Religi, My Opinion Only, Qolbu ExplosionDecember 31, 2008 3:09 pm

Ayah..ayah mm, sekitar 2 jam 7 menit lagi tahun masehi atau syamsiah akan berubah jadi 2009…bener kan yah??, bener??

Oh iya ya.. [sang ayah sambil garuk-garuk kepala ketika mereka sedang melihat langit bersama]..

hmm indah ya langit malam ini, ruamee, ada warna-warninya yah..

hmm, iya ya..nak sebenarnya di balik warna-warni itu tersimpan makna indah yang jika ayah ceritakan, mungkin suatu saat ada yang lebih indah darinya..

apa sih yah..maksudnya [giliran sang anak yang garuk-garuk kepala mencerminkan kebingungan yang sangat]

Nak, sekarang coba kamu liat ke atas, suara petasan itu hanya sekejap walau ia memancarkan warna yang menarikkk sekali..itulah dunia, dunia memang sedap dipandang mata, walau ia hanya sebentar saja..buanyaaak sekali manusia-manusia yang terlenakan, layaknya manusia yang senaang sekali ketika melihat dan memainkan petasan itu, padahal masih banyak pekerjaan "akhlak" yang harus mereka perbaiki..

iya juga ya yah..bentar doang bunyinya tuh petasan..eeeeh abis itu hilang deh, kagak berasa..hehe

hehe, tapi nak walaupun itu cuma sementara, tapi di monas mungkin ada ribuan manusia yang "menghambur" waktunya, hanya untuk meniup terompet di ketika pukul 00.01..itulah dunia nak, banyak sekali yang dilenakan olehnya..namun kita juga patut kagum pada manusia2 terpilih yang memilih mengikuti program muhasabah (introspeksi) akhir tahun di masjid-masjid besar yang jaraknya hanya 200 meter dari monas, merekalah yang tak diperdayakan oleh dunia nak..

hmm bener juga ya yah..betul..betul, eh yah ngomong2 kita kan gak kemana2 malam ini, kita termasuk yang terlenakan oleh dunia gak ya??

hehe [sang ayah tersenyum bingung, karena pertanyaan cerdas dari sang anak], hmm tumben nak pertanyaanmu mulai agak keren sekarang..hahaha..

hehehe…

kita semoga saja orang yang berada di tengah-tengah nak, karena hari ini cuma di rumah saja, asalkan tak ada maksiat yang lebih besar dari "menghamburkan waktu" yang kita lakukan sekarang, kan kita sedang membaca ayat qauniyahnya sang khalik..

ooo iya ya yah..setuju-setuju..

Wallahua’lam

"sebuah obrolan"..

K

Religi, Qolbu ExplosionDecember 28, 2008 8:15 am

Akhir tahun 2008 sedang berjalan, mungkin inilah titik-titik terakhir kehidupan yang akan kita jalani di tahun ini. Ada senang, pasti ada sedih. Ada Berkah dan pasti ada musibah..Kehidupan memang menuntut kebolak-balikan kejadian, baik itu terjadi pada satu insan maupun lebih. Ada masa dimana kehidupan seorang insan terasa sangat kecil, walaupun ia memiliki mimpi sangat besar sekalipun. Ada insan yang larut dalam kesedihannya, namun ada pula yang mengantar peti jenazah anggota keluarganya dengan tegar, ini hanya masalah mensikapi satu hal yang sama, namun penyikapannya bisa berbeda jauh. Beberapa hari lalu, "gelombang raya" yang disebut oleh sebagian "ureung" aceh alias tsunami baru saja diperingati, 4 tahun seakan-akan baru kemarin saja, memoria tentang alam yang menghapus nyawa ratusan ribu "ureung" aceh. Namun masa tak akan kembali ke titik yang sama, para korban terlihat sangat segar dan tabah, mereka memiliki environment baru dan passion baru, sekalipun tanpa mereka, orang terdekat..itulah yang bisa aku gambarkan ketika melihat salah satu acara TV tadi malam yang menceritakan kilas balik "gelombang raya".

