hmmm, judulnya sepertinya berattt ya…
Sebenarnya saya ingin mengajak kita semua membayangkan ini :
Kita berada di tengah laut lepas, dimana kapal yang kita naiki rusak sehingga tak ada harapan untuk menepi ke pulau terdekat, anda mengingat siapa???
Pesawat yang anda tumpangi berada di tingkat turbulensi sangat kuat, sehingga pesawat bergoyang dengan kerasnya, anda mengingat siapa???
Anda merasakan suatu keadaan hidup yang kalut, finansial berada di titik kritis, interaksi sosial anda bermasalah, seperti ada hal yang harus dilontarkan dan tidak ada seorang pun yang memahami apa yang ingin katakan, anda mengingat siapa???
dan ini ,
Anda teringat dengan yang namanya "kematian", yang dulunya anda sibuk dengan aktivitas dunia, namun seiring berjalannya waktu anda mulai gelisah dengan hal ini seiring dengan batuk yang semakin keras dan uban yang tak bisa diajak kompromi, anda mengingat siapa???
Temans, mungkin inilah sebagian besar kasus "manusia", yang diciptakan oleh Dzat yang maha besar, mereka dicipta namun tak mau mensyukuri apa yang diberikan sang pencipta. Namun jangan kaget jika ketika ia berada di masa sulit mereka akan meminta dan meminta, namun ketika senang, terbersit pun tidak. Inilah fenomena kita, yang saya coba sebut dengan "kegagalan interpretasi dependensi", dimana kita hanya mengingatNya dan melaksanakan secara eksis perintahnya, ketika kita ada maunya saja..
manusia..manusia..sungguh terlalu…begitu kata bang haji rhoma!
Mudah2an kita tidak termasuk orang tak sadar akan hal ini…amin
Wallahua’lam
K