My Opinion OnlyMay 27, 2009 8:48 pm

Cukup sudah mimpi dan euforia MU musim ini, mereka (menurut saya) telah dikalahkan oleh tim "catalunya" yang pada diri pemainnya memiliki filosofi yang sama, menyerang ; kapanpun dan situasi apapun. Bagaimana puyol sebagai wing back naik turun dan connector sekaliber xavi hernandez yang mengingatkan kita dengan pirlo pada masa jaya di milan. Ditambah dengan iniesta yang sekali-lagi bisa mengejutkan lini pertahanan MU, ketika konsentrasi berada pada messi.

Sekali lagi filosofi menyerang dan fenomena pep guardiola musim ini praktis membuat barca tim catalunya "mengatur" ritme final dengan sangat fenomenal.

2-0 (eto’o - Messi) cukup..bravo barca..

K

[pukul 03.50 AM]

My Opinion Only, Qolbu ExplosionMay 20, 2009 4:09 pm

Dalam area politik atau sosial-kah itu, kita sering menyodorkan wacana klasik dalam keseharian kita. Seorang ayah ketika anak sulungnya merengek tuk dibelikan sandal baru bercorak "anime naruto", bisa saja melancarkan satu opsi pencegahan, ya nak besok kita beli, nanti ayah beli yang paliiiiinggg bagus, ok…si anak mengusap perlahan dan berkata pada ayahnya, janji ya yah??. Janji bisa saja tinggal janji jika tipikal ayah si anak ini adalah tipikal sang pewacana, bisa saja ketika si anak mengingatkan hal ini keesokan harinya, si ayah dengan cepat men-divert arah percakapan ke tempat yang lain, hingga sang anak terlena. Sederhana???, ya sederhana sekali…

Pernahkah terpikir, mungkin saja akhlak-akhlak manusia tertentu yang pada pesta akbar demokrasi (kata mereka) menebar janji, wacana ekonomi, nasionalis, peduli rakyat kecil "SEBAGIAN BESARNYA" adalah wacana klasik yang tak pernah terlaksana ketika ia berada di atas, ya kemenangan materialism, sebuah puncak kemakmuran yang berimbas kepala terasa berat tuk melihat sejenak saja keadaan masyarakat yang mem-votenya.Sama halnya dengan sang ayah yang secara tidak sengaja menanamkan satu model pemikiran pada anaknya, semuanya bisa dinegosiasikan, janji kemarin bisa dialihkan dengan mudah keesokan harinya. Sehingga modelling akhlak serta merta bertanggung jawab akan sikap setiap insan ketika ia tumbuh dewasa, dan kolaborasi ciamik antara nafsu dan syaithan sehingga kontrol diri begitu sulit tuk dihidupkan lagi. Bagaimana syaithan menyatukan laki dan wanita bukan muhrim dalam satu ikata non-formal pra pernikahan, seolah-olah sang syaithan hanya memulai saja pergolakan itu lalu si nafsu dalam diri melanjutkan kerja syaithan hingga kolaborasi ini akan kukuh hingga akhir zaman, jadi jangan heran di setiap lingkungan ada saja tokoh protagonis dan antagonis, itu lumrah.

Ups melenceng sedikit, baiklah…hmm pada akhirnya wacana-wacana klasik yang digagas oleh personal maupun organisasi formal dalam wujud kampanye, dialog dan apapun namanya pada akhirnya kita kan bisa melihat siapa yang senantiasa eksis menyentuh akar rumput masyarakat dengan segala kompleksitas masalahnya, ada yang kesulitan ekonomi, manajemen akhlak keluarga hingga kebimbingan akan arah satu kehidupan yang lumrah hingga 63 tahun ini…temans , jangan sampai kita terkungkung di satu wacana klasik yang diwacanakan oleh orang yang hanya bisa berbicara namun miskin sisi aplikatif, begitu pula ketika kita sedang menyusun mimpi personal kita, jangan hanya mimpi teman..susunlah!!!, hinggal dia tidak lagi menjadi wacana klasik yang akut dan menular hingga anak cucu..

Wallahua’lam

Sebuah tulisan menjelang dini hari 23.10 WIB

K

Qolbu ExplosionMay 16, 2009 5:10 pm

Ku tau ada saatnya akan ada satu kesendirian dalam memutuskan satu keputusan krusial dalam hidup. Sampai-sampai kekrusialan itu bisa membuka satu lorong kehidupan baru atau bahkan lorong yang cerah itu kan tertutup, ini lagi-lagi terkait akan keputusan anda.

