Ku tau tahun-tahun selanjutnya akan terus ada , tanpa aku, kau dan dia..dan jika sudah tiba saatnya, manusia pertama hingga terakhir akan dibangkitkan kembali bersamaan, di padang yang luas..padang mahsyar…
Dulu..mungkin dependensi seorang anak dan intensitas kerinduannya terhadap orang tua, sangatlah tinggi. Siang hari, si anak pulang sekolah, si ayah masih di pabrik, tak sulit bagi sang ayah memutar ekstensi bernomor ""624", sembari mengecek sang anak dan mendengar keluh kesahnya. Siang hari ayah pun menyempatkan diri tuk makan siang bersama, menikmati keindahan harmonika hidup & semuanya menyatu di rumah, krn tak mungkin semasa SD sudah dilepas ke perantauan.
Sore, bukanlah akhir, mobil hardtop pinjaman kantor, berwarna hijau sudah tak asing di pandangan…lil..papanya pulang tuh…tak lama, dan sebelum maghrib datang menjemput dengan kumandang azan, sang anak berlari dan melihat & membantu sang ayah membawa barang bawaan dari pabrik. Tahun demi tahun nan tak terlupa, fiuh..semuanya tetap ada..ya..di memori sang anak & tentunya ayah serta sang "pemerhati" bernama ibu..
Nak, kalau besar mau jadi apa??
mmm, jadi insinyur kayak papa..
ooo…
tahun berganti tahun, beranjak remaja..ooh berapa banyak anak-anak yang pergi jauh dari mimpi globalnya. Sungguh beruntung jika ia lebih baik dari mimpi pertamanya semasa kecil, namun apalah daya berapa banyak anak-anak beranjak remaja yang mimpinya berubah 180 derajat menjadi pedagang, putus sekolah, ngamen dan ada pula menjadi "sang pengecoh" plus sang pembuat alibi negatif tuk meminta uang lebih di tengah bulan selama di perantauan untuk "bernegatif ria". Oh, ternyata mimpi tak seindah yang dibayangkan, tak pula sedap didengar.
ooh berapa banyak manusia, yang tersedak oleh mimpi, layaknya tersedak lalu minum segelas air putih lalu hilang sedaknya tak kembali lagi…
kuteringat lantunan merdu "Kande Band" di album Kande 2-Meukondroe : alam yang dikaji semakin misteri…
Wallahua’lam
K