My Opinion OnlyApril 26, 2009 2:44 pm

Akhir pekan mulai "on fire" setelah dhuhur. Kenduri "tung dara baro" di desa lampuuk arah cot keueng, nostalgia bersama "sie kameng"/gulai daging kambing khas aceh, plus sayur nanas khas kenduri. Dengan pertimbangan berpikir kedepan, kuantitas nasi sengaja dikurangi. Lanjut ke kenduri "tung dara baro", arah fatahillah dan…again..and again, sie kameng, ups tapi ada yang aneh, dagingnya udah gak ada…hehehe..tak apa nangka dalam panci, sikaattt..secara udah diundang, tunjukkan loyalitas menghormati yang punya rumah, dengan makan lagi.

Lanjut di sore hari, 1 mobil rombongan "gampong", memenuhi undangan maulid desa "lam kaweh", secara tamu gitu, udah dipancang dengan rapih, "DESA LIMPOK". Ibarat balap sepeda, bagi anda yang sulit makan cepat, harap jangan ikut, krn 15-18 menit para warga sudah selesai makan dan "peusoh" hidangan ke plastik tuk dibawa pulang..ini masalah timer anak muda..

ups, sie kameng lagi, telur asin, rendang,…[tidak bisa disebutkan semua, mengingat nanti malah kepingin, apalagi awak "nanggroe" yang lagi merantau] :d

Ok, sistem perut sedikit terguncang..but that’s ok

next assignment will start on tuesday, so hopefully this rest time is going well.

goresan blogging selama di kampung, oiya masakan tiram "mak lon", leupah mangat..

K

My Opinion OnlyApril 24, 2009 10:54 am

InsyaALLAH selamat sampai tujuan..nanggroe atjeh-ku…

namun seperti kata ridho rhoma, "kedatanganmu kutunggu"..laptopku..

lama kali lah dia diserviss…doakan selamat sampai tujuan ya Banda Aceh - Lhokseumawe, pulang

melalui Medan (insyaALLAH) 

 

My Opinion OnlyApril 17, 2009 1:27 am

My sophisticated laptop still on the labs, it couldn’t move even start itself. And the impact is I can’t write routinely at this time.

hiks.. 

My Opinion Only, Qolbu ExplosionApril 5, 2009 10:43 am

Dulu waktu masih kecil, ku pernah bertanya pada ayahku..

kira-kira begini, pa kalau seandainya hari ini gak ada berita, terus apa yang mau diberitain?, sambil melihat acara berita sore di RCTI.

Dulu pun ku pernah berpikir bahwa dalam waktu yang sama di belahan bumi entah dimana ada yang persisss memiliki kegiatan, masalah dan PR dari bu guru serta duduk di bangku yang sama sedang menonton acara yang sama pula.

agak konyol memang, kapan "pulak" gak ada berita, orang di pinggir jalan sedang nongkrong dan dengan apiknya menghisap sebatang rokok "comodore" era awal 90an saja mungkin bisa jadi berita hari ini. Dan "secara" apa "pulak" lagi, ada orang yang persis sama di belahan bumi mana ada duplikasi diriku yang menimpa masalah yang sama..hahaha..aneh memang..,,

Seiring berjalannya waktu, usia dan jangkauan area, khazanah semakin terbuka dan secara perlahan mungkin segala hal yang sederhana itu terjawab. Namun tak ada yang menjamin ketika tahun demi tahun berlalu, kita akan masuk lagi ke dalam pertanyaan-pertanyaan konyol yang mungkin kan terjawab di tahun-tahun berikutnya. Terkadang pertanyaan itu takkan muncul ke permukaan karena dia melekat di dalam "self core system" kita, menjadi satu anggapan pribadi yang tak perlu ditanyakan ke orang lain apalagi dijawab. Begitu pula halnya anggapan dan justifikasi kita terhadap diri kita sendiri, terkadang kita mendahului kemampuan kita untuk tidak berbuat dan menjadi ahli hipnotis kepada diri sendiri bahwa kita tidak bisa melakukan apa yang kita inginkan, alias mendiskreditkan diri sendiri.

Nah pendiskreditan kita kepada diri sendiri inilah yang menjadi PR besar bangsa dan masyarakat, kita berada di satu lingkup yang mengerikan. Caranya hanya ada satu, mengetahui kelebihan diri dan kelemahan diri lalu mengelolanya, hingga menjadi satu kekuatan bukan melemahkan diri. Yang berhasil sekarang adalah yang yakin, yang takluk adalah ia yang tak pernah bisa mengelola diri, bahkan untuk keluar dari "Zona nyamannya"/Comfort Zone selama ini pun terkadang menyulitkan..

Coba dulu..K!

Wallahua’lam

K

My Opinion Only, Qolbu ExplosionApril 1, 2009 2:16 pm

Kau tau seorang legenda pastinya pernah kecil berikut dengan kepolosannya..

Kau tau seorang penjahat pun pernah merasakan indahnya dimanja berikut dengan kehangatan sang bunda disisinya, selalu..

Kau tau seorang pemimpin yang melayani masyarakat sekelas Umar bin Abdul Azis itu pernah dilayani dengan intensif oleh ibunya..

Namun temans, sekarang cobalah kau tanya pada para ibu-ibu sang legenda, sang penjahat dan sang pemimpin tentang kenangannya bersama anak-anak mereka, kau kan melihat magisnya ekspresi sang ibu, satu menangis karena kebanggaan, yang satu tersedu sedan dan tak mampu mengenang masa-masa kecil bersama anaknya karena tertutup oleh ketidakberdayaannya menjadi orang tua, dan ekspresi terakhir terus tegar setegar anaknya, sang pelayan rakyat..

Tinggal kau pilih cara mana ibumu mengenangmu, ketika kau sudah berada jauh di luar kelas intensif seorang ibu yang tiada tara…

Wallahua’lam

K