Religi, My Opinion Only, Qolbu ExplosionJanuary 29, 2009 6:05 pm

istri si anu "dituding" …

menurut si fulan , si fulanah menggunakan …, namun belum ada konfirmasi dari yang bersangkutan

Terkait kasus ini, si fulan diduga melakukan …, hingga berita ini diturunkan belum ada kejelasan dan kepastian dari yang bersangkutan

yah begitulah kata-kata bersayap ala "orang-orang" pembawa kayu bakar, seperti al-quran mendeskripsikan watak istri Abu Lahab. Dimana korelasinya adalah sang pembawa kayu bakar ketika ada api sedikit saja, kayu bakar itu akan sekonyong-konyong terbakar..lalu tersebarrrrr….hmm inilah ilustrasi kata-kata bersayap ala info…ment [lagi malas melengkapi kalimat :d]. Dan model-model berita seperti ini pulalah awal munculnya "haditsul ifki" (berita bohong), ketika abdullah bin ubay bi salul mentrigger berita "fitnah" ketika shafwan menuntun ontanya dan diatasnya ada ummul mukminin Aisyah RA. Padahal pada waktu itu Aisyah tertinggal dari rombongan, dan shafwan tidak berbicara sepatah kata pun, kecuali memberikan aba2 Aisyah untuk naik ke ontanya, karena pada saat itu perintah hijab telah turun..

hmm, substansinya adalah, "Apakah manusia kontemporer penyebar kata-kata bersayap bernuansa negatif" bisa kita ibaratkan dengan "pembawa kayu bakar" dan penyebar haditsul ifki sekelas bin salul???

sungguh cikal-bakal dan regenarsi abdullah bin ubay dan istri abu lahab, sepertinya tak akan lenyap seiring berjalannya waktu..

Wallahua’lam

K

My Opinion Only, Qolbu ExplosionJanuary 23, 2009 2:30 pm

Kau tau bagaimana seorang anak yang mencapai usia 3-4 tahun sangat ingin sekali masuk TK (Taman Kanak-Kanak), di malam sebelum esok ia memulai berangkat ke TK-nya, dengan rapih dan isengnya ia kan mencoba memakai baju seragam. Lalu kau tau bagaimana sang anak ketika beranjak membeli dasi dan celana merah plus seragam putih ketika beranjak menuju sekolah dasar, masih sama, hasrat untuk sekolah terus meningkat. 6 tahun berlalu, ia rasakan seragam putih berdasi merah itu tuk terakhir kalinya, lalu dasi biru plus lambang OSIS yang bercorak kuning menghiasi seragam barunya, SMP. Ia masih terus penasaran bercampur passion untuk melanjutkan studi dan 3 tahun berlalu, seterusnya dan seterusnya..

Ya itulah gambaran keberlangsungan hidup jika dilihat dari sisi edukasi, ada keinginan menuju ke tempat dimana "kenyamanan" di nomor duakan. Ya itulah prinsip yang merasuk ke kalangan "rombongan hijrah" atau perantau, mereka keluar dari zona aman, makan gratis, cuci baju gratis, dan lain-lain. Itu terkait kepada keinginan menjadi lebih baik dan strategi hidup, sama halnya ketika rombongan mukminin mengusung kekuatan di madinah/yastrib lalu melakukan penaklukan "terindah" sepanjang masa (fathu makkah) tanpa ada setetes darah pun keluar dari kaum Quraisy ketika itu. Ya ini masalah strategi hidup..

Dalam perjalanan, entah apa yang merasuki kedalam jiwa manusia, karena kebanyakan dari kita melupakan jalan panjang itu, jalan kehidupan yang dirintis dari masa kecil hingga besar, ada yang berbelok akhlaknya ketika pindah dari zona aman hidupnya, ada yang berbelok akhlaknya ketika aktivitas rutin cenderung ke aktivitas duniawi yang melenakan dan ada pula yang berbelok akhlaknya ketika zaman turut berbelok peradabannya. Entah apa yang dipikirkan manusia pada kala itu, ombang-ambing kedigdayaan era 80-90an ketika Dunia membutuhkan Role model stabilisasi keamanan, ekonomi dan politik hingga berlabuh ke pangkuan negara benua amerika sana, USA. Hahhh, pada akhirnya keberlangsungan kesalahan role model akan berada pada titik akhirnya, ya ketika mereka goyah, dunia ikut goyah..hmm.

