Qolbu ExplosionJuly 21, 2009 12:01 pm

Tembok pemisah ubudiyah ku seakan menipis, ia terkadang sedikit goncang layaknya pintu air yang sudah usang menahan gelombang air yang terus menghantam..

Gerak dan obsesi menuju ke satu arah yang berbuntut kepada satu kekacauan internal sistem diriku, ada suatu kelelahan yang ingin kuakhiri namun bukan saat ini..

Sembari angin sepoi lalu rotasi disipilin antara matahari serta bulan terus saja beraktivitas, aku berada di tengahnya dan lagi-lagi sedikit goyah, ada satu challenge yang ingin kujemput namun requirement masih saja kususun..

Terkadang doa, gelayut impian lalu suara riuh rendah dari sistem diriku, mereka menuntut aku tuk mempercepat semua ini..

Namun aku mencoba tetap beinteraksi dan bergerak penuh perhitungan sebab akibat internal maupun eksternal yang berkorelasi..

Terekam hari ini , kisah usamah bin zaid sang cucu dari anak angkat Rasulillah, memboyong panji islam sebagai pemimpin para sahabat masyhur sekelas khalid dan umar, sungguh gemilang dikau wahai usamah..

Lagi-lagi kisah usamah men-trigger softly sistem diriku yang lagi-lagi masih kusiapkan, memboyong panji "kekuatan" di dalam barisan-barisan…

Semoga saja, apalah lagi yang kuharap selain do’a itu terkabul beserta kekuatan yang beriring bersamanya dari Sang Khalik, "The ultimate desicion maker"

Wallahua’lam

K

Qolbu ExplosionJuly 8, 2009 2:34 pm

Rabbi, hari dimana fisikku kupaksakan hingga titik klimaks dalam aktivitas dunia hingga hampir saja ku tersungkur pernah kulewati..

Rabbi, ketika enkapsulasi lelah demi kelelahan di tiap pekan lagi-lagi dalam aktivitas dunia, pernah jua ku lewati..

Rabbi, overworked dalam menggolkan satu event bertaraf cukup tinggi hingga waktu seakan terlalu cepat karena dini hari pun belum selesai, pernah jua kulewati..

Namun Rabb satu pintaku jangan jadikan hamba yang dhaif lagi labil ini bosan akan kenikmatan qauniyah yang disokong oleh ayat-ayat qauliyah Mu secara sempurna..

Rabb jangan jadikan hati dan iman senantiasa berada si back end sistem diriku, hingga nafsu kokoh berdiri tegak di "front-line" kehidupan hambaMu ini..

Rabb jika satu fase nanti kau masih memberikan umur lagi kekuatan, kuatkan aku Rabb akan mimpi-mimpiku yang sudah kusampaikan di beberapa doa yang mengalir..

Rabb jangan jadikan kami terlena setelah islamMu telah sempurna…

Lalu terjatuh ke jurang dan ditertawakan oleh para syaitan-syaitan yang puas melihat kemiringan moral para hamba-hambaMu atau para syaitan tidak perlu lagi menggoda kami karena "nafsu diri" sudah sangat cukup membawa kami dalam kesesatan lagi fana…

Wallahua’lam

K

My Opinion Only 2:59 am

Mudah2an 1 putaran aja ya..

Qolbu ExplosionJuly 6, 2009 10:59 am

Anak-anak SD bisa saja masih bercanda mesra dan duduk rapih di depan TV hari ini, karena mereka masih menikmati hari libur dan imbas positifnya adalah interaksi yang intens dengan kedua orang tua mereka, apalagi seorang ibu yang senantiasa kukuh di rumah menanak nasi, membekali,melepas kepergian ayah bekerja, ya itu rutinitas yang terlihat biasa, namun dari rutinitas seorang ibu rumah tangga yang bertipikal "mendidik" inilah lahir manusia-manusia super dari sisi pemikiran. Si anak kali ini sangat senang dan riang, hari boleh libur namun bangun pagi tetap menjadi kebiasaan, lalu membantu ibu secara indirect lalu sekali lagi "manteng" di depan TV melihat kartun pagi. Si ayah sedikit terburu-buru hari ini, maklum ia lupa walaupun hari ini hari senin, toh jalanan tidak akan se-crowded biasanya karena anak-anak sekolah masih libur.

