Religi, My Opinion Only, Qolbu ExplosionOctober 29, 2008 4:49 pm

Dunia bergejolak, bumi sedikit bergetar karena ia disisihkan dan tak dibersihkan lalu manusia dengan polosnya membuang "aqua gelas" kosong sembarangan tanpa ada rasa salah, kemana sampah itu terbawa dan siklus 5 tahunan akan terus menjadi siklus…banjir..

Menilik ke belakang dan melihat bayang samar-samar yang terjadi di masa depan, ku berpikir bagaimana jika setiap keluarga membuat satu Pattern, dimana itu akan memberikan satu fundamental sikap / behaviour seluruh anggota keluarga di dalamnya , untuk memiliki sikap yang sama di dalam melihat satu kasus dan bagaimana menerima alur hidup. Seorang ayah memberikan contoh bagaimana "merespon" sapaan kerabatnya dengan sopan  dan senyum, lalu bagaimana si ibu memberikan menuntun sang anak memakai kain sarung, ketika ia sudah mulai shalat, lalu bagaimana ketika sang ayah mengontrol "marahnya" dan mengkonversikannya dengan keramahan kepada anak-anaknya terhadap apa yang salah dari mereka, walaupun harus menghela napas sejenak untuk itu. Lalu bagaimana sang ibu di kala anaknya masih kecil untuk mensikapi keadaan, baik senang maupun susah, lalu memfiltrasi "polusi" zaman melalui televisi dan sikap "unpollite" pada sesama. Ohh, indah ketika ada satu Pattern yang menjadikan manusia berakhlak dan saling memahami.

Entah sampai kapan bumi kan terus berputar di porosnya, tak seperti manusia yang sering bosan pada rutinitas statisnya, apalagi rutinitas itu baik…Entah seperti apa pola "pencekikan" moral ini berasal, padahal ribuan tahun lalu, ketika deklarasi "akhlak" dan peradaban itu muncul, tumbuh satu komunitas ideal yang mencerminkan prinsip ketaatan pada "sang khalik" , dan imbasnya adalah kerukunan serta penguasaan dunia dengan arif dan bijaksana. Bagaimana seorang umar ibn khattab menaklukkan palestina, tanpa menggusur rumah peribadatan lainnya dan menghormati mereka dan entah bagaimana "ketaatan" bisa mengalahkan siksaan dan cercaan ketika nubuwah masih berjalan 10 tahun dan pasca wafatnya abu thalib sebagai "tembok besar" islam.

Satu Pattern / pola yang sebenarnya ada dan ideal, telah terkubur seiring zaman, dan ketika ayat-ayat qauliyah yang dibungkus rapi dan terstruktur dalam qalam al-quran, telah berlapis debu dan tak pernah dibuka lagi lalu buku-buku tebal "sirah" / biografi Rasulullah yang sangat mahsyur dan menakjubkan, tak pernah habis stoknya di toko-toko buku besar di bumi ini…oh, Pattern itu ada, namun kita seperti tak melihatnya…sekali lagi zaman menutupnya dengan "syair-syair" lagu yang enak didengar dan dihafal, hingga balita pun tak sulit untuk menyanyikannya..

Semoga saja pola - pola ideal ini akan kembali, dimulai dari komunitas terkecil bernama keluarga, lalu akan membentuk suatu "Miniatur peradaban" , dan dunia akan menyambut miniatur itu, ketika ia semakin banyak dan kebaikan menjadi satu kebiasaan..

Ups..ini tulisan ke "205"…Serius Mode : ON.

Wallahua’lam

K

Qolbu ExplosionOctober 25, 2008 4:42 am

Today is the first time, that I share my college experience to all new comers student, especially majoring IT. Making the structural presentation & present it to audience about 100 student not too easy. I try to share the achievement that I got when still a student, surely this is big issue, because I only try to stimulate them, so that could reach all their dream..that’s all.

How to make it sure to burn the spirit, how to rebuild the spirit and how to manage the time on the college, hope that useful for them.

Thanks for the audience and committee, this is my first "one man show" event that sharing and motivating on middle scale event & surely first "insentif" too emoticon.

