Religi, Qolbu ExplosionMarch 26, 2009 2:42 am

Enkapsulasi cinta(yang kumaksud) itu tersusun rapih, dan imbas kesuksesannya sudah melenggang di Televisi,radio,mp3 player hingga hafalan anak2 kecil.

Enkapsulasi cinta itu terasa sangat indah oleh mereka yang mendendangkannya, sampai-sampai mereka bisa meneriaki dan bisa sediiih ketika sang pelantun syair jatuh sakit dan terbaring..sekali lagi sang pendendang syair cinta itu menjadi "makhluk" teratas di muka bumi bagi mereka..

Enkapsulasi cinta ini merasuk ke dalam sanubari karena ia masuk dari mata, telinga dan efek "keindahan" sinergi alat-alat musik itu menjadikan mereka, terdampar lalu senang..

Enkapsulasi cinta ini menjadi mengerikan karena syair-syairnya sudah mengkultuskan "cinta dunia/makhluk" dengan sangat apiknya, siapa yang senang???, pastinya kaum penyebar syair-syair ini..jelaslah dampaknya, dependensi ilahiah yang semakin hari semakin berkurang, dunia kan terasa hampa, lalu mereka perlahan namun pasti meninggalkan rutinitas ibadah untuk "enkapsulasi dunia" bertemakan cinta di tiap syair-syair yang mengerikan itu..aku terlena, mungkin semua terlena sungguh berbahaya..

Ku teringat potongan syair bimbo, "hidup ini barang titipan, harus dikembalikan, yang PUNYA tak bilang kapan…", indah sekali syair cinta kepada Rabb melalui syair lagu, dan sekarang perlahan namun pasti syair-syair spt ini pun punah…

Hingga masa berganti, yakinlah…

Wallahua’lam

K

Qolbu ExplosionMarch 20, 2009 4:03 pm

Biarlah jalan demi jalan itu mencari jalur yang terbaik…

Jalur itu terkadang terjal, sulit dipahami dan tak terduga…

Tapi tak apa, biarlah jalan demi jalan itu terbentuk dari awal, proses hingga hasil…

Namun pembiaran itu tetap tak terduga, entah apa hasilnya kegagalan atau kesuksesan..

Pun kegagalan dan kesuksesan di mata manusia dan IA berbeda, jadi kubiarkan jalan-jalanku mencari jalur itu…

Sudah kupastikan, ku kan ambil "automatic guidance is impact" sebagai konsepsi perjalanan hidup..

Karena Ia memberikan jalan kepada hambanya sesuai apa yang dikerjakan

Sehingga sekali lagi tuntunan otomatis dari sang Rabb niscaya menjadi imbas kehidupan…

Wallahua’lam

K

 

My Opinion Only, Qolbu ExplosionMarch 17, 2009 2:03 pm

Perang dunia I & II, menunjukkan kedigdayaan barat sebagai pemenang dari runtuh-nya satu siklus peradaban. Dan pada saat itu pulang mungkin proses pencarian "form" atas peradaban barat dimulai dengan nama Imperialism itu…ya Sejahtera di balik kesengsaraan di belahan bumi lain atau bisa dikatakan keserakahan yang terencana, terorganisir cukup matang hingga hari ini mereka diikuti ibarat kiblat..kiblat peradaban. Sama halnya ketika Turki usmani, dinasti-dinasti islam, Damaskus sebagai pusat pemerintahan dan negara-negara lainnya mengarah ke satu peradaban Islam di abad pertengahan dulu.

Namun jika kita menilik lebih dalam akan satu "siklus keruntuhan itu", pastinya akan ada tanda-tanda kenapa keruntuhan itu memasuki siklus baru. Seperti kata Anis Matta di buku terbarunya, bagaimana di penghujung peradaban islam, laki-laki menjadikan wanita sebagai objek bukan sebagai manusia utuh, sebagai manusia. Seperti raja yang memiliki ratusan istri dan selir, jelas ini diluar kemampuan akan pembentukan satu tim kehidupan dalam lingkup keluarga. Begitu kira-kira yang tersirat dalam buku terbaru pak anis ini. Imbasnya kaum muslimin menjadi lemah tidak berada pada "ilahiah" pattern yang diajarkan Rasulullah.

