Religi, Qolbu ExplosionAugust 31, 2008 2:59 pm

Pukul 19.30, ku menahan satu lelah yang tak kan pernah meletup keluar, karena ia memang tak perlu keluar. Lelah ku hari ini, mungkin memang lelah yang sudah diprediksikan akan terjadi, namun hanya "time distance" dari kelelahan itu yang ternyata berlebihan.

Pukul 19.30 ku menaiki bis yang akan mengantarku pulang, jalanan sepi, aku menahan satu rindu, rindu yang telah dihidangkan olehNya sejak 19.30 tadi.Entah mengejar waktu atau memang ‘highway’ / jalan tol terlalu lengang, sopir bis menginjak pedal gas cukup dalam yang berimbas pada kecepatan 70 Km/jam. Sisi-sisi jalan tol itulah saat rindu itu mengetuk jiwa, aku rindu..rindu sekali.
Motor-motor berhamburan, manusia seakan tersentralisasi di beberapa tempat tertentu, lalu mereka melakukan sinkronisasi gerakan
yang sejuk dipandang mata, baju-baju terlihat cenderung putih, mukena putih..ughhh..mereka melepas rindu "mubarak"..ya mereka..

Beberapa meter setelahnya, kutemukan lagi kerumunan-kerumunan manusia berjejal dengan saf tertata rapi, dan lagi-lagi mereka sedang sujud, menyatu dalam gerakan ilahiah dan menyertakan dengan doa dan harapan di bulan mubarak ini..ugghhh, hatiku kembali "bernyanyi"…indah sekali..aku rindu..

Angin malam cukup bersahabat, tak terlalu tajam tuk membuat tubuh menggigil..malam ini, sepertinya berkah akan turun, esok "ia" datang. Ia datang dan aku memulai tarawih sendirian malam ini..tapi ia tetap akan datang.."Hidangan 30 hari ke depan, penuh berkah, namun ku masih bertanya-tanya, untuk

siapakah berkah itu turun kali ini, "…..untukku atau untuk kami, atau untuk seluruh umat muslim di seluruh jagad raya…???"

Ramadhan mubarak, kau datang, kau kujemput…
Ramadhan mubarak, kau hadir, jangan biarkan aku/kami mengabaikanmu..
Ramadhan mubarak, kau datang, kuingin terus dekat dengan "suasana" kesejukanmu..

K

senda gurau 2:55 pm

Di pojok dinding retak, terduduk seorang anak rantau, ia berusaha tuk menjalani kehidupan hari ini seperti biasa. Namun, hari ini ia terngiang-ngiang kampung halamannya..karena oh karena…

"Hai, mangat that uroe nyoe, pasti awak agam ngon inong di banda teungoh mita sie bak peukan, aleuh nyan ditagun sie reuboh…"

"Hai, pasti mangat that uroe nyoe, mandum peukan nepublo si leumo, sekilo 120 ribee, tapi hana peu, miseu na razeki, bloe aju..menjak tagun sie aceh, insyaALLAH sep keu sahur singoh beungoh…"

[teriak mode : ON ] mak…meugaaaangggggg….mak lon mesyen that sie reboooohhh yang dron tagun…maaaaakkk!!!!

Perlahan namun pasti, ia terkulai lemas, masih bersandar di dinding, aceh terngiang-ngiang di matanya…

Kashian anak rantau yang satu ini, sedang terkena sindrom "homesick" stadium 5, "stadium rindu masakan".

K

[ Mohon maaf, Posting ini secara sengaja telah terjadi ‘Roaming’, jika tidak paham, cukup dilewatkan saja, jangan dibaca ].

My Opinion Only, Qolbu ExplosionAugust 26, 2008 11:49 pm

Meriang –> Kalut –> Sisa meriang –> Gak fit –> Kalah oleh waktu.

grrrrr…this is not normally "K", I have to handle this issue as soon as possible, I feel too bad on this 3 days.