Dalam perjalanannya kelak, dunia akan terus berjalan, peradaban tak akan statis adanya sebagaimana imperium romawi takluk di bawah Islam di abad pertengahan dan bergeraknya studi ilmiah serta lahirnya ilmuwan abad pertengahan semacam ibn Sina, al-kindi, Khawarizm,dll. Namun seiring berjalannya waktu islam berakhir di turki ketika Kerajaan islam runtuh dan peradaban berbalik arah menuju titik bawah dalam era islam. Namun sekali lagi, Civillization akan terus berputar, dimana kita dijanjikan tak akan terus di bawah namun bendera peradaban itu semoga kan kembali lagi. Ya dengan catatan yang harus kita senantiasa pahami, ini masalah pembelajaran jangka panjang, sama halnya ketika Musa AS tergoncang tingkat kesabarannya ketika mengikuti petualangan Nabi Khidr, dan bagaimana pembelajaran "antisipasi" seorang munafik yang abadi di zaman Rasul, Abdullah bin ubay bin salul yang setelah menggerakkan "haditsul ifki" kepada Aisyah RA, tak serta merta langsung diadili, ya di setiap kejadian ada proses pembelajaran sikap. Sehingga ke depannya sang manusia-manusia penghuni akhir zaman, menegakkan kebaikan dengan "seabrek" pembelajaran dari kehidupan masa lalu…Lalu menghentak dunia dan melakukan Reset system terhadap dunia yang semakin tua..

Iqra..bacalah..

Wallahua’lam

K

My Opinion Only, Qolbu ExplosionJanuary 20, 2009 2:46 pm

Dalam lingkup kelompok, institusi formal atau bahkan perseorangan, alangkah indahnya ketika kita bisa menjaga kebaikan yang pernah dan akan kita lakukan di kemudian hari terbungkus rapi dan mereduksi jumlah orang yang mengetahui hal itu. Hal ini secara murni akan menghilangkan pernak-pernik kebaikan itu yang jika ia dipicu bisa menjadi "bukan" pernak-pernik lagi. Namun pernak-pernik itu menjadi sebuah tujuan ketika kita melakukan kebaikan.

Hmm singkatnya pernak-pernik itu semacam "kebanggaan" yang terpancar yang berharap orang tau akan hal itu, "pengharapan" baik berupa pujian dan feedback lainnya dari objek yang melihat dan merasakan imbas kebaikan yang kita lakukan. Mungkin manusia-manusia Indonesia hingga 3 bulan kedepan akan merasakan enkapsulasi janji, enkapsulasi memoria dan enkapsulasi mimpi yang didengungkan dengan meriah oleh "institusi-institusi formal" jelang yang kata "orang-orang" pesta demokrasi….aih..aih..demokrasi..demokrasi dan demokrasi , seolah-olah aku bosan mendengarnya, tapi ya apa daya begitulah bunyinya..pidip..pidip pagerku berbunyi..pidip-pidip begitu bunyinya..ups…lanjut.

Nah disinilah terpancar harapan yang ingin mereka angkat, yaitu atensi manusia awam untuk memilih mereka lalu berharap (lagi) kepada mereka hingga 5 tahun berikutnya. Temans, jika bisa pilihlah orang2 yang berada di institusi formal yang tidak menggembar-gemborkan kebaikan mereka, namun pilihlah dengan alur yang tepat yang bisa membawa restrukturisasi moral dan etika sehingga "kesopanan" kita yang selalu didengungkan kepada kita sebagai orang timur itu muncul lagi, bukan malah menuju kebobrokan moral yang di-remote melalui negeri adidaya dengan pemimpin barunya itu…[penekanannya over dependensi kepada makhluk itu agar dikurangi].

ya..semoga kita melihat lebih jauh siapa yang terus berbuat kebaikan, namun kebaikan2nya tidak dienkapsulasi menjadi wadah promosi demi jabatan 5 tahun ke depan…

Just K opinion..