Seiring berjalannya waktu, proses filtrasi, tekanan, dan dinding besar akan eksistensi islam kala itu semakin berada di ambang dan pada akhirnya "Hasil Dakwah" mengambil peran menjadikan islam ada, utuh dan beradaptasi di zaman dimana islam belum kembali ke atas ,dimana puncak dunia berada di tangan. Islam..keindahan tiada tara karena ia sudah dikukuhkan menjadi "Din" terakhir, maka sudah sepantasnya sebelum dunia tutup usia, Islam seharusnya kembali di atas. Mudah2an siklus keruntuhan bisa disikapi dan disiapkan apa yang memang harus disiapkan. Agar Rasulullah yang ketika membayangkan umatnya yang senantiasa teguh tanpa kehadiran-nya disamping umat, menjadi satu keniscayaan. Keniscayaan yang harus disegerakan..insyaALLAH..

Kuteringat Ibnu battuta, sang pengembara dunia, ia mendapatkan ilmu yang luas dengan mengengelilingi dunia, namun sekarang ini ilmu sudah tertulis bahkan virtual, jadi sudah semestinya umat belajar dan membaca untuk menambah ilmu, tak perlu mengelilingi dunia layaknya sang battuta, sang pengembara…

Wallahua’lam

K

Religi, Qolbu Explosion 1:04 pm

Luas, sungguh luas, jika kau tak sedang "mampu" mempelajari luasnya alam dan ketangguhan sang pencipta dari darat, sesekali lihatlah dari atas (udara). Kapal-kapal sebesar apapun kan terlihat kecil dari atas, sekuat apapun kau menggenggam dunia di urusan "dunia"-mu, maaf namun kau kan terlihat kecill sekali dari atas(udara). Maka benarlah dan patut direnungi secara mendalam, jika laut dijadikan tinta dan pohon dijadikan pena, takkan sanggup menuliskan rahmat sang "Maha Kekal" akan "layanan alam" di dunia ini. Namun watak telah menjadi watak, selain menjadi khalifatulArd, manusia di sisi lainnya menjadi sang destroyer keindahan alam.

Namun..tak apa IA telah berjanji takkan murka hingga melenyapkan si "tukang" maksiat, semuanya akan terbuka, terbuka selebar-lebarnya di yaumul hisab. Di udara pula sinergitas awan, angin dan hujan melakukan komunikasi alamiahnya, mengatur kekuatan awan yang menggumpal, pun kapan air jatuh ke daratan..fiuhh semuanya terstruktur, sangat indah. Di kala sungai bermuara ke laut, tak apa ia mencemari laut, namun laut takkan pernah kalah oleh sungai, karena kotoran sungai yang dibawanya kan lenyap di pesisir laut tak lebih. Laut menunjukkan kedigdayaan menguasai teritorial, menyediakan sumber makanan, keindahan, kajian serta discovery. Namun sekali sang destroyer kan mendompleng, jika ia memiliki waktu dan kesempatan untuk itu.

Di udara ku terhenyak, sepulang dari Pontianak berlabel seat 3E, kelas bisnis limpahan ini. Sungguh manusia harus merenung, sekali lagi jika kau tak mampu merenungi keindahan dari darat, sesekali kau naiklah ke atas..hingga kau lihat dunia dengan sinergitas dan struktur magis di sekelilingnya..

 

 

Wallahua’lam

K

Qolbu ExplosionMarch 9, 2009 1:24 pm

Dalam membaca sebuah buku hikmah ada baiknya membaca dengan jeda. Jeda disini dalam artian memahami dan membayangkan jika kisah/eksplanasi hikmah itu jika diterapkan. Jangan terburu-buru, rasakan runtunan dan susunan kata yang apik yang disusun menjadi kalimat yang bertenaga dan menggugah..