Terngiang-ngiang lagu bimbo "mari kita coret kata putus asa dari kamus kehidupan kita" 

Semangaaaaaaaaaaaaattttttttttttttttttttttttttttttttttttt!!!!!

Classical MomentAugust 17, 2008 3:16 pm

Classical moment on 1990an…

Peukan penayong adalah salah satu pasar tradisional di Banda Aceh, yang merupakan salah satu pusat perdagangan bahan rempah, sayur dan lainnya. Dulu sekitar tahun 90an, ayah dan ibuku beberapa kali tiap akhir pekan pasti mengajak kami tuk berbelanja disana. Maklum saja, kalau di banda, kemana-mana dekat, jadi abis pulang sekolah terkadang ke peukan penayong tuk membeli sayuran, ikan dan lain-lain untuk kebutuhan selama seminggu/lebih.

Jika sudah tiba hari libur panjang/tanggung begini, sering mengingat masa lalu nan "tak terlupakan", entah kenapa atau ini memang chemistry yang terus melekat ke setiap anak "rantau"..hikss…

Sepulang sekolah, sekitar pukul 13an, ayah dan ibuku pasti sudah menunggu di lapangan Blang Padang, biasanya kami sudah hafal dimana ayah biasa memarkir mobil dinas. Tetapi tunggu dulu, abis bel pulang berbunyi, harus liat kantong kanan, ups lalu liat kantong kiri..kalau ada sisa uang jajan, langsung menuju warung terdekat untuk beli makanan ringan seadanya, baru menuju mobil. Ayah dan ibu hanya bisa menjemput di hari Sabtu, karena pada hari itu ayahku libur, inilah momen rutin kami untuk "live request", pa makan siang dimana hari ini?? . Biasanya sebelum atau sesudah makan siang itulah, ibuku sering mampir ke peukan penayong. Peukan/pasar penayong selalu ramai, terutama di pagi hingga menjelang sore, ibuku biasanya "meminta" salah satu volunteer untuk menemaninya menembus peukan penayong, kadang aku atau abangku yang masuk ke peukan/pasar bersama ibu, sedangkan ayahku menunggu bersama adikku di warung kopi depan.

Yang paling sulit dilupakan adalah, ketika itu adalah masa dimana aku sangat menyukai dan mengoleksi poster-poster pemain bola, sampai-sampai dinding kamar rumah seukuran 2X4 meter pernah dipenuhi dengan poster-poster mereka, sebut saja "david siamang, ups david seaman" kiper kumisan andalan arsenal dan banyak lagiiii…nah kalau sudah berputar-putar di peukan penayong, ada satu pojok tempat jualan sayur yang di dinding-dinding atasnya tertempel poster-poster pemain bola juga, tapi uniknya poster-poster tersebut adalah pemain yang berada satu generasi sebelumnya, sebut saja ruud gullit, dkk. Nah biasanya kalau ibu sedang melakukan "bargaining process" / tawar menawar harga dengan penjual, aku melihat-lihat ke atas dinding dan menghafal nama-nama bintang sepak bola itu yang posternya sudah terlihat agak kumal, maklum saja kan pasar….tapi inilah salah satu perjalanan tak terlupakan di peukan penayong.

Peukan penayong ini memang komplit, tiap akhir pekan pastinya ada saja makanan yang kami minta tuk dimasak, nah untungnya bahan-bahannya sudah tersedia semua di peukan/pasar ini, dan ibuku sudah terbiasa mencatat apa yang ingin dibeli, di selembar kertas kecil, jadi tinggal dicocokkan saja apa yang belum terbeli…so don’t reduce or change traditional market  role please?

Jika sudah komplit belanjaan di hari itu, beberapa meter di depannya pun ada sentra pasar ikan penayong, nah kalau disini khusus untuk aneka ikan, sebut saja ikan merah, cumi ( noh ), udang (udeung), ungkot bileh ( ikan bilis ) yang enak untuk dipepes, krang ( kerang ), cue ( sejenis keong yang biasa ada di sungai dangkal/khas masakan awak lamno..hehe ) dan masih banyak lagi. Nah di sekitar pasar ikan ini pulalah ada satu warung yang menjual telur penyu yang kalau direbus, ueenaaaaakk banget…kalau orang aceh bilang "mangat thatt….". 