Selang sehari tepatnya tanggal 27 Desember tahun ini, membuat satu rasa sedih yang tak bisa kusampaikan secara langsung, padahal keinginan pulang sangatlah tinggi, namun "hijrah" sudah terikrar dan belum mungkin ku tuk pulang lagi. Kakekku, yang sering kupanggil kakek ompong telah dipanggil oleh sang pemanggil, sang khalik yang bisa kapan saja memanggil orang-orang yang ingin dipanggilnya. Kakekku dari lamno, kakek ompong, dulu semasa kecilku dulu, ia sering mampir ke rumah komplek membawa guci-guci tua yang ia jual ke Banda Aceh. Ia sangatlah energik dan sungguh jenaka, kami sekeluarga selalu rindu akan beliau. Tak jarang ketika datang bersama nek maneh, mereka membawa ‘cue (sejenis keong) yang sangat familiar di Lamno, kadang mereka membawa tirom (tiram), kerang plus daun pukis , sayur kesukaan abangku. Memoria yang tak tergantikan, kejenakaan dan kekuatan senyum dan tabahnya merefleksikan suatu kekuatan hidup. Selama perantauan, pulau tak bergandeng, rumah pun tak mudah dijangkau, jika kupulang setahun sekali aku sudah mulai jarang ketemu kakek ompong, terkadang jika aku pulang dia di Lamno, dan terkadang ketika aku sudah tiba lagi di tanah rantau, ia baru tiba di Banda Aceh, seakan tangan dan senyum tak sampai..

Kek..kakek ompong yang ketika melihat jam tangan dual screen ku selalu senang, kakek ompong yang ketika dulu kuingin sayur plik u, kami bersama ke pasar atjeh tuk membeli buah duku. Kenangan tinggal kenangan, namun hati tetap terikat, hanya satu pintaku, kepada sang penerima "pinta" hambanya, semoga dzikirKu dan alunan yasin kemarin yang kukirimkan kepadanya sampai, dan menjadi salah satu keteguhannya di dalam kubur. Rabb, aku bukanlah hambaMu yang terbaik, rabb..namun berilah aku satu waktu tuk meminta, Rabb… Ampuni dosanya dan Rabb..terimalah segala amalnya sebagai cahaya yang menyinari kuburnya dan melihat jannahMu..

Dimasa-masa ini pula, kumelihat satu keinginan yang "unstructured" yang ingin kuraih, memberi dan berpera n di bumi, semoga sang khalik memberikan "right path", sehingga ketidakteraturan keinginan ini bukan hanya bualan, namun suatu saat ketika ruh dan jasad masih bersama dan bersahabat..kuingin semua menjadi nyata, dengan RidhaMu karena tanpanya semuanya menjadi kosong dan hampa. Kakek ompong..semoga ALLAH senantiasa menjagamu..

Wallahua’lam

K

Qolbu ExplosionDecember 25, 2008 1:59 pm

On the idle time, I often think some consideration that sometime look so abstract. Although it seem abstract, I saw the linkage between the one consideration with another one. The "time" today going so fast, surely this is the one of impact after doing over job, and hopefully it will go normally someday. With this over job, I can’t manage the time well, to split it for each needs, such as reading, writing, studying and surely increasing ability to learn about life better. I always try to survive and adapt myself with the condition is running now, but once again, time sometime beat me. After this project I need to re-filter myself, clean up the "dream board", so that My step life don’t break on the static place. I realize , many time today that I spent to finish my job, on the another side I really want help each other on the part that I can, hope this condition will be back, when my daily activity will go normally..hope it happen soon..

K on hesitating mode, that hopefully gone after write this up.

