Qolbu ExplosionSeptember 30, 2009 3:13 pm

Temans, tidak sulit melihat jompangnya akhlak…

Malam ini di stasiun berlatar bintang, para jin sedang memanas-manasi manusia untuk menari dan tertawa terbahak2 dan tak perlu, namun di 2 stasiun televisi dengan latar "news oriented", sedang melaporkan keharuan gempa 7,9 di Pariaman dan sekitar padang pada umumnya…

Fiuhh…Terlalu jompang, namun biar Rabb yang menyelesaikan, karena tak ada dalam islam meminta keburukan manusia lainnya dalam do’a kita kan??, layaknya sa’ad yang menyerahkan "kebobrokan moral seorang arab" kepada ALLAH, lalu seekor unta keluar tergesa-gesa mengejar sang manusia bobrok hingga sang unta menginjak-injaknya hingga tewas…sa’ad hanya menyerahkan kepada Rabb, dan benarlah Rabb menginginkan si bobrok menjadi contoh bagi makhluk lainnya…

Wallahua’lam

K

Brain StretchingSeptember 27, 2009 3:38 pm

Garuda Indonesia GA 143 pilot said : "Flight attendance, take a landing position…"

and K is back to Jakarta, he is still sewing his dream until that day he’ll reach it totally..

This is about dream, how arranging and reburning the spirit so it’s never gone before catched.

K VII - 7th period dalam perantauan dimulai..

Religi, Qolbu ExplosionSeptember 18, 2009 11:50 pm

Sudah sekitar 29 hari ada tamu agung yang hadir di relung ku dan kau. Ia memberikan ketenangan dan stimulasi ruh yang tangguh tuk terus eksis dalam lingkaran ibadah. Mungkin kau di pojok sana berqiraatul quran lalu mungkin aku sedang membaca di rumah sebuah buku pilar-pilar asasi. Tamu ini terlalu manis tuk ditinggalkan, karena 2 bulan sebelum ia hadir jutaan manusia meminta disampaikan padanya, artinya inilah penantian, suatu kerinduan yang lagi-lagi qalbu dan ruh yang sangat merasakannya. Keberkahan ditunjukkan dengan pelipatgandaan amal lalu sunnah terhitung wajib serta tilawatil quran yang disimak langsung oleh Jibril Alaihissalam. Ada ketenangan yang tak biasa, ada proteksi diri yang terlalu utuh agar nafsu te-reduce  perannya karena aliran darah tak lagi ditemani setan-setan yang dibelenggu kali ini.

Guratan asa di lorong yang sempit penuh sinar, lantunan request doa yang tak pernah ditolak bersama tetamu agung ini. Karena tak ada keluhan sekalipun dari sistem Ilahiah dan langit ketika mendapatkan seorang hamba dengan shaum yang utuh menengadahkan tangan sembari melantunkan do’a yang itu2 saja namun ada secercah harapan baru karena dia, sang tetamu. Mustajab doa, itulah satu reason yang diperuntukkan bagi kau dan aku yang meminta, karenanya ku tak lupa terus melantunkan doa sekuensial yang bertumpu pada ridha dan persetujuan sang khalik akan semuanya, karena ku sadar doa-ku sedikit berat akan sebuah konsiderasi merubah peradaban yang dicita-citakan.

Yang pasti bersama tetamuku tahun ini, aku lebih merasakan satu pola terstruktur bersamanya karena tarawih bersambung witir bersamanya tahun ini terasa lebih meresap, karena manajemen waktu dan setting yang kusengaja ; fokus akhirat bukan rutinitas dunia bersamanya. 2 kali berdiri dalam posisi terdepan ketika tarawih plus 1 dalam qiyam al-lail serta sebiji tausyiah ramadhan di kampung tercinta kuharap menjadi satu titik awal sebuah kekuatan baru bersama tamu agungku ini. Karena kuingin lebih berguna dalam masyarakat, menyebar kekuatan islami yang menenangkan ketika diingat.

Hari ini tetamu agungku, satu langkah kakinya telah keluar dari rumahku ia berkemas tuk kembali, syawal telah menjemputnya. Ku panggil ia sejenak agar tak pulang cepat-cepat namun ia hanya tersenyum tak memberikan asa yang jelas di tahun berikutnya, apakah ia kan mengunjungiku lagi atau sang khalik yang memanggilku. 

Shubuh yang sejuk tak terlewat, kucoba lagi tuk mengangkat kedua tangan menengadah ke langit..satu pintaku di akhirnya, agar aku bisa bertemu lagi dengan si dia, tetamu agungku, Ramadhan mubarak…

Wallahua’lam

K

Religi, Qolbu ExplosionSeptember 16, 2009 4:31 pm

Jangan kau tanya akan strategi inovasi menjual produk lalu jangan juga kau tanya akan penetrasi branding produk, karena maaf cakap kau tak mampu menandingi mereka. Produk mereka sudah mengalami penyempurnaan hingga ratusan ribu kali bahkan lebih, dengan segala "customer behavior" yang ada, mereka dituntut untuk menyesuaikan produk, namun "fundamental proposed/maksud dasar" dari produk ini tak mungkin berubah, karena hanya satu saja tujuannya dengan segala kreatifitas yang ada. Mereka memiliki system yang mumpuni menjaga tujuan, walaupun generasi-generasi manusia terus berubah dan apa lagi kalau bukan perubahan etika, tujuan dan pengaburan akan ketauhidan serta ketergantungan kepada Tuhannya. Mereka sebagai satu kesatuan bisa tertawa terbahak-bahak namun secara bersamaan bisa menangis tersedu sedan tak terkira, ketika produk mereka ada yang terjual pun dilempar dengan satu-satunya pesaing produk mereka.