Ku mencoba membiasakan senantiasa menjadi stake holder wahid apapun yang harus kulakukan untuk meng-arrange segala sesuatunya tuk meraih mimpi. Adakalanya ketika result tidak sesuai dengan keinginan, ada satu tindakan diri untuk menormalkan imbas. Ya menormalkan imbas sekecil apapun imbas itu, sehingga ketika kita terbiasa mengatasi imbas dan memulai sesuatu runtunan mimpi berikutnya, seluruh kegagalan di belakang haruslah menjadi pelajaran..itu saja..ku hanya harus terus mencoba, bukan berarti seluruh konsep tlah teraplikasi dengan kelas mumpuni.

I always remember what I done on the past, but on the same time I try to re-arrange all the failure become successfully thing someday…

Just K Note on Saturday night, 00.09

Wallahua’lam

K

Qolbu ExplosionMay 10, 2009 10:01 am

oh hidup, dulu kumerangkak dengan serba kepolosan yang tak terencana, semua berjalan polos saja menelusuri ubin tiap ubin di rumahku. Perlahan namun pasti detik-detik yang berbunyi dari jam dinding lawas yang tetap eksis di dinding rumah membawaku ke satu ranah hidup yang menuntut satu keputusan, pertimbangan dan segalanya akan berimbas dimana kakiku kelak kan berpijak.

oh hidup, terkadang kekuatan menyemangati diriku dan orang-orang di sekeliling terasa mudah namun terkadang di satu medan waktu tertentu kekuatan self burned up spirit itu bisa lenyap hingga waktu yang sulit ditentukan namun dari asam garam langkah kehidupan ku mulai tau, turunnya satu semangat itu jika ada beberapa uncommon atau bahkan hal baru yang muncul dalam hidup. Oleh karenanya core system di dalam diri membutuhkan waktu untuk menyesuaikan fisik dan nurani serta jiwa ke tempat yang pas lalu reposisi itu akan membentuk satu pattern semangat baru dengan kegiatan baru pula. Begitulah hidup, ini hanya masalah re-adaptasi sistem diri.

oh hidup, bulan demi bulan kini terasa semakin cepat, ku tak tau apakah karena ada hal yang ingin ku kejar atau bahkan ada satu gebrakan aku sebagai individu atau bahkan pergerakan sosial. Seakan kelelahan ini bisa terakumulasi dalam satu hari lalu pada hari-hari berikutnya kekuatan itu pulih, tapi ada satu yang belum kembali karena ia pergi atau terlambat kembali sepulangku dari perjalanan dinas terakhir, sebuah spirit DAN keteraturan baru karena ada sisipan aktivitas baru di beberapa hari dalam sepekan kini hingga beberapa bulan kedepan…

oh hidup, ku tau gunungan skema mimpiku masih sama dan terus kupegang untuk meraihnya, tak tau apa itu kan tercapai namun lagi-lagi ini masalah persepsi hidup, persepsi yang nantinya akan menentukan arah, laju dan jalur itu kemana..ku hanya bisa terus bergerak hingga ketentuan itu yang kan menentukan segala terminal hidup yang kupunya, ku kan terus bergerak (saja).

oh hidup, kuingin kembali tersenyum di ranah bebas akan sebuah kedisiplinan diriku, aku yang menatanya, sebuah ranah bebas dimana disana ada repositori ilmu yang tersusun rapi, kubuka satu media tuk menyambungku ke dunia tanpa batas lalu ku membuka lembar-lembar buku, teratur lalu kutelaah dan menyesuaikan waktu karena ada kegiatan selanjutnya yang harus kulakukan, terus saja begitu dan seterusnya…ku ingin keluar dari sistem aman ini tuk sementara waktu, tuk membebaskan kekuatan diriku di tempat lain, dimana imajinasiku belum pernah berada di sana, suatu zona dan lingkungan baru, namun sayang momen ini, tahun ini tak terealisasi karena terbentur satu border bernama tuition fees.

Wallahua’lam

K

My Opinion Only, Qolbu ExplosionMay 7, 2009 9:36 am

Tertanggal 2 Mei, kembali ke satu tanah berisi kegaduhan, kompleksitas manusianya lalu apalagi kalau bukan penat. Perjalanan dinas yang dienkapsulasi dengan "siasat cuti" berakhir manis, kenapa?, karena ini adalah sebuah perjalanan..this is K Journey, or if I could say, go back..