Alhamdulillah…

K

Religi, IT Geek :::, Qolbu ExplosionOctober 16, 2008 4:10 pm

Kisah lama

Beberapa bulan ia menghilang dari peredaran, sang programmer arab. Karena sibuk mengurusi bisnis keluarga di bidang perminyakan yang dalam waktu belakangan ini "menjadi" heboh, akibatnya naiknya harga minyak dunia. Walaupun krisis ekonomi global masih menyelimuti dunia,akibat "rezim" west civillitation yang sepertinya banyak mencampuri urusan rumah tangga negara lain, dan sekarang ini mereka sedang sibuk mengurus rumah tangga mereka sendiri…

ups, ngawur dikitt…intinya Programmer Arab is back…

Dalam project yang sedang ia kerjakan sekarang ini, kegiatan masih sama, keseharian akan dibuka dengan kode-kode program dan hingga sore dan malam hari, ia terus berkutat di depan monitornya, bersama kode-kode itu. Al-Khawa ( Red. nama sang programmer arab ) kali ini sedang berada di titik yang menuntut pengorbanan waktu, bagaimana tidak, karena project sedang berada di "critical interval"..pusing, lelah namun masih bisa tersenyum, karena bekerja ( bermaisyah ) adalah anjuran dinul islam bagi manusia. Al-khawa menikmati kesehariannya ini, tak ada lelah yang tak bisa hilang, begitu pula tak ada error yang tak bisa teratasi, begitu katanya..

Dalam lamunannya kemarin sore, ketika tubuh sedikit goyah karena kurang istirahat, ia menuliskan beberapa pesan yang baru saja ia temukan, seiring berjalannya waktu :

Temans, hari ini aku melihat 2 fakta dan fakta terakhir ini barulah kutemui ; Jika kau ingin mengetahui tabiat asli teman-teman di sekitarmu, mudah saja…yang pertama kau akan melihatnya ketika kau pergi bersama mereka ke suatu training/camping yang menuntut kerjasama dan eksistensi "kerja tim" yang kental selama camping atau pelatihan itu. Saat itu kau akan bisa melihat siapa yang senang bercanda, berkorban, leader dan follower…dan fakta kedua, jika kau ingin mengetahui tabiat asli teman-temanmu, sering-sering lemburlah sebagai seorang programmer, kau akan melihat mereka mengeluarkan "gerak-gerik tubuh yang aneh" ketika error keluar dan begitu pula ketika programnya selesai, lalu ada yang bersiul-siulan sendiri di depan monitor dan seiring lagu "kisah-kasih di sekolah (chrisye) diputar [RED.ternyata cukup populer juga ya di arab..]" , mereka akan mengeluarkan suara-suara lirih mereka tuk menyanyi bersama, namun mata tetap memandang kode-kode itu dan tangan bersiap di keyboard, saat lembur, kau akan melihat tabiat mereka sebenarnya…

ohh…manusia, sering lupa akan eksistensi ilahiah, padahal sang khalik tak pernah tidur walaupun sepersikan detik pun..jika saja IA lengah, bumi tak mungkin bertahan lama sampai berabad-abad lamanya, tak tertabrak oleh jutaan bintang di sekitarnya serta tak keluar dari porosnya, ketika mengelilingi matahari..oh manusia sadarlah akan eksistensi Rabbmu….

wallahua’alam

[Kisah Al-Khawa, hanya fiktif, namun semoga bermanfaat…]

K

My Opinion Only, Qolbu ExplosionOctober 15, 2008 12:03 am

Semangat itu cuma "kata", namun ketika kata itu dimengerti maknanya & dilontarkan, akan ada satu bentuk eksistensi diri yang ingin timbul dan menstimulus tubuh untuk meningkatkan hasrat untuk beraktivitas lebih baik…

Semangat cuma kata, namun jika kata dimaknai ia akan menjadi tak sekedar "kata"..

Layaknya manusia-manusia sukses diluar sana, yang terus meluruskan benang-benang kusut lalu kembali menjahit dan menghasilkan sebuah pakaian dan layak pakai, tak hanya untuknya namun untuk orang lain.

