Jakarta oh jakarta..aku kembali tuk mengadu nasib..berikut sekelumit kisah di nanggroe tercinta ketika melakukan "aksi pulang kampung" periode V.
Pada hari raya ke-4, pergi jalan-jalan ke saree melewati selimeum, indrapuri, gunung selawah, dll. Kami sedang menikmati air tebu di pinggir jalan. Abang saya dengan kaki kanan di atas kursi sedang melahap mie goreng terbungkus daun pisang seharga Rp.1000, bagi yang ingin kenyang cukup makan lima bungkus, murah - meriaaaaahhhh…oiya waktu saya masih muda, rata-rata air tebu diperas menggunakan kaki dan alat seadanya, sekarang udah pake mesin penggiling…rasanya, segarrrr…."aceh gitu loh…", ups…chauvinisme yang berlebihan. Lanjut….
liaaaaaaa, namanya ulia, kalo dipanggil liaaaaa, cuma menoleh dengan wajah innocent tapi kalo dikasih kue hari raya langsung diambil dan kalo menunjuk kipas angin pasti bilang …"mooo..mooo". Si lia, anak kak mi yang bantu gosok baju…
Suasana Masjid Raya Baiturrahman tanggal 10-10-08, sehari sebelum kepulangan Hasan Tiro yang akan menyampaikan pidatonya disini. Terlihat tenda-tenda yang sedang disiapkan. Keesokan harinya rumput hijau ini terpijak oleh ribuan sendal orang aceh yang melihat dan mendengar pesan "wali nanggroe"..Jum’at itu pertama dan terakhir aku shalat jum’at di masjid raya di kepulangan periode V, khatibnya Ust. H.Ir Faizal Ardiansyah, sekitar 10 tahun lalu aku masih ingat, ia sering mengisi kajian tarawih di komplek kami..
Sehari sebelum kepulangan, ayahku mengantarku ke lokasi PLT Listrik milik PLN yang terdampar ke daratan dari laut yang berjarak cukup jauh, lokasi di Pungee..Subhanallah, sayang manusia kembali lupa akan hakikat tsunami yang sarat "makna"..kaffahnya islam di aceh menjadi impian masyarakat aceh yang selalu "memiliki" aceh, seperti dialogku dengan penjual ikan yang sering mampir ke rumah.
And Jakarta, I’m back….foto diambil dari dalam pesawat ketika landing di bandara soekarno-hatta, sesaat setelah pilot mengatakan, "Flight attendant, prepare for landing…"
Hanya sekelumit..mudah2an bermanfaat suatu saat…
K