Tadi di perbatasan jawa barat dan jakarta, di jalan menanjak selepas bersih-bersih di second palace yang insyaALLAH akan ditinggal "sendiri" selama 3 pekan ke depan, terjadi simple intervention.
Gaji..salary..jika dipikir-pikir ia adalah salah satu imbalan otak ketika ia lelah menemukan solusi untuk diri kita dalam melakukan suatu tugas. Jika diambil konteks seorang programmer atau system analyst, jelas otaknya lah yang memainkan dan memutar logika hingga berujung pada rumitnya satu aplikasi yang akan/telah dibuat. Jadi stressing-nya adalah, gaji/salary adalah imbalan bagi otak.
Nah, ketika aku berpikir tentang hal itu, sekali lagi ada internal enhancing intervention pada definisi diatas, aku berpikir jika otak senang ketika ia mendapat imbalan dari hasil kerjanya atau dengan kata lain senang menerima sesuatu, nah ada satu komponen pada tubuh kita yang berhak untuk mendapatkan sebagian dari imbalan otak tadi (gaji), ia adalah hati.
Kenapa hati, karena hati pada hakekatnya senang memberi. Artinya ada satu titik temu ketika kita menerima gaji, yaitu "otak" yang senang "menerima" imbalan dan ada "hati" yang senang memberikan sesuatu yang dipunyainya.
Nah ini berujung pada konsep "sedekah" dan "infak"..
just break down something in my mind..hope it useful to another..
Wallahua’lam
K