Sudah pukul 20.58, esok sudah senin lagi, sang ayah berangkat ke kantor sedangkan si anak berkutat dengan matematika dasarnya di sekolah. Si anak menyimpan kebingungan yang sangat, apalagi ketika melihat akumulasi berita yang dimana-mana melaporkan "enkapsulasi kebiadaban" ala yahudi israel..ya palestina dihancurkan dengan semena-mena dengan dalih terrorism padahal yang berdalih merupakan terrorist sebenarnya..
Ayah, kasian ya anak-anak palestina, kan harusnya mereka sekolah dan malam ini menyiapkan baju sekolah utk esok hari..
ya nak..
Ayah, memangnya kita gak bisa kesana, jauh ya yah?, kan palestina itu di wilayah timur tengah, bukannya mesir dan arab saudi juga ada disana yah??
kita blm bisa kesana nak, ya betul mereka berdekatan dengan palestina.
Yah..ayah, Allah tidur gak sih yah??, kan palestina merupakan mayoritas islam, dan merupakan tanah yang dijamin kekayaan alamnya, karena tanahnya subur yah..ada koq di Al-quran
[sang ayah tersentak tuk menjawab pertanyaan terakhir ini]
Anakku, inilah sunnatullah, di mata kita Palestina dibombardir ialah sangat keji namun kita tak tau pandangan Allah mungkin saja Ia ingin mengambil sejumlah hambanya yang selalu teguh dengan jalan fi sabi lillah..nak bisa kamu bacakan ayat kedua dari ayat kursi?
bisa yah…audzubillahiminisyaithanirrajiim, laa ta’ khudzuhu sinatuwwalaa naum..
Begitulah nak, Allah tidak pernah tidur, pertanyaanmu mengingatkan ayah kepada nabiyullah Musa alaihissalam, ia pun ketika itu dalam rangka ingin meningkatkan keimanan menanyakan kepada Allah apakah beliau tidur, lalu Musa ditantang oleh Allah untuk memegang 2 gelas kaca, di kedua tangannya, hingga sampai kapan ia bisa menahannya..beberapa waktu berselang, musa mengantuk dan merasa lelah, dengan sekejap tanpa respon dari otaknya akibat kelelahan itu, gelas kaca itu bertabrakan dan pecah seketika…
Nak bisa kamu bayangkan jika seandainya saja Allah hanya memegang bumi dan matahari, lalu ia mengantuk, kau tau apa yang terjadi..
Fiuuhhh..bener juga ya yah, Allah tak pernah tidur, kalau tidur mungkin bumi udah hancur dari dulu ya yah..makasih yah untuk penjelasannya..oiya yah, jadi apa dong yang kita bisa berikan kepada teman2ku di palestina, kan kita sebagainya muslim layaknya satu tubuh, gitu kata bu guru agama hari jum’at kemarin..
hmm, nak kita cukupkan dengan do’a dan jihad dengan harta kita, semampunya ya nak..sang ayah menoleh ke kiri sejenak [mengusap air mata yang sedikit demi sedikit mulai tumpah]..
Allahummanshuuril mujahidin na fii phalestiin..wa fii kulli makaan..
Wallahua’lam
K