Jam demi jam begitu cepat bersamamu, setiap senin hingga jum’at aku jumpa sama kamu. Terkadang kau muncul ketika aku tak mengharapkanmu ada, tapi..tetap saja kau muncul di hadapanku.

Hari demi hari di bulan suci ini, pertemuan kita terkesan terlalu sering, padahal jam kerja sudah dikikis sedemikian rupa dan tak jarang akulah yang paling telat sampai, namun paling cepat tuk pulang..tapi..tetap saja kau muncul di hadapanku..

Seiring berjalannya waktu, ketika absensi akhirat harus terisi dengan shalat berjama’ah, tak jarang kau membuatku gundah, sampai-sampai ketika aku turun lift pun benakku masih bersamamu..kenapa..kenapa kau muncul lagi dan lagi???

Namun, sekarang aku sudah mulai sadar, bahwa kau telah menjadi bagian ku di sela-sela hari senin hingga jum’at, bahkan sabtu..Sekarang aku jarang mengeluh, namun hanya menghela napas sejenak, ketika kau tiba-tiba muncul dan terus muncul di hadapanku..

Padahal ku ingin berbisik padamu sekali saja tuk esok hari , ERROR, bisa gak kamu tak muncul esok..??, sehariii saja…???

Di sela-sela harapan kosong itu, suara gaib muncul lagi, Projectnya lagi deadline ya mas, pantesan ngaco, codinggg terusssss, error terus tuh programnya..huuuu..

tabah..tabah..

Note : bagi yang gak "ngudeng", kata ‘kamu‘ merujuk pada deretan error yang muncul pada monitor,pada aplikasi yang sedang saya buat

K