K

Religi, Classical Moment, Qolbu ExplosionOctober 12, 2008 2:05 pm

Jakarta oh jakarta..aku kembali tuk mengadu nasib..berikut sekelumit kisah di nanggroe tercinta ketika melakukan "aksi pulang kampung" periode V.

 

From Sekelumit27Sept-12Okt 2008

Pada hari raya ke-4, pergi jalan-jalan ke saree melewati selimeum, indrapuri, gunung selawah, dll. Kami sedang menikmati air tebu di pinggir jalan. Abang saya dengan kaki kanan di atas kursi sedang melahap mie goreng terbungkus daun pisang seharga Rp.1000, bagi yang ingin kenyang cukup makan lima bungkus, murah - meriaaaaahhhh…oiya waktu saya masih muda, rata-rata air tebu diperas menggunakan kaki dan alat seadanya, sekarang udah pake mesin penggiling…rasanya, segarrrr…."aceh gitu loh…", ups…chauvinisme yang berlebihan. Lanjut….

From Sekelumit27Sept-12Okt 2008

liaaaaaaa, namanya ulia, kalo dipanggil liaaaaa, cuma menoleh dengan wajah innocent tapi kalo dikasih kue hari raya langsung diambil dan kalo menunjuk kipas angin pasti bilang …"mooo..mooo". Si lia, anak kak mi yang bantu gosok baju…

From Sekelumit27Sept-12Okt 2008

Suasana Masjid Raya Baiturrahman tanggal 10-10-08, sehari sebelum kepulangan Hasan Tiro yang akan menyampaikan pidatonya disini. Terlihat tenda-tenda yang sedang disiapkan. Keesokan harinya rumput hijau ini terpijak oleh ribuan sendal orang aceh yang melihat dan mendengar pesan "wali nanggroe"..Jum’at itu pertama dan terakhir aku shalat jum’at di masjid raya di kepulangan periode V, khatibnya Ust. H.Ir Faizal Ardiansyah, sekitar 10 tahun lalu aku masih ingat, ia sering mengisi kajian tarawih di komplek kami..

 

From Sekelumit27Sept-12Okt 2008

Sehari sebelum kepulangan, ayahku mengantarku ke lokasi PLT Listrik  milik PLN yang terdampar ke daratan dari laut yang berjarak cukup jauh, lokasi di Pungee..Subhanallah, sayang manusia kembali lupa akan hakikat tsunami yang sarat "makna"..kaffahnya islam di aceh menjadi impian masyarakat aceh yang selalu "memiliki" aceh, seperti dialogku dengan penjual ikan yang sering mampir ke rumah.

 

From Sekelumit27Sept-12Okt 2008

And Jakarta, I’m back….foto diambil dari dalam pesawat ketika landing di bandara soekarno-hatta, sesaat setelah pilot mengatakan, "Flight attendant, prepare for landing…"

Hanya sekelumit..mudah2an bermanfaat suatu saat…

K

Religi, Classical MomentOctober 6, 2008 12:11 am

Sudah setengah perjalanan aku berada di kampung halaman, menikmati hari demi hari dan lika-likunya. Menyambut hari kemenangan, berinteraksi dengan keluarga dan teman lama. Dalam runtunan hari demi hari ini, tantangan yang masih bertumpuk dihilangkan sejenak, pagi hari yang sejuk dan jalanan yang lengang di beberapa hari kemarin membuat aku serasa keluar dari zona rutinitas yang penuh asap di ibukota. ahh…alhamdulillah hari-hari santai ini kunikmati..

Pagi dimulai dengan alarm handphone beraliran nasyid, tepat pukul 5 pagi, lalu bersiap tuk mengisi "absensi" akhirat ke meunasah (mushola). Bunyi motor di kesunyian pagi, dan 1 saf jama’ah yang kadang tak penuh merupakan pembuka pagi di beberapa hari ini. Terkadang tidur lagi sejenak, sarapan, minum milo hangat, dan kadang pula nangkring di sekitar tugu (pusat studi mahasiswa unsyiah) , lalu menyalakan wireless connection untuk menggunakan fasilitas hotspot gratis dari unsyiah maksimal 60 menit bagi unregistered user..Oiya sarapan dan milo hangat di pagi hari tidak pernah dipusingkan dengan "duit", alhamdulillah semua sudah tersedia di meja, yang disiapkan oleh orang tua tercinta, berbeda dengan di ibukota..hehe..duit mengalir deras dari dompet tanpa henti, dari ongkos angkot trusss sampe pulang lagi.

