Di sela-sela rutinitas, dimana rutinitas dunia akan selalu membuat manusia bosan, cuek ataupun semangat. Kenapa rutinitas akan membentuk pola itu, yah begitulah adanya, semuanya kembali kepada tujuan melakukan rutinitas itu, jika tujuan salah akhirnya kita bisa goyah dan terjerembab. Rutinitas itulah yang menuntut kesabaran, selama rutinitas itu membutuhkan waktu yang panjang untuk mencapai hasil yang maksimal. Coba bayangkan ketika supir taksi senantiasa menjadi supir, bagaimana cleaning service yang menata ruangan gedung setiap hari, bagaimana seorang pegawai pergi pagi, pulang sore bertahun-tahun lamanya, serta bagaimana seorang ayah membiayai keluarga tanpa ada lelah yang tersimpan rapih dan diledakkan di tahun-tahun berikutnya…hmm pasti itu semua memiliki tujuan…
Nah sekarang parameternya adalah sekuat apa kita bertahan, hanya karena sekuat apa "tujuan" yang kita miliki.
Sungguh kasian memang jika tujuan kita hanya "dunia", yang selalu melenakan..dan terkadang kita pun terlenakan..
Temans, kita coba ya menetapkan tujuan itu di awal, agar ketika kita sudah menaiki kapal kehidupan yang deras ombaknya, kita tak goyah dan mabuk di laut lepas sana..
Refleksi Milad 2 hari yang lalu..umur semakin berkurang..dan semakin banyak saja yang bertanya dengan prefix "kapan? dan udah ada belum?"
hehe..
Wallahua’lam
K