Wallahua’lam

My Opinion Only, Qolbu ExplosionJanuary 17, 2009 2:06 pm

Hah…Stars seem smile to me this night, not like few days ago. Hectic day surely we ever had when we do something, but hectic day feels so free when all of the job and obligation have already done. Ya..Saturday night become great time to clean up my mind freely. On Friday midnight I must finish the module that will be presented on Saturday Morning, surely my body feel unbalance but alhamdulillah it could be handled well. On this week too, all work day, I must go home after 19.00, and surely my body feel unbalance 5 times in a day, because My self system have the common to just online and checking for email in a moment…

hah..Free Node, maybe tomorrow is not gonna free anymore, hope I could re-arrange my schedule well, and the priority is "next life relationship" that sometime is ignored..

Titik bebas, bintang seakan tersenyum, udara malam terasa cukup segar hari ini…

K

Wallahua’lam

Religi, My Opinion Only, Qolbu ExplosionJanuary 11, 2009 2:15 pm

Sudah pukul 20.58, esok sudah senin lagi, sang ayah berangkat ke kantor sedangkan si anak berkutat dengan matematika dasarnya di sekolah. Si anak menyimpan kebingungan yang sangat, apalagi ketika melihat akumulasi berita yang dimana-mana melaporkan "enkapsulasi kebiadaban" ala yahudi israel..ya palestina dihancurkan dengan semena-mena dengan dalih terrorism padahal yang berdalih merupakan terrorist sebenarnya..

Ayah, kasian ya anak-anak palestina, kan harusnya mereka sekolah dan malam ini menyiapkan baju sekolah utk esok hari..

ya nak..

Ayah, memangnya kita gak bisa kesana, jauh ya yah?, kan palestina itu di wilayah timur tengah, bukannya mesir dan arab saudi juga ada disana yah??

kita blm bisa kesana nak, ya betul mereka berdekatan dengan palestina.

Yah..ayah, Allah tidur gak sih yah??, kan palestina merupakan mayoritas islam, dan merupakan tanah yang dijamin kekayaan alamnya, karena tanahnya subur yah..ada koq di Al-quran

[sang ayah tersentak tuk menjawab pertanyaan terakhir ini]

Anakku, inilah sunnatullah, di mata kita Palestina dibombardir ialah sangat keji namun kita tak tau pandangan Allah mungkin saja Ia ingin mengambil sejumlah hambanya yang selalu teguh dengan jalan fi sabi lillah..nak bisa kamu bacakan ayat kedua dari ayat kursi?

bisa yah…audzubillahiminisyaithanirrajiim, laa ta’ khudzuhu sinatuwwalaa naum..

Begitulah nak, Allah tidak pernah tidur, pertanyaanmu mengingatkan ayah kepada nabiyullah Musa alaihissalam, ia pun ketika itu dalam rangka ingin meningkatkan keimanan menanyakan kepada Allah apakah beliau tidur, lalu Musa ditantang oleh Allah untuk memegang 2 gelas kaca, di kedua tangannya, hingga sampai kapan ia bisa menahannya..beberapa waktu berselang, musa mengantuk dan merasa lelah, dengan sekejap tanpa respon dari otaknya akibat kelelahan itu, gelas kaca itu bertabrakan dan pecah seketika…

Nak bisa kamu bayangkan jika seandainya saja Allah hanya memegang bumi dan matahari, lalu ia mengantuk, kau tau apa yang terjadi..