Hari sabtu memang hari dimana anggota keluarga bisa komplit dan berjalan-jalan, belanja bahan pokok dan makan siang bersama. Namun sebagai anak-anak pastinya hari sabtu pun sebagai ajang minta ini dan minta itu, jadi tidak heran kadang ada yang ngambek sepulang ke rumah emoticon .

peukan penayong menyimpan memoria, sehingga sulit tuk dilupakan, apalagi bersama ayah dan ibu serta keluarga tercinta..

andai saja harga tiket pesawat pulang pergi ke banda sama dengan harga naik labi-labi…meusyen lon keu poma dan ayah mungken ka terobati…

Qolbu ExplosionAugust 16, 2008 1:18 pm

Ada jalan, dimana jalan itu sulit tuk dijangkau.

Ada jalan, dimana ketika kau sudah berada di jalan itu, kau rindu tuk berada didalamnya.

Ada jalan, dimana ketika kau sudah berada di jalan itu, kau takut tuk keluar dan tak kembali lagi.

Ada jalan, dimana ketika kau terjatuh darinya dan kau terbelenggu di jalan selainnya, kau kan sulit kembali ke jalan itu.

Ada jalan, dimana jalan itu penuh liku dan ujian, namun banyak manusia merindukannya meski di ujung batin sekalipun.

Ada jalan, dimana faktor utama kau terperosok dari jalan itu karena kau melihat untung rugi dunia.

Ada jalan, dimana jalan itu adalah shortcut untuk kau masuk ke jannah-Nya.

Jalan itu..hanya satu..rindukan dirimu berada di jalan itu, jangan sampai kau terjerembab di jalan selainnya.

"sesungguhnya Kau tau, bahwa hati ini telah berpadu berhimpun dalam naungan cintaMu."
"bertemu dalam ketaatan, bersatu dalam perjuangan…"

sanggupkah ku trus disini???

Wallahua’lam

K

senda gurauAugust 14, 2008 2:38 pm

si akhi berulang kali melihat jam tangan, di lengan kanannya, ia terlihat bingung dan was-was…

fiuhh, mana nih bus-nya kok belum keliatan juga sih [ nanya ke diri sendiri sambil mengusap keringat di dahinya ]

perempatan jalan makin rame saja, namun bus mayasari belum kungjung menjemput..

Tiba-tiba dari arah depan jalan raya berlari sedikit tergesa-gesa sambil melihat ke arah sisi jalan yang ingin disebranginya..

si akhi yang greh-groh [ gaduh ] sendiri karena bis belum dateng, terganggu konsentrasinya karena si ukhti yang menyebrang jalan tadi..

mmm…loh..loh kenapa sih buru-buru amat nyebrangnya, hati-hati mbak [ dalam hati ]..

sambil liat kanan kiri, nomor bus mayasari belum keliatan juga, kembali si akhi melihat ke arah 180 derajat di depannya..[ loh, si ukhti ke arah saya sih..loh..loh..siapa sih..waduh [ deg-degan sendiri ] karena si ukhti menggenggam erat sepucuk kertas,…jangan-jangan ntuh surat [ pikir si akhi ]..dag dig dug [ detak jantung si akhi makin cepat dan keras ]

3 langkah lagi si ukhti hampir "sukses" menyebrangi jalan raya…

dag…dig..dug..

si ukhti berbelok tajam 45 derajat ke kanan melewati si akhi…

perlahan namun pasti si akhi melihat ke kiri, lohhhhhhhhh…..ternyata si akhi " yang sah " udah nunggu dari tadi si ukhti, karena ada dokumen kantor yang tertinggal…

lagi-lagi perlahan namun pasti detak jantung si akhi berbunyi agak keras " dubrakkkk"