 

My Opinion Only, Classical Moment, Qolbu ExplosionDecember 16, 2008 4:27 pm

Ku tau tahun-tahun selanjutnya akan terus ada , tanpa aku, kau dan dia..dan jika sudah tiba saatnya, manusia pertama hingga terakhir akan dibangkitkan kembali bersamaan, di padang yang luas..padang mahsyar…

Dulu..mungkin dependensi seorang anak dan intensitas kerinduannya terhadap orang tua, sangatlah tinggi. Siang hari, si anak pulang sekolah, si ayah masih di pabrik, tak sulit bagi sang ayah memutar ekstensi bernomor ""624", sembari mengecek sang anak dan mendengar keluh kesahnya. Siang hari ayah pun menyempatkan diri tuk makan siang bersama, menikmati keindahan harmonika hidup & semuanya menyatu di rumah, krn tak mungkin semasa SD sudah dilepas ke perantauan.

Sore, bukanlah akhir, mobil hardtop pinjaman kantor, berwarna hijau sudah tak asing di pandangan…lil..papanya pulang tuh…tak lama, dan sebelum maghrib datang menjemput dengan kumandang azan, sang anak berlari dan melihat & membantu sang ayah membawa barang bawaan dari pabrik. Tahun demi tahun nan tak terlupa, fiuh..semuanya tetap ada..ya..di memori sang anak & tentunya ayah serta sang "pemerhati" bernama ibu..

Nak, kalau besar mau jadi apa??

mmm, jadi insinyur kayak papa..

ooo…

tahun berganti tahun, beranjak remaja..ooh berapa banyak anak-anak yang pergi jauh dari mimpi globalnya. Sungguh beruntung jika ia lebih baik dari mimpi pertamanya semasa kecil, namun apalah daya berapa banyak anak-anak beranjak remaja yang mimpinya berubah 180 derajat menjadi pedagang, putus sekolah, ngamen dan ada pula menjadi "sang pengecoh" plus sang pembuat alibi negatif tuk meminta uang lebih di tengah bulan selama di perantauan untuk "bernegatif ria". Oh, ternyata mimpi tak seindah yang dibayangkan, tak pula sedap didengar.

ooh berapa banyak manusia, yang tersedak oleh mimpi, layaknya tersedak lalu minum segelas air putih lalu hilang sedaknya tak kembali lagi…

kuteringat lantunan merdu "Kande Band" di album Kande 2-Meukondroe : alam yang dikaji semakin misteri… 

Wallahua’lam

K

Religi, Qolbu ExplosionDecember 12, 2008 5:09 pm

Hari-hari ini berada di titik pertengahan dimana secara kasat mata terlihat ketidakstabilan pengaturan bumi, 10 menit hujan lalu cerah dan hujan lagi, padahal IA punya kuasa akan apapun, manusia belajarlah

Pasca idul kurban dan disela-sela membaca arti ayat suci al-quran, aku mempelajari ternyata di setiap kehidupan manusia, hewan dan makhluk lainnya ada pertimbangan-pertimbangan "mengapa" mereka diciptakan..hmm klo bahasa "K Research Center" adalah Life Consideration. Sapi/kambing/kibas/onta yang merupakan klasifikasi hewan dan jika kita tarik satu garis lurus pada konteks idul kurban, diciptakan untuk membantu manusia melakukan aktivitas kesehariannya untuk beternak, menjadi kendaraan dan yang terakhir "diciptakan" untuk menjadi makanan manusia..nah itulah kodrat mereka. Pada diri hewan-hewan itulah kita bisa mengambil pelajaran berharga akan adanya "dependensi" antar makhluk, dan saling menguntungkan. Lalu jika kita lihat tanaman, kita ambil saja padi/beras yang bisa kita tarik garis lurus dari konteks zakat fitrah , rutin menjelang perginya bulan ramadhan. Nah padi diciptakan oleh sang khalik untuk dikonsumsi, sebagai sarana dagang dan bersedakah. Alangkah sedihnya, "si sebutir nasi", ketika kita sedang makan, ia tertinggal dan terbuang di tong sampah, padahal andaiiii saja ia bisa berbicara, mungkin ia bergumam, kenapa kau tak makan aku???

