allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar, laa ila ha illallah huwallahuakbar allahuakbar walillahilhamd..
Biarkan tulisan-tulisan selama di "gampong", terus berbau memoria. Tak apa, biar nanti jika IA memberikan ku hidup lebih lama, ada senyum dan memoria yang bisa kuingat lagi melalui tulisan ini suatu saat nanti. Jika tepat sebulan lalu aku merindukan ramadhan mubarak ini, hari ini dan malam ini, ia akan pergi…
Malam terakhir di bulan suci atau lebih tepatnya sejak kemarin, Aceh sudah diguyur hujan yang sudah dari awal puasa tak pernah turun, mudah2an ini pertanda berkah yang sang khalik turunkan di bumi "nanggroe" tuk membuka pintu syawal. Batin terketuk lagi, di meunasah kampungku, yang sudah sejak sekitar 7 tahun lalu menjadi tempat peristirahatan "qalbu" ketika ia rindu dengan sang khalik, meunasah yang penuh kenangan. Hari ini di Maghrib yang masih sejuk, selepas shalat berjama’ah, takbir dikumandangkan di seantero meunasah (mushola) dan masjid di Aceh, termasuk di meunasah gampong-ku dan selepas isya pun takbir terus dikumandangkan, memuji kemaha besaran dan keesaan sang khalik. Ketika aku memejamkan mata sejenak seiring takbir yang terus terucap di bibir, terbesit masa-masa muda, 2 tahun yang lalu ketika "bang yani" masih ada, ku ingat, pastinya Ia-lah yang akan memegang "microphone" lalu memimpin takbiran dengan suaranya yang keras nan merdu. Ketika itu meunasah masih tergolong kecil, terkadang jika shalat ied pun tak muat jika diadakan didalam, tapi sekarang sudah ada ekspansi meunasah, hingga semoga saja esok bisa menampung seluruh jama’ah.
Ada harapan yang kucoba sampaikan kepadaNya, ketika memposisikan diriku sebagai hamba yang berusaha tuk mengisi berkah ramadhanNya, sebisaku, tak seperti hambaNya yang secara konsisten menjemput lailatul qadr, ku mencoba meminta dan bertanya, apakah aku, kau dan kita semua termasuk orang-orang yang menang, ketika takbir-takbir itu bersahut-sahutan???..semoga saja..
Ada Sedikit perubahan yang agak mengusikku di meunasah tahun ini, suara/dering ring tone HandPhone ketika shalat sedang dijalankan, dulu ketika awal 2000an, suara itu tak ada..fiuhh zaman sudah berubah, tapi jika Umar Ibn Khattab RA. ada sekarang ini, maaf cakap, sang pemilik handphone entah bagaimana keadaannya sekarang???hehe…
Sahabat, mudah2an kita menang ketika membuka pintu syawal ya..amin..
K