Kemarin sore, tak seperti biasanya seorang pemuda pulang dari tempat kerjanya dengan menunggu kumandang azan bersahut-sahutan di belahan wilayah Indonesia, Jakarta. Sembari menunggu ia melongok dari ruangan kerjanya di lantai 7, dimana jika melihat ke arah 180 derajat, ia akan menemui kokohnya bangunan salah satu mal terbesar di Jakarta.

Dari lantai 7 itu terlihat bagaimana macetnya jalan dan bagaimana beberapa gedung secara tidak terstruktur ingin menunjukkan bahwa merekalah yang paling tinggi. Namun ada hal yang sangat menarik ketika itu, tepat di sebelah kiri, matahari mulai memerah, dan sangat merah, dan secara perlahan ia mundur dan menghilang digantikan oleh teman sejatinya bernama bulan.

Di sela-sela pergantian tugas itulah pemuda itu mendengar percakapan "mamat dan bulan" :

mat ( red. nama kecil matahari ), udah jam 18.46 nih, sepertinya lo udah bisa siap-siap istirahat..

eh bulan, udah dateng toh, iya..iya bentar lagi aku pergi.

ngomong-ngomong, gimana keadaan manusia hari ini?

seperti biasa bulan, mereka sibuk dengan kegiatannya sendiri, pergi pagi di kala kau masih menunjukkan sisa-sisa kesejukan, lalu dilanjutkan oleh giliranku tuk memberikan penerangan dan kehangatan di siang hari. Setelah itu mereka pulang di kala ku hampir padam dan kau datang lagi. Sepertinya mereka jarang sekali menyadari, bahwa kita selalu ada menemani mereka tiap hari.

iya juga ya mat, jika ada yang sering memandang dan berpikir tentang kita mungkin saja hanya sekian 0,0000 persen dari seluruh penduduk dunia (seperti pemuda di lantai 7 itu tuh…), dan sebenarnya aku sangat bangga loh, dulu "seorang nabi ALLAH", Ibrahim AS sempat memikirkan kita terlalu jauh, hingga ia menemukan siapa Tuhannya yang sebenarnya.

oiya, bener juga ya..eh ngomong-ngomong, udah ribuan tahun kita terus berganti tugas di pagi dan malam hari, kamu gak bosan bulan ?

mmm, mat yang harus kita pahami, ini adalah tugas besar yang ALLAH kasih ke kita, dan tugas ini diberikan kepada kita karena kita bisa menjaga keteguhan kita untuk melaksanakan apa yang ditugaskan kepada kita. Jadi tugas ini kuanggap sebagai tugas yang hakiki , yang tak boleh kita lewati walaupun sehari saja mat.

iya juga ya..memang ini tugas berat, namun tugas ini menyenangkan ya, dan aku juga sangat senang beberapa tahun belakangan banyak manusia yang meneliti tentang kita, dan mereka juga udah mampir ke bulan kan?

iya mat, aku juga seneng mereka mulai berpikir lebih jauh tentang penciptaan alam semesta, mudah2an aja ini sebagai sarana "dakwah" kita juga ya, untuk meluruskan manusia ke jalur "dinullah" yang sebenarnya..eh ngomong-ngomong udah ada manusia yang berani mengunjungi mamat belum???

hahahaha..ini aja aku udah jauh banget dari bumi, kalo mereka lebih dekat atau aku yang mendekat ke bumi, bisa gawat..panas..panas..

hehehe..bener juga memang ALLAH sudah mengkalkulasikan jarak, rotasi dan sebagainya dengan sangat tepat ya mat?

iya, alhamdulillah..eh udah mau azan maghrib nih, selamat bertugas menyelimuti manusia di malam hari ya!

ok mat..see you tomorrow

perlahan tapi pasti, matahari terbenam..yang berbekas hanya sinar merah sebelum malam mulai gelap dan bulan menentukan kadar sinarnya malam ini..

wallahua’lam 

K