Inovasi tanpa batas yang coba kugambarkan diawal adalah wujud eksistensi komunitas "laknatullah" bernama jin dan setan. Mereka telah menjaga eksistensinya sejak Adam berhasil mereka kecoh dan terdampar ke dunia. Namun versi kedua dari produk mereka pun mampu mengisi amarah dan dendam antara habil dan qabil. Lalu tak ada lagi tantangan produk setan dan jin ini, keturunan-keturunannya yang terus berkembang serta menyebar di dunia terus mengganggu manusia dan menawarkan produk-produknya, apalagi kalau bukan maksiat, maisir, khamr serta tetek bengek lainnya. Seperti yang sudah kukatakan, "fundamental proposed" mereka tak pernah berubah, INGIN MENYESATKAN MANUSIA. Produk-produk masyhur penyesatan mereka telah menggoreskan akhlak kaum luth yang keras kepala lagi hina, lalu kaum samud yang tak mendengar nasihat nabinya, lalu siapa yang mungkin lupa Nuh yang kecewa berat akan sikap umatnya yang keras hatinya, hingga harus ditenggelamkan oleh air bah yang dahsyat. Syetan mungkin kala itu tertawa terpingkal-pingkal berkacak pinggang lalu memegang perutnya yang buncit memakan makanan sisa para manusia. Aih…aih…produk mereka sulit sekali dikalahkan..Zaman kontemporer pun tak pelak menuai bencana, inovasi jin dengan kolaborasi apik oleh para yahudi LA menghasilkan berhala-berhala baru berwujud entertainment, ketokohan over loyalitas, nasionalisme "miring" layaknya daun kering serta produk fenomenal pengendalian media dan perang pemikiran dan pemelintiran hakikat HAM…cisss fantastik kali inovasi mereka…

Namun wahai insan, produk fantastik tuk menyesatkan manusia yang dirilis setiap masa demi masa, pasti memiliki celah. Hanya satu kata yang berwujud jurus ampuh mematahkan semua produk inovasi oleh setan dan jin itu, yaitu ketika amal salih dijadikan perisai, hati diajak senantiasa berinteraksi dengan Tuhannya, lalu apalagi kalau bukan sebuah kepekaan akan sebuah kelangsungan sejarah manis ketika masa-masa yang berulang yang masyhur di zaman awal nan terhebat, zaman para sahabat yang dengar lalu taat serta sangat peka akan sebuah kesalahan dan cinta akan runtutan amal yang ALLAH sampaikan melalui rasulnya. Mereka tidak hanya menghancurkan pasar dan instabilitas harga saham produk jin itu, bahkan para jin itu bisa dibuat lari terbirit-birit oleh Umar Al Farouq RA karena kekuatan perisai kesalihannya yang lagi-lagi masyhur.

Begitulah sebuah inovasi tanpa batas kalangan jin, mereka tak akan punah dan mereka tak akan kehilangan konsumen atas produk-produk mereka, namun sudah sepantasnya umat islam menjadi tonggak penggerak sebagai penghancur inovasi setan atau paling tidak mereduksinya dengan ketaatan yang stabil kepada Rabb, yang maha perkasa.

Wallahua’lam

K

Qolbu Explosion, Brain StretchingSeptember 15, 2009 3:40 pm

Yang pasti "typing speed"-ku dalam menulis untuk beberapa hari ke depan tidak akan secepat ketika masih intens bersamanya. "nya"???, siapa sih ???, makanya baca dulu sampai usai, karena "nya" me-refer ke HP Pavilion dv1000 yang sudah menemani hari-hariku bertahun-tahun lamanya dan pastinya mengetik di laptop HP pavilion sudah menjadi "habits". Nah sekarang aku mulai dengan U330 Lenovo, yang kalau bisa dibilang as cool as the owner. hehehe..cukup selingan brain stretching-nya, sekarang mari kita masuk poin utama ; Keshalihan Sosial.