Sedang membaca buku terbaru "Serial Cinta" karya Anis Matta, mengajak kita merenungkan akan cita rasa peradaban yang sungguh indah bermodal CINTA.

Read with debugging, layaknya programmer mencari "biang" kesalahan runtunan kode yang ditulisnya.hehe..

K

Religi, Qolbu ExplosionMarch 3, 2009 3:10 pm

Hijrah merupakan salah satu langkah awal di dalam menuju satu kesuksesan. Hijrah dalam konteks islam akan senantiasa dikaitkan dengan asal mula patternalisasi Islam berhasil diwujudkan dengan gemilang di satu tanah tujuan hijrah bernama Yatsrib (Madinah). Dari sinilah semua kekuatan, manajemen akhlak serta penempatan kekuatan islam menjadi sangat mumpuni, sekali lagi ini karena hijrah.

Dalam kontekstual keduniaan, ketika kita berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya guna mendapatkan ilmu serta ridha dari ALLAH nantinya kita akan diberikan satu guideline untuk menuju satu pattern yang diinginkanNya, namun On the contrary layaknya timbal balik yang terus ada dalam kelangsungan hidup manusia jika satu insan bertujuan melakukan hijrah untuk urusan yang tidak diridhaiNya, cukuplah ALLAH yang mengetahui lamunan dan kenikmatan dunia bermacam rupa, hingga hari penghisaban menjungkalkannya ke neraka, ohh sungguh menyulitkan. 

5 hari di negeri jiran Malaysia memberikan sekelumit kisah bagaimana masyarakat disana sangat menghormati rule yang ditetapkan disana, baik penentuan aturan menyebrang jalan, keteraturan manajemen transportasi keteraturan tata kota yang apik dan keramahan (hospitality) sebagai branded orang-orang melayu nan elok itu. Multi kultur dan keragaman suku/tribes menambah "kesemrawutan positif" yang terkadang dari sisi lain terlihat sisi negatifnya dikarenakan kesuksesan menggaet tourist yang luar biasa, yang pastinya dengan tingkat "kesopanan" berpakaian sesuai adab masing-masing di negaranya dari yang beradab, bercadar hingga sedikit "biadab".

Tingkat kebersihan, kekuatan "keteraturan program" televisi yang sering diselingi dengan berlajar al-quran di beberapa channel dan peleburan etnis yang baik menjadikan Kuala Lumpur menjadi tempat yang baik dari beberapa sisi.

Aku tak perlu membanding2kan dengan negara kita, karena aspek2 tertentu yang akan melunturkan nasionalisasi namun sekali lagi dari sisi yang berbeda, generasi2 peubah sedang mencanangkan "perubahan" akhlak secara dramatis untuk membangkitkan lagi akhlak rabbani di bumi pertiwi ini. 

Hijrah lagi-lagi memberikan satu wawasan intelektual, mengajak otak tuk berpikir lebih mendalam, hingga tertarik garis lurus diluar sana dunia begitu indahnya, namun ketika keindahan tidak berada di satu keindahan akhlak bersamanya yang pastinya diinginkan oleh sang pencipta, ada yang kurang layaknya hidangan sayur tanpa garam..

"Qadaflahal mu’minun", sungguh beruntung sekali orang beriman, ooh sungguh…dunia dijadikan tempat tuk bertafakkur tuk mempersiapkan diri terus berbenah, walaupun itu tak mudah..Sungguh indah membayangkan dunia dengan peleburan akhlak islami, layaknya Cordova menjadi kiblat modernisasi eropa di abad 17-18 dan indahnya baghdad ketika itu dengan segala ilmu yang melimpah ruah..

Figured from KLCC - Petronas Park, think before throw..

Wallahua’lam

K