Pagi ini rutinitas sarapan pagi tetap dilakukan seperti biasa, si anak di sisi kiri meja bundar, ibu di kanan dan ayah di tengah. Sambil si ibu berlalu lalang menyeduh teh dan menyiapkan susu hangat untuk sang anak, tetap saja cakap-cakap sederhana itu datang dan pergi.
Mungkin cakap-cakap sederhana dimulai dengan , "nak apa kegiatan di libur hari ini??", si anak yang masih polos namun memiliki visi kedepan langsung merespon, "yah, hari ini ada naruto, aku mau nonton sampai jam 10, abis itu baca-baca buku ilmu pengetahuan kelas 6, lalu makan siang deh sama mama.."
si ayah paham,"lalu nak di siang hari sampai sorenya??", "hmmm…apa ya, aku mau istirahat aja, kan capek pa belajar terus…"
si ayah dan anak tertawa kecil, "hehehe.."

Terlihat sangat sederhana memang, namun sadar atau tidak, entah dimulai dari hari apa beberapa tahun lalu, manusia kota besar bergerak ke arah dunia yang makin mencengkram.Si ibu sibuk menyiapkan dress formal-nya untuk ke kantor, kadang sedikit menor lalu si ayah terburu-buru karena kesiangan dan tidak sarapan di rumah, alih-alih meeting dan lain-lain. Si anak di hari liburnya tertegun di rumah, sunyi senyap dan sepi. Ia hanya bercakap intens dengan si "mbok", dan dari si mbok lah ia merasa nyaman untuk menceritakan sesuatu yang ia rasakan dalam bersekolah, keinginannya di hari libur serta menceritakan kisah naruto yang berhasil mengalahkan klan uchiha. Si mbok sambil mengiris-ngiris bawang dan cabe merah di dapur senantiasa meresponnya dengan apik dan menjadi good listener. Hari-hari libur si anak ini hanya terus bergerak ke arah yang memang ia sukai, tapi tanpa kehadiran intensitas ibu dan ayahnya. Mungkin ibunya masih meeting atau ayahnya masih mengikuti training dan seminar tanpa ada keinginan satu menit pun bercakap-cakap sederhana dengan si anak yang sedang riang di masa liburan, alih-alih "time is money". Lalu di akhir pekan, si ayah masih saja tertidur, ia kelelahan karena "overtaxed" dalam pekerjaannya selama 5 hari dan si ibu sudah bangun dari pagi namun jogging, arisan plus ke salon. Lagi-lagi si anak yang satu ini tidak memiliki interaksi yang apik dan berkelas dengan kedua orang tuanya..

Fiuhhh…mungkin ini terlihat satu perkembangan parenting yang sangat sederhana di kota besar dan kecil, kami orang-orang yang lahir di desa dan kota kecil merasa bersyukur dengan segala interaksi orang tua dan anak yang baik, namun keprihatinan pada sebagian anak-anak kota yang lebih memahami bermain PSP ata Xbox daripada hari ulang tahun kedua orang tua mereka atau sebaliknya mungkin kedua orang tua di kota besar alih-alih komunitas metropolitan, tidak sempat lagi berinteraksi secara internal dengan anaknya apalagi masih mengingat hari ulang tahun anaknya…

Mungkin saja, sekali lagi kartini jika hidup hari ini sepertinya akan sedikit terkejut dengan derivasi emansipasi yang pernah ia bangun dulu…

K

Religi, Qolbu ExplosionJuly 4, 2009 2:44 pm

Malam lagi-lagi hadir, ia tak memberitahuku hari ini, apa aku lelah dan harus istirahat? atau terus tegap di satu hal yang sudah mendekati deadline?..

Bergemul dengan 2 sisi pilihan akan terus membuat seorang manusia bertarung dan sulit menemukan akhir dari sebuah cerita, jadi pilihlah. Sebelum ku mengarah ke penyelesaian deadline itu hari ini (sebuah pilihan), aku ingin menuliskan satu catatan renungan perjalanan yang sudah agak jarang kugoreskan karena lagi-lagi menyalahkan waktu, padahal adalah "how to" - nya yang sedang error dimana core self system diriku hingga hari ini masih bermasalah.

