak : boleh..boleh..

Rawi : Pada abad 900an Masehi, hiduplah salah satu ahli bedah, sekaligus ilmuwan islam yang sangat tersohor hingga kini. Dan ia merupakan salah satu Role Model dalam ilmu yang ia tekuni ini. Namanya Abu Al-qasim Az-zahrawi. Ia juga merupakan dokter khusus khalifah pada masa itu, Khalifah Abdurrahman III. Az-zahrawi merupakan Ahli bedah/Operasi yang nomor satu pada peradaban islam. Dimana peradaban kita ini mengedepankan akhlak dan agama, bukan malah ilmu dunia yang para ilmuwan islam tekuni. Sehingga Peradaban kita, disamping maju dan memiliki perilaku yang baik loh… Beberapa hal yang menjadi "keunggulan" az-zahrawi, sekaligus peletak batu "teknik" pembedahan hingga seperti sekarang ini, antara lain : tata cara posisi tidur terbalik ketika operasi, ini berdasarkan pada posisi mana dari tubuh kita yang dioperasi, yang sekarang malah dikenal dengan istilah trendelenburg[nama seorang ilmuan barat] position. Selain itu, pada masanya, az-zahrawi telah melakukan Operasi saluran kencing, Bedah rongga pernafasan, mengobati tulang dan masih banyak lagi. Dan buku terkemuka dari az-zahrawi ini adalah At-tashrif, dimana menurut ahli bedah prancis, Emil Frong, "Dia memiliki keistimewaan dalam mengatasi semua permasalahan bedah pada masanya, dan bukunya At-Tashrif yang diterbitkan sebanyak 200 Eksemplar, merupakan buku pertama yang ditulis dalam ilmu bedah.." . Itu salah satu ilmuwan kita..hebat kan?

Anak : top banget ya az-zahrawi itu, selain dia, emang ada yang lain?

Rawi : buanyaaak, ada jabir bin hayyan, al-kindi, al-khawarizmi, al-battani, tsabit bin qurah, abu bakar ar-razi..de el el..

Anak : mm..pinjem dong..bukunya, boleh ya..boleh ya?

Rawi : insyaALLAH besok aku bawa ke sekolah.

Anak : makacih ya temanku, sang ilmuwan muda. Pantes kamu seneng IPA, rupanya nama kamu diambil dari ahli bedah islam toh.

Rawi : hehe..itu ayahku yang beri nama..

Anak : hehe, oke deh, klo ngomongin ayah, besok deh aku ceritain tentang filosofi hidup dan namaku juga.

Rawi : ok..sampai ketemu besok di sekolah..wassalam

Anak : waalaikumsalam.

Percakapan dimulai dari pukul 21.26..dua anak manusia, merajut masa depan..

K

Another Resource : http://en.wikipedia.org/wiki/Abu_al-Qasim_al-Zahrawi

GurukuNovember 29, 2007 4:17 am

Pagi itu sekitar tahun 90′an, dia masih muda dan belasan tahun…

Aktivitas rutin tiap pagi, pukul 7.00 pagi ia dan adik2nya pergi ke sekolah yang berlokasi di pusat kota. Hari itu pukul 7.30 ia sudah sampai ke SMP 1, dimana tempat ia belajar menempuh ilmu 3 tahun lamanya. Masih pagi, 7.30 ada pemandangan rutin tiap pagi, mobil "mirip" espas berwarna biru yang tiap pagi mendahului si "anak" sampai ke sekolah…

mobil biru "mirip" espas itu milik seorang guru bahasa Indonesia, Pak TC namanya…

Pagi-pagi, tak tau pukul berapa ia sampai tiap harinya, Pak TC termasuk "Pembuka pagar" sekolah alias orang pertama yang datang ke sekolah…

mobil biru "mirip" espas itu milik seorang guru bahasa Indonesia, Pak TC namanya…

kejadian menarik tiap hari ketika pelajaran bahasa Indonesia, di kelas si anak yaitu 3-10, adalah 3 jam yang berubah 180 derajat…???maksudnya???

ya Pak TC adalah seorang guru yang sangat berwibawa, berkumis tebal dan berpostur kecil..tubuhnya ketika berjalan terlihat gontai dan pandangan matanya lebih tajam dari guru-guru lainnya..

tak..tik..tuk langkah pak TC memasuki kelas pada hari itu…1..2..3…suasana kelas yang gaduh pada masa pergantian guru "BERUBAH" senyappp…

yah pertanda pak TC akan memulai pelajaran..dan kelas pun menjadi serius dan menyimak semua pelajaran yang diberikan.

si anak yang sekarang sudah beranjak dewasa ini, teringat sekali dengan Pak TC, guru bahasa Indonesia. Terlebih keunikan dan suatu hal yang paling menonjol adalah kedisiplinannya yang luar biasa.Tak heran semua kalangan, baik murid bahkan guru sangat respect padanya.

Ya memang Pak TC adalah contoh guru teladan, wibawa dan alunan tubuh yang bergerak gontai masih terekam dalam benak si anak, ya si anak yang pernah menjadi muridnya dan semoga mengambil sisi positif ; yaitu kedisiplinan yang harus diterapkan dalam segala kondisi. 

mobil biru "mirip" espas itu milik seorang guru bahasa Indonesia, Pak TC namanya…

sekian tahun berjalan, si anak sudah pergi dari kehidupan dan lingkungan lamanya untuk mencari pengalaman dan ilmu baru..dan mungkin saja Pak TC masih berada di sekolah SMP I tercinta dan masih menjadi guru teladan di sana…semoga. 

Si anak berujar, terima kasih pak atas ilmumu dan kedisiplinan serta "attitude" ketegasanmu yang mencerminkan kebaikan dalam diri yang terpancar jelas, ketika murid-murid merenung lebih lama lagi..ternyata Pak TC guru adalah ramah dan baik dibalik sosok gontai dan tegasnya…

Pak TC…salam dari muridmu yang sedang menimba ilmu….