Enkapsulasi cinta(yang kumaksud) itu tersusun rapih, dan imbas kesuksesannya sudah melenggang di Televisi,radio,mp3 player hingga hafalan anak2 kecil.

Enkapsulasi cinta itu terasa sangat indah oleh mereka yang mendendangkannya, sampai-sampai mereka bisa meneriaki dan bisa sediiih ketika sang pelantun syair jatuh sakit dan terbaring..sekali lagi sang pendendang syair cinta itu menjadi "makhluk" teratas di muka bumi bagi mereka..

Enkapsulasi cinta ini merasuk ke dalam sanubari karena ia masuk dari mata, telinga dan efek "keindahan" sinergi alat-alat musik itu menjadikan mereka, terdampar lalu senang..

Enkapsulasi cinta ini menjadi mengerikan karena syair-syairnya sudah mengkultuskan "cinta dunia/makhluk" dengan sangat apiknya, siapa yang senang???, pastinya kaum penyebar syair-syair ini..jelaslah dampaknya, dependensi ilahiah yang semakin hari semakin berkurang, dunia kan terasa hampa, lalu mereka perlahan namun pasti meninggalkan rutinitas ibadah untuk "enkapsulasi dunia" bertemakan cinta di tiap syair-syair yang mengerikan itu..aku terlena, mungkin semua terlena sungguh berbahaya..

Ku teringat potongan syair bimbo, "hidup ini barang titipan, harus dikembalikan, yang PUNYA tak bilang kapan…", indah sekali syair cinta kepada Rabb melalui syair lagu, dan sekarang perlahan namun pasti syair-syair spt ini pun punah…

Hingga masa berganti, yakinlah…

Wallahua’lam

K