Pagi masih menebar pesona sejuknya, bulan sabit terlihat tangguh di langit, sinarnya terang menunggu giliran matahari bertugas beberapa jam lagi.

    Perhelatan dunia menuju puncak perubahan, dimana perubahan itu pada awalnya telah menuntut banyak pengorbanan. Bumi sontak terguncang ketika es mencair di kutub utara, gas carbon bermain-main di indahnya awan dan membludaknya manusia yang berimbas pada ketidakpeduliannya terhadap kebersihan. Momen-momen seperti inilah yang digunakan manusia untuk berubah, karena mereka harus berubah ketika dampak-dampak buruk terhadap kelangsungan hidupnya telah mengusik mereka. Itulah watak manusia, berubah setelah merusak, maklum saja karena mereka bukanlah "the earth emperor", dan bukan pula ksatria yang dapat merubah bumi dalam sekejap mata. Sekarang manusia sudah memulai untuk merubah itu semua, dari penghijauan, minimalisasi bahan bakar plus konversinya menuju energi terbarukan lalu