Di sela-sela tanaman dan hewan lahirlah makhluk termulia, namun memiliki potensi untuk hina di depan sang pencipta, merekalah manusia..pertimbangan terbesar kita diciptakan adalah menjadi khalifah di muka bumi..ya menjadi pemimpin. Telah dijelaskan setiap makhluk/manusia merupakan pemimpin bagi dirinya lalu keluarganya. Nah satu tugas terbesar bagi kalian orang-orang yang memiliki potensi memimpin sejak lahir…semoga kita menjadi pemimpin di muka bumi di posisi tertinggi, dimana kita berusaha merubah "sistem" yang sanggup kita jangkau, jika sistem itu lebih dekat kepada pemborosan dan kebobrokan yang bercelah.

Hanya satu solusi ketika berada pada sistem "buruk", memimpinlah..be a leader lalu rubahlah dari dalam…

"Dan hewan ternak telah diciptakanNya untuk kamu, padanya ada(bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan" (An-Nahl : 5)

"Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar(ikan) darinya, dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai…." (An-Nahl : 14)

Manusia..belajarlah..

Wallahua’lam

K

My Opinion Only, Qolbu ExplosionDecember 8, 2008 2:13 pm

Di salah satu televisi swasta malam ini dihadirkan satu dialog ekonomi yang membicarakan perbandingan antara ekonomi Indonesia dan Malaysia. Seperti kita ketahui, negeri jiran sedang mengalami instabilitas politik saat ini. Nah yang saya tidak habis pikir, topik yang diangkat adalah benarkah "ekonomi Indonesia berada di atas Malaysia" ???, fiuhh, aneh, sepertinya topik ini belum perlu diangkat, karena pertanyaannya langsung di jawab oleh program/acara selanjutnya di stasiun televisi yang sama, dimana Hari fitri ini, di beberapa daerah, kericuhan terjadi ketika pembagian hewan kurban…fiuhh (menghela nafas lagi)..

so haruskah kita membanding2kan sesuatu yang "sia-sia"..

Aneh yang "absurd", begitu bahasa kerennya..Aneh yang tidak masuk akal..

Tidur ah…besok udah "start" lagi.

Qolbu ExplosionDecember 4, 2008 3:54 pm

Di sela-sela rutinitas, dimana rutinitas dunia akan selalu membuat manusia bosan, cuek ataupun semangat. Kenapa rutinitas akan membentuk pola itu, yah begitulah adanya, semuanya kembali kepada tujuan melakukan rutinitas itu, jika tujuan salah akhirnya kita bisa goyah dan terjerembab. Rutinitas itulah yang menuntut kesabaran, selama rutinitas itu membutuhkan waktu yang panjang untuk mencapai hasil yang maksimal. Coba bayangkan ketika supir taksi senantiasa menjadi supir, bagaimana cleaning service yang menata ruangan gedung setiap hari, bagaimana seorang pegawai pergi pagi, pulang sore bertahun-tahun lamanya, serta bagaimana seorang ayah membiayai keluarga tanpa ada lelah yang tersimpan rapih dan diledakkan di tahun-tahun berikutnya…hmm pasti itu semua memiliki tujuan…

Nah sekarang parameternya adalah sekuat apa kita bertahan, hanya karena sekuat apa "tujuan" yang kita miliki.

Sungguh kasian memang jika tujuan kita hanya "dunia", yang selalu melenakan..dan terkadang kita pun terlenakan..

Temans, kita coba ya menetapkan tujuan itu di awal, agar ketika kita sudah menaiki kapal kehidupan yang deras ombaknya, kita tak goyah dan mabuk di laut lepas sana..

Refleksi Milad 2 hari yang lalu..umur semakin berkurang..dan semakin banyak saja yang bertanya dengan prefix "kapan? dan udah ada belum?"

hehe..

Wallahua’lam

 

K