Fiuuhhh..bener juga ya yah, Allah tak pernah tidur, kalau tidur mungkin bumi udah hancur dari dulu ya yah..makasih yah untuk penjelasannya..oiya yah, jadi apa dong yang kita bisa berikan kepada teman2ku di palestina, kan kita sebagainya muslim layaknya satu tubuh, gitu kata bu guru agama hari jum’at kemarin..

hmm, nak kita cukupkan dengan do’a dan jihad dengan harta kita, semampunya ya nak..sang ayah menoleh ke kiri sejenak [mengusap air mata yang sedikit demi sedikit mulai tumpah]..

Allahummanshuuril mujahidin na fii phalestiin..wa fii kulli makaan..

Wallahua’lam

K

Religi, My Opinion Only, Qolbu ExplosionJanuary 7, 2009 4:06 pm

hmmm, judulnya sepertinya berattt ya…

Sebenarnya saya ingin mengajak kita semua membayangkan ini :

Kita berada di tengah laut lepas, dimana kapal yang kita naiki rusak sehingga tak ada harapan untuk menepi ke pulau terdekat, anda mengingat siapa???

Pesawat yang anda tumpangi berada di tingkat turbulensi sangat kuat, sehingga pesawat bergoyang dengan kerasnya, anda mengingat siapa???

Anda merasakan suatu keadaan hidup yang kalut, finansial berada di titik kritis, interaksi sosial anda bermasalah, seperti ada hal yang harus dilontarkan dan tidak ada seorang pun yang memahami apa yang ingin katakan, anda mengingat siapa???

dan ini , 

Anda teringat dengan yang namanya "kematian", yang dulunya anda sibuk dengan aktivitas dunia, namun seiring berjalannya waktu anda mulai gelisah dengan hal ini seiring dengan batuk yang semakin keras dan uban yang tak bisa diajak kompromi, anda mengingat siapa???

Temans, mungkin inilah sebagian besar kasus "manusia", yang diciptakan oleh Dzat yang maha besar, mereka dicipta namun tak mau mensyukuri apa yang diberikan sang pencipta. Namun jangan kaget jika ketika ia berada di masa sulit mereka akan meminta dan meminta, namun ketika senang, terbersit pun tidak. Inilah fenomena kita, yang saya coba sebut dengan "kegagalan interpretasi dependensi", dimana kita hanya mengingatNya dan melaksanakan secara eksis perintahnya, ketika kita ada maunya saja..

manusia..manusia..sungguh terlalu…begitu kata bang haji rhoma!

Mudah2an kita tidak termasuk orang tak sadar akan hal ini…amin

Wallahua’lam

K

 

Religi, Qolbu ExplosionJanuary 2, 2009 3:39 pm

Assalamualaikum,

Waalaikumsalam [sedikit terbata2]

Welcome to islam my brother.. Hope you find ultimate peace on this faith..

I think, I have [begitu katanya]

assalamualaikum

Waalaikumsalam

Itu kata singkat yang kuucapkan pada seorang muallaf Kanada paruh baya yang bekerja di United Nations yang men-declare keislamannya di Masjid Agung Al-Azhar selepas shalat jum’at hari ini. Sang ustadz sebelum mensyahadatkan sang calon muallaf bertanya kira-kira begini, "Could you share why do you want become moslem, this is one inspired story that moslems need?, could you?", ia menjawab yang intinya "I’ve been working for 15 years on few moslem country, and the point is this faith learn peace not violence".

hmm…

Lalu selepas itu, Jakarta memberikan sokongan do’a yang indah bagi para syuhada dengan aksi solidaritasnya.

Syuhada palestine, senyummu indah layaknya muslim timur tengah pada umumnya..

Syuhada palestine, kau tau dan akupun sedikit tau, tak akan ada negosiasi yang murni mendamaikan kita dengan yahudi, karena yahudi israil adalah musuh yang paling keras..

Syuhada..namun aku pun berharap, kuburmu menjadi pemandangan indahmu atas hidangan indahnya jannah yang akan kau tempati kelak..

Syuhada palestine, teriring salam dari kami, bagian tubuhmu yang terpisah negara dan waktu..karena kita, muslim, layaknya satu tubuh

Allah Maha besar, atas apapun kehendak yang diinginkanNya..

 

Wallahua’lam

K