Pukul 19.30, ku menahan satu lelah yang tak kan pernah meletup keluar, karena ia memang tak perlu keluar. Lelah ku hari ini, mungkin memang lelah yang sudah diprediksikan akan terjadi, namun hanya "time distance" dari kelelahan itu yang ternyata berlebihan.

Pukul 19.30 ku menaiki bis yang akan mengantarku pulang, jalanan sepi, aku menahan satu rindu, rindu yang telah dihidangkan olehNya sejak 19.30 tadi.Entah mengejar waktu atau memang ‘highway’ / jalan tol terlalu lengang, sopir bis menginjak pedal gas cukup dalam yang berimbas pada kecepatan 70 Km/jam. Sisi-sisi jalan tol itulah saat rindu itu mengetuk jiwa, aku rindu..rindu sekali.
Motor-motor berhamburan, manusia seakan tersentralisasi di beberapa tempat tertentu, lalu mereka melakukan sinkronisasi gerakan
yang sejuk dipandang mata, baju-baju terlihat cenderung putih, mukena putih..ughhh..mereka melepas rindu "mubarak"..ya mereka..

Beberapa meter setelahnya, kutemukan lagi kerumunan-kerumunan manusia berjejal dengan saf tertata rapi, dan lagi-lagi mereka sedang sujud, menyatu dalam gerakan ilahiah dan menyertakan dengan doa dan harapan di bulan mubarak ini..ugghhh, hatiku kembali "bernyanyi"…indah sekali..aku rindu..

Angin malam cukup bersahabat, tak terlalu tajam tuk membuat tubuh menggigil..malam ini, sepertinya berkah akan turun, esok "ia" datang. Ia datang dan aku memulai tarawih sendirian malam ini..tapi ia tetap akan datang.."Hidangan 30 hari ke depan, penuh berkah, namun ku masih bertanya-tanya, untuk

siapakah berkah itu turun kali ini, "…..untukku atau untuk kami, atau untuk seluruh umat muslim di seluruh jagad raya…???"

Ramadhan mubarak, kau datang, kau kujemput…
Ramadhan mubarak, kau hadir, jangan biarkan aku/kami mengabaikanmu..
Ramadhan mubarak, kau datang, kuingin terus dekat dengan "suasana" kesejukanmu..

K