Rintik-rintik itu tak lama, angin langsung membawa kabar berikutnya, karena gumpalan rintik yang bersahutan telah menjadi hujan yang sangat deras. Banda Aceh beberapa hari diguyur keras, ada nuansa keberkahan ketika transisi musim dimulai. Seiring hujan yang menemani hari-hari ramadhan bersambung syawal, kucoba tuk menuangkan lagi pemikiran independenku yang ingin kubuncahkan sesuai dengan fenomena yang kulihat sendiri. Rasulillah ketika bertemu Jibril AS di gua hira sontak terkejut, tubuhnya menggigil tak tau itu nyata atau hanya sebuah fatamorgana kesunyian. Namun hari terus berganti, Rasulillah mencoba mengemban risalah khatamunnabiyyin dengan fenomena akhlak yang tak mungkin tertandingi (lagi) hingga akhir zaman. Di tengah kekuatan sesembahan berhala dan mindset yang mengakar di jazirah arab, Rasul tak gentar karena ketergantungannya yang jelas di relung hati akan ketauhidan dan yang tersulit adalah "kegaiban". Ya…inilah masalahnya iman kepada yang gaib merupakan satu stressing point terberat dalam risalah islam, seperti khawatirnya pemimpin kabilah abdul asyhal ketika "mush’ab menjadi duta pertama islam" untuk menyebarkan risalah ke tanah yastrib dengan statement kegaiban ALLAH SWT. Namun lagi-lagi kutekankan, qolb-lah yang merasakan getaran ketika keyakinan kita kepada yang gaib sudah pada taraf kestabilan, tak peduli mata tak menjangkau karena hati terus basah akan dzikr. Begitulah Rasulillah dan para sahabat menerapkannya dalam generasi awwal dakwah dimulai.

Terkait dengan shalih sosial, Rasulillah sudah menjadi tauladan yang mumpuni, bagaimana tidak Ia yang mendapatkan wahyu dari sang khalik terus gencar tuk menyebarkan bukan memendam sebuah risalah. Itulah fundamental dari Islam karena ia dimulai dengan interaksi sosial yang cakap antara Rasulillah dan para umat muslim yang mulai mendapatkan nur ilahi dari qalamullah yang dibacakan. Dan lagi itu pun tak dipendam oleh generasi awal karena risalah dituntut untuk terus disebarkan hingga menyinari dunia dengan ketauhidan. Indah sekali….

Karena keindahan inilah, skala kontemporer tidak boleh mengubur mimpi risalah islam. Seyogyanya kita sebagai ummat terakhir terus menyebar kebaikan semampunya dan sesederhana mungkin. Terkait masalah sosial, bukan masalah yang mudah. Karena ia butuh satu adaptasi sosial itu sendiri. Bayangkan saja bagaimana risalah islam di masa awal harus di sosialisasikan secara sembunyi-sembunyi di rumah arqam bin abul arqam, lalu ketika panji islam tlah tegak, ia disebarkan secara luas, rapih dan tidak menghilangkan "cita rasa" islam itu sendiri, akan sebuah konsep dependensi mumpuni kepada ALLAH, ya hanya ALLAH tak ada latta, uzza atau bahkan dewi kwan in itu…

Dengan ramainya perang pemikiran yang dilancarkan oleh para yahudi LA, sudah sepantasnya kita memiliki kapabilitas yang jika dalam bahasa IT sering disebut "Technology Update", jika kita sesuaikan, harus ada teknik dakwah atau cara penyampaian dakwah yang "update" pula di zaman modern. Dimana kita sama halnya Rasul melihat medan dan issue terlebih dahulu sebelum bergerak dengan rapihnya. Lagi-lagi ini tak mudah, namun keshalihan sosial menurutku hanyalah satu differensiasi dari keshalihan personal. Artinya ketika sudah ada keshalihan personal, shalih secara sosial hanya menunggu waktu dan "kepekaan". Peka diperlukan untuk merasakan suatu kekurangan di ranah sosial yang telah kita atasi secara personal, sehingga ketika masyarakat belum mampu mengatasi masalah itu kita secara personal sudah sepantasnya memberikan "solution approaching". Contoh ringan akan kenakalan remaja, ghibah masal, nikmatnya shalat dan lain-lain.

Inilah yang menjadi tugas kita bersama, karena salih personal takkan mengembalikan sinar Islam ketika sempat menaklukkan persi dan romawi bahkan sepertiga dunia di zaman khalifah umar. Namun perlu shalih sosial yang peka akan "general issue" masyarakat lalu memiliki keinginan yang kuat untuk merubahnya, walau keluarga terdekat terkadang adalah hal yang paling sulit untuk menyebarkan keshalihan sosial itu…

Begitulah adanya, karena ALLAH tak melihat hasil namun sekuat dan kesungguhan seperti apa yang kita berikan tuk mencapainya.

Syawal sedang menunggu di gerbong terakhir persis di belakang gerbong 10 terakhir ramadhan, ramadhan terus sejuk lalu ia meninggalkan(lagi) manusia, ada yang berbekas di hati sebagian hamba, namun ada pula yang menahan makan dan minum tanpa tau hakikat gemilang di dalamnya…

Wallahua’lam

Brain StretchingSeptember 12, 2009 9:40 am

Flight attendance, prepare for landing…

Garuda Indonesia GA 142 Boeing 737 - 400 telah membawaku kembali ke nanggroe aceh…

K Version VI resmi ditutup dengan kepulanganku yang ke 7 (1 kali perjalanan dinas) kali dari tanah rantau..

Hopefully I could release the next version of my adventure immediately..

Wallahua’lam

K