Pagi ini, sepulang shalat subuh dengan motor legendaris semasa SMA (shogun 2002), di sela-sela hawa pagi di jalan bebatuan terbesit pikiran, "aku tak ingin kembali lagi, dan tetap disini…"

serta merta intervensi dari sumber yang tak teridentifikasi muncul,

"maksud loh?????, jadi apa guna kau proklamirkan perantauanmu di tanggal 10 Juli 2003 itu hah???, sekarang gak mau balik lagi????, teman,..pertarungan masih panjang&perantauan itu tlah membentuk pola pikirmu dan sekarang kau tak ingin kembali lagi???..kembalilah ke zonamu anak muda, petik mimpi-mimpimu yang sedang menunggu masak, lalu baru kau pulang.."

Pikiran itu hilang dan akan muncul di saat yang tepat [lagi]..

K
6.12 di pagi hari.

Religi, Qolbu ExplosionOctober 1, 2008 5:22 am

allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar, laa ila ha illallah huwallahuakbar allahuakbar walillahilhamd..

Biarkan tulisan-tulisan selama di "gampong", terus berbau memoria. Tak apa, biar nanti jika IA memberikan ku hidup lebih lama, ada senyum dan memoria yang bisa kuingat lagi melalui tulisan ini suatu saat nanti. Jika tepat sebulan lalu aku merindukan ramadhan mubarak ini, hari ini dan malam ini, ia akan pergi…

Malam terakhir di bulan suci atau lebih tepatnya sejak kemarin, Aceh sudah diguyur hujan yang sudah dari awal puasa tak pernah turun, mudah2an ini pertanda berkah yang sang khalik turunkan di bumi "nanggroe" tuk membuka pintu syawal. Batin terketuk lagi, di meunasah kampungku, yang sudah sejak sekitar 7 tahun lalu menjadi tempat peristirahatan "qalbu" ketika ia rindu dengan sang khalik, meunasah yang penuh kenangan. Hari ini di Maghrib yang masih sejuk, selepas shalat berjama’ah, takbir dikumandangkan di seantero meunasah (mushola) dan masjid di Aceh, termasuk di meunasah gampong-ku dan selepas isya pun takbir terus dikumandangkan, memuji kemaha besaran dan keesaan sang khalik. Ketika aku memejamkan mata sejenak seiring takbir yang terus terucap di bibir, terbesit masa-masa muda, 2 tahun yang lalu ketika "bang yani" masih ada, ku ingat, pastinya Ia-lah yang akan memegang "microphone" lalu memimpin takbiran dengan suaranya yang keras nan merdu. Ketika itu meunasah masih tergolong kecil, terkadang jika shalat ied pun tak muat jika diadakan didalam, tapi sekarang sudah ada ekspansi meunasah, hingga semoga saja esok bisa menampung seluruh jama’ah.

Ada harapan yang kucoba sampaikan kepadaNya, ketika memposisikan diriku sebagai hamba yang berusaha tuk mengisi berkah ramadhanNya, sebisaku, tak seperti hambaNya yang secara konsisten menjemput lailatul qadr, ku mencoba meminta dan bertanya, apakah aku, kau dan kita semua termasuk orang-orang yang menang, ketika takbir-takbir itu bersahut-sahutan???..semoga saja..

Ada Sedikit perubahan yang agak mengusikku di meunasah tahun ini, suara/dering ring tone HandPhone ketika shalat sedang dijalankan, dulu ketika awal 2000an, suara itu tak ada..fiuhh zaman sudah berubah, tapi jika Umar Ibn Khattab RA. ada sekarang ini, maaf cakap, sang pemilik handphone entah bagaimana keadaannya sekarang???hehe…

Sahabat, mudah2an kita menang ketika membuka pintu syawal ya..amin..

K