Ternyata salah kapling, eh maksudnya salah kaprah..emoticon

Note : cerita hanya fiktif, bukan pengalaman pribadi.

senda gurauAugust 11, 2008 3:18 pm

Last 2 months, K Corporation have launched the new generation of their "means of transportation". To follow the sophisticated era and appreciate to "climate change issue" and to reduce the emition and another kind of pollution stuff, so We, K Corporation proudly present :

 

Figure 1. is Taken when refill the fuel of rider and bike on "sunda food stall", Rp.13.000/liter [perkedel, pepes tahu, tempe, sayur asem + es teh manis ] / foto diambil ketika mengisi bensin di warung sunda Rp.13.000/liter mencakup : [perkedel, pepes tahu, tempe, sayur asem + es teh manis ].

maknyuss..yang sehat, ridernya atau sepedanya ya???? emoticon

Religi, Qolbu Explosion 2:35 pm

Dalam keadaan sedang bergerak dan melangkah,…

Malam mulai datang, bintang seakan mengikuti jejak malam tanpa pernah bosan, karena sebenarnya hakekat rutinitas adalah hakekat dimana aktivitas tak membuatnya bosan. Sama halnya dengan siang, selalu saja matahari menyalakan mesin dieselnya dengan kadar tertentu hingga titik batas, yang mungkin saja di sore diselingi dengan hujan tuk meneduhkan dunia.

Manusia, mereka selalu saja melakukan rutinitas, bahkan ada kalanya rutinitas manusia berada pada kondisi yang sangat baku, namun karena tuntutan atau bahkan bisa dikatakan batas pikirannya hanya sampai disitu, manusia lalu terbawa pada rutinitasnya dan selalu "konsisten". Maka tak heran beberapa bulan yang lalu, kita mendengar "seorang" penjaga rel kereta api di wilayah jakarta selama 25an tahun berhasil menjaga daerah "radius dekat" rel tanpa pernah ada kecelakaan. Lalu, tak heran pula ketika "pak jon" nasi goreng menekuni rutinitas statisnya selama 15 tahun ( pada tahun 2008 ), tanpa pernah ada "goncangan jiwa" yang meledak secara nyata ketika ia sedang menjajakan dagangannya, paling jika kita tanya sampai jam berapa jualannya, kadang jam.11 atau 11.30 malam, "yah namanya juga kita dagang, gak tentu".

Perlahan tapi pasti bumi yang memiliki konsistensi plus survival yang sangat kuat telah beribu-ribu tahunnya lamanya memfasilitasi manusia, bumi tak jemu, namun seiring berjalannya waktu, bumi pun akan tua. Sama halnya dengan orang tua kita, apa kalian "pikir" mereka adalah orang-orang yang "ingin" dikasihani, no..no..no, andai saja mereka masih sanggup hingga kau memiliki anak pun mereka ingin terus menanggungmu, tanpa pernah berpikir tuk pensiun sabagai orang tua. 

Hidup..beginilah hidup sirkulasinya terlihat sangat statis, tetapi dibalik itu semua, terkadang muncul para "pembaharu", yang menggedor "pintu" zaman yang mulai rapuh, baik rapuh moral maupun rapuh "hati"-nya. Mereka para pembaharu muncul ketika mereka diperlukan, maka tak heran dari masa ke masa tak kan hilang "nama" para pembaharu. Sebut saja di zaman kontemporer ini, seorang Muhammad Yunus membuat mata "ekonomi" dunia terbelalak dengan grameen bank-nya yang memberikan pinjaman/modal kepada masyarakat miskin di bangladesh, lalu bagaimana seorang ahmadinejad merefleksikan keberanian menerobos tirani "pelemah moral", melanjutkan pendahulunya semacam mahathir dan fidel castro. Teman, mereka hanyalah orang-orang yang muncul ke permukaan, namun ada ribuan orang yang memiliki jiwa pembaharu ini di setiap belahan dunia, mereka memegang satu prinsip, bahwa menolong sesama dengan "keunikan" tindakan akan memberikan kebaikan walaupun itu sedikit.