Dalam gegap gempita sebuah sirkulasi kehidupan, akan selalu hadir 2 hal penting yang disadari atau tidak kita berada diantara keduanya. Poin pertama adalah kehidupan dan peradaban akan identik dengan para follower dan yang kedua adalah visioner yang sedang menyiapkan prototype baru bagaimana sirkulasi kehidupan diperbaiki dan disempurnakan atau malah dirombak ulang hingga menjadi satu peradaban yang ideal menurut ketauhidan. Follower , secara harfiah cukup mudah dijelaskan sebagai "pengikut" dari sirkulasi dan model hidup yang sedang berkembang, sehingga follower hanya akan terus berputar, mengikuti, menyesuaikan dan beradaptasi dengan apik apa yang peradaban suguhi, mereka tidak sampai ke pemikiran serta menyentuh hakikat kehidupan itu sendiri. Contoh yang marak misalnya sistem dunia sedang mensosialisasikan sebuah isme yang gemilang bernama "Material-isme" yang bisa dikatakan sudah dimulai pada abad 16-17, lalu para manusia bertipe follower akan terus mengikuti paham-paham yang mengenyampingkan tujuan sebuah kehidupan yang hakiki, lalu tercebur dan tenggelam ke paham2 seperti "Material-isme" dan tak pernah mengapung lagi ke permukaan. Imbasnya manusia-manusia follower akan senantiasa ikut dan berpartisipasi dalam paham tersebut dan malah memunculkan derivasi-derivasinya, namun pada intinya tetap sama, "Materi/uang" telah menjadi tujuan hidup mereka, para follower of materialism. Imbas "terlalu negatif"-nya adalah, ibadah akan disesuaikan bagaimana mencapai "stabilitas keuangan" dengan nyaman, maksudnya "shalat bisa diulur2 waktunya ,karena uang masih belum cukup untuk bulan ini"…itu contoh general yang ingin saya sampaikan. Begitu pula akhlak, muamalah, adab berpakaian, interaksi dengan yang bukan muhrim. Kesemuanya akan disesuaikan dengan isme-isme gemilang karya barat, lalu manusia bertauhid yang masih lemah, berkecamuk dan secara sadar atau tidak mereka menjadi "follower yang loyal, menanggalkan pakaian iman".

Seorang visioner mungkin bisa dikatakan seiring ia berenang dalam kesalahan sirkulasi kehidupan, ia sedang menyusun satu silabus tata peradaban yang mengagumkan serta diabsahkan oleh din (agamanya), sesekali ia mencoba menyelam dalam sirkulasi kehidupan yang keluar dari norma akhlak islami, lalu ia mem-break down semua masalah-masalah itu dan menarik garis konklusi untuk meluruskan kembali kehidupan seluruh insan di dunia ke bentuk yang ideal lagi menawan. Bagaimana proses peleburan dan balansi akan kehidupan duniawi merupakan derivasi dari tuntunan ketuhanan, sehingga tercipta satu "stake holder" yang senantiasa meletakkan pertimbangan agama diatasnya. Jadi dengan kata lain menyatukan kegiatan dunia berdasarkan aturan ketauhidan serta menjadikan ibadah sebagai poin utama berjalannya poros hidup menawan non-sekularism, seperti sedia kala layaknya para salafussalih menikmati islam dengan ketenangan yang menggetarkan ‘arasy langit karena kekuatan ubudiyahnya.

Malam mulai bergerak ke titik klimaks ketika ia menjadi selimut absolut untuk memayungi manusia di alam istirahatnya lalu matahari esok bertugas kembali. Seorang visioner tidak lahir dari satu mesin instan layaknya patternisasi mie instan lalu di-wrap ke uniform-nya. Namun seorang visioner lahir dari pertimbangan, menelaah, merencakan, kadang terjatuh namun bangkit, berpikir lagi hingga prototype itu menjadi perwakilan akhlaknya, lalu ia melakukan satu "klik" di prototype yang ia bikin itu, lalu meng-apply-nya ke seluruh manusia di muka bumi, hingga tumbuhan dan hewan pun merasakan indahnya sirkulasi hidup "manusia", sang khalifatul ard i

Lalu pintanya(sang visioner) yang terberat kepada sang khaliknya, "Rabb mampukan aku untuk menjadi pemimpin manusia bertakwa suatu saat nanti..jika KAU ridha.."

Wallahua’lam

 

senda gurauJuly 3, 2009 11:57 am

Di sebuah ruang konsultan IT, maklum lagi on site, jadi dapat ruangan yang bergandengan dengan customer/client. Terlibat percakapan "beraroma aneh", berapa hari-kah kaos kaki anda valid??, hahhh valid, user aplikasi kali validdd???….kagaaakkkk beneran deh, kaos kaki lo berapa hari valid-nya?

Berikut parameter validitas kaos kaki anda :
1. Menimbulkan gangguan pernapasan rekan sekantor.
2. Menimbulkan bau-bau tak sedap yang sangat tajam lagi harum.
3. Kelebihan harum menimbulkan mimik yang mencium keharuman tersebut menjadi kehilangan stabilitas otak.
4. User yang menggunakan kaos kaki mulai merasa tidak nyaman.
5. Jika anda ingin mencoba menimbulkan keharuman kaos kaki anda, diamkan ia di dalam sepatu anda selama 5 hari kerja!

Selamat memeriksa dan mencoba…

K [refreshing only!!! :d]