Sudah setengah perjalanan aku berada di kampung halaman, menikmati hari demi hari dan lika-likunya. Menyambut hari kemenangan, berinteraksi dengan keluarga dan teman lama. Dalam runtunan hari demi hari ini, tantangan yang masih bertumpuk dihilangkan sejenak, pagi hari yang sejuk dan jalanan yang lengang di beberapa hari kemarin membuat aku serasa keluar dari zona rutinitas yang penuh asap di ibukota. ahh…alhamdulillah hari-hari santai ini kunikmati..

Pagi dimulai dengan alarm handphone beraliran nasyid, tepat pukul 5 pagi, lalu bersiap tuk mengisi "absensi" akhirat ke meunasah (mushola). Bunyi motor di kesunyian pagi, dan 1 saf jama’ah yang kadang tak penuh merupakan pembuka pagi di beberapa hari ini. Terkadang tidur lagi sejenak, sarapan, minum milo hangat, dan kadang pula nangkring di sekitar tugu (pusat studi mahasiswa unsyiah) , lalu menyalakan wireless connection untuk menggunakan fasilitas hotspot gratis dari unsyiah maksimal 60 menit bagi unregistered user..Oiya sarapan dan milo hangat di pagi hari tidak pernah dipusingkan dengan "duit", alhamdulillah semua sudah tersedia di meja, yang disiapkan oleh orang tua tercinta, berbeda dengan di ibukota..hehe..duit mengalir deras dari dompet tanpa henti, dari ongkos angkot trusss sampe pulang lagi.

Pagi ini, sepulang shalat subuh dengan motor legendaris semasa SMA (shogun 2002), di sela-sela hawa pagi di jalan bebatuan terbesit pikiran, "aku tak ingin kembali lagi, dan tetap disini…"

serta merta intervensi dari sumber yang tak teridentifikasi muncul,

"maksud loh?????, jadi apa guna kau proklamirkan perantauanmu di tanggal 10 Juli 2003 itu hah???, sekarang gak mau balik lagi????, teman,..pertarungan masih panjang&perantauan itu tlah membentuk pola pikirmu dan sekarang kau tak ingin kembali lagi???..kembalilah ke zonamu anak muda, petik mimpi-mimpimu yang sedang menunggu masak, lalu baru kau pulang.."

Pikiran itu hilang dan akan muncul di saat yang tepat [lagi]..

K
6.12 di pagi hari.