Hidup, terkesan ketika kita seolah-olah melongok ke luar jendela mobil dan melihat lalu lalangnya kendaraan, kita sering menjustifikasi bahwa hidup ini "hanya" untuk kita sendiri, secara tidak sadar ketika kita sudah tenggelam pada rutinitas "dunia" tanpa memiliki jeda tuk keluar darinya, sungguh dunia akan terlihat sangat "individualis". Namun diluar itu, dunia menyuguhkan pemikiran, penemuan dan pergerakan. Pada edisi Reader’s Digest bulan agustus ini, dijelaskan bagaimana otak kita dapat menggantikan peran cell dan neuron yang telah rusak dan mengambil alih peran tersebut, baik itu untuk mengaktifkan neuron/cell yang menggerakkan kaki kita, dan kepentingan lainnya, seolah-olah otak ini mampu memperbaiki lukanya sendiri dengan beberapa syarat : Repeated exercises, mental and physical can change your brain and your life. haahhh dunia memang tak terlalu statis seperti yang dibayangkan..renungilah dunia dan dekatilah pencipta dunia, karena Ia menjanjikan "imbas" dunia yang jika kau bertindak sesuai dengan "pencipta" dunia, Ia akan menyuguhkan hidangan "surga" seluas langit, bumi dan seisinya.

Teman, ketika kau berada di zona yang melemahkan prinsipmu, tetaplah kau jaga "differensiasi prinsip" itu, terkadang itu sulit namun ketika kau telaah lebih jauh kesulitan itu akan membawamu kepada kebahagiaan yang hakiki.

Teman, renungilah kalam ilahi ini ! 

"Katakanlah, Adakah diantara sekutumu yang dapat memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali? Katakanlah, ALLAH memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya. Maka bagaimana kamu dipalingkan ( menyembah selain ALLAH )?"

"Katakanlah, Apakah diantara sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran?, katakanlah ALLAH yang membimbing kepada kebenaran. Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing ? maka mengapa kamu berbuat demikian ? bagaimanakah kamu mengambil keputusan ?

Surah Yunus : 34-35. 

Wallahua’lam

IT Geek :::, Qolbu ExplosionAugust 4, 2008 2:15 pm

Pedagang soto/sop babat-daging-lidah-iga Budi kemuliaan : Pak, yang ada tinggal babat, daging,… ???

Abang warteg, depan gang kosan : Pake apa pak makannya, sayur ??? [ perasaan dulu manggil "mas" deh ]

Mbak-mbak jual asinan, bakpau di kantor : yang masih ada bakpau sama pastel pak, mau ?

Call center Garuda Indonesia : dengan bapak siapa saya bicara ? [ mmm, wajar ]

Tiap ke warung makan..pasti pak..pak. dan pak..

If I could insert the code in front of my head I’ll write the code , alert ("do not call me, ‘pak’ please!");

but if In a day, 3 times the people call me "pak", I’ll write this code, alert ("kenapa panggil pak, apa gak mbah kakung aja sekalian");

return true;

My Opinion Only, Qolbu ExplosionAugust 2, 2008 1:18 am

Di sebuah pasar tradisional di negeri antah barantah..

Pembeli : bang sekilo, mangganya berapa? 

Pedagang : kalo yang ibu pegang itu, sekilonya 8000, dijamin manisss..

Pembeli : mmm, 10.000 yah?

Pedagang : wah jangan bu, 8000 itu udah plus "komisi" saya dalam berdagang, jangan dinaikin lagi.

Permbeli : 9.500 deh?

Pedagang : kagak bu, ntar hitungannya ngambil untung terlalu besar, bisa berabe di akhirat ntar..

Pembeli + Pedagang : hahahaha….[ sembari si ibu memberikan uang Rp.8000 ]

Prosperity conversation, mungkinkah terjadi ???