Akhir pekan mulai "on fire" setelah dhuhur. Kenduri "tung dara baro" di desa lampuuk arah cot keueng, nostalgia bersama "sie kameng"/gulai daging kambing khas aceh, plus sayur nanas khas kenduri. Dengan pertimbangan berpikir kedepan, kuantitas nasi sengaja dikurangi. Lanjut ke kenduri "tung dara baro", arah fatahillah dan…again..and again, sie kameng, ups tapi ada yang aneh, dagingnya udah gak ada…hehehe..tak apa nangka dalam panci, sikaattt..secara udah diundang, tunjukkan loyalitas menghormati yang punya rumah, dengan makan lagi.
Lanjut di sore hari, 1 mobil rombongan "gampong", memenuhi undangan maulid desa "lam kaweh", secara tamu gitu, udah dipancang dengan rapih, "DESA LIMPOK". Ibarat balap sepeda, bagi anda yang sulit makan cepat, harap jangan ikut, krn 15-18 menit para warga sudah selesai makan dan "peusoh" hidangan ke plastik tuk dibawa pulang..ini masalah timer anak muda..
ups, sie kameng lagi, telur asin, rendang,…[tidak bisa disebutkan semua, mengingat nanti malah kepingin, apalagi awak "nanggroe" yang lagi merantau] :d
Ok, sistem perut sedikit terguncang..but that’s ok
next assignment will start on tuesday, so hopefully this rest time is going well.
goresan blogging selama di kampung, oiya masakan tiram "mak lon", leupah mangat..
K