Di sepanjang jalan dari banda aceh menuju aceh utara(lhokseumawe) terhampar luas sawah nan hijau, bangunan kokoh "rumoh panggong" (rumah khas aceh) dan pastinya disertai dayah-dayah (tempat pengajian) yang lawas namun kokoh karena terus disinggahi anak-anak kampung dari berbagai generasi, ya generasi penerus aceh. Di sela-sela perjalanan menggunakan mobil rental (avanza) itulah kumelihat secercah prototype dalam liuk-liukan jalur gunung seulawah sebuah mimpi sekunder yang kubutuhkan, namun kusadari ku tak bisa menyusun ini seorang diri, karena kuposisikan mimpi ini sebagai mimpi sekunderku. Dalam pembentukan konsepsi ajaran pokok di mayoritas kampung-kampung di aceh, meunasah (musholla) sudah barang tentu akan berpasangan dengan dayah (tempat mengaji). Hal ini sudah menjadi satu common pattern dalam pembentukan sebuah desa, yang tentu mengalir di seluruh desa di sepanjang perjalananku dari Banda Aceh hingga Aceh tamiang yang berbatasan dengan sumatra.

Pikiranku mulai berputar ke arah sebuah mimpi itu meski mata berkunang2 mengikuti liukan jalur gunung seulawah, tapi tak apa perlahan tapi pasti seulawah kami taklukkan. Ku berpikir begini, aceh sudah memiliki satu pattern yang baku akan sebuah konsep keilmuan islam berbentuk dayah, namun harus disadari terkadang pastinya ada saja produk anak desa yang berlainan ke arah yang tidak terkontrol oleh dayah. Dalam konteks hasil sumber daya yang dihasilkan oleh dayah sekarang ini adalah membentuk sumber daya dengan kefasihan membaca al-quran, tajwid dan iramanya. Hijau sawah nan luas yang dimulai dari indrapuri hingga samalanga dan terus berlanjut, kuberpikir apakah kinerja dayah bisa dimaksimalkan dengan adaptasi peradaban dan keilmuwan islam yang telah menyentuh ranah kontemporer (modern) ??, ya inilah satu pekerjaan dayah yang seharusnya dilakukan pada masa sekarang ini. Inilah general point mimpi sekunderku itu teman, modernisasi dayah untuk mengikuti kontemporernya dienul islam yang indah ini. Penyesuaian dayah menurutku bisa dimulai dengan konsepsi yang sangat fundamental, dimana mereka belajar akan sirah, fiqh , perbandingan dan tentunya komparasi akan peradaban, dari megahnya islam hingga rubuhnya dinasti ottoman di turki. Nah untuk mewujudkan ini, filtrasi anak-anak muda yang berwawasan dan keteguhannya dalam berislam harus dikondisikan dalam waktu tertentu hingga ketika ia kembali ke kampungnya ia bisa menjadi satu role model akan tercapainya satu prototype peradaban islam yang dimulai dari dayah-dayah di tiap desa.

hmm, sekali lagi ku tak bisa berpikir akan hal ini, butuh organizer dan butuh pemikiran sekuensial akan analisa dampak dan akibat..namun ini akan terus menjadi mimpi sekunderku, dan semoga mimpi para "pemimpin" di negeri ini…

Perlahan namun pasti, kami sampai di matang glumpang dua, dengan referensi dari ayahku agar makan siang disana sebelum melewati batee liek, dll dan pastinya menu di matang tidak boleh tidak, HARUS sate matang..hehe, nikmatt dan kenyang. Berlanjut terus hingga kusampai di lhokseumawe untuk menjalankan beberapa tugas lalu 2 hari setelahnya ku mulai second step of journey menuju medan untuk take off melalui polonia, Medan. Sepanjang perjalanan kami (bersama driver asli cunda, lhokseumawe) melewati area demi area yang dulunya notabene basis GAM (Gerakan Aceh Merdeka) semacam idi rayeuk, keude geurubak hingga menembus kota langsa. Sebelum melewati kuala simpang ku teringat akan satu flash back 15an tahun lalu, akan sebuah ziarah makam buyutku di tualang cut, dan akhirnya alhamdulillah ziarah kubur pun terlaksana tuk kedua kalinya ke jeurat (kuburan) buyutku yang bertempat di pekarangan mesjid tuha tualang cut, lalu kusempatkan sejenak dhuha disana. Rabb satu pintaku selamatkan keluarga kami dari siksaMu di yaumul hisab kelak, jauhkan kami dari kemurkaanMu namun dekatkan kami dengan sayangMu…

sebuah perjalanan, tak mungkin kuceritakan semua, namun pada perjalan lintas sumatera ini pikiranku lepas menikmati akan suguhan alam yang tak mungkin ada di kota besar…sebuah suguhan mimpi pembangunan moral bukan fisik..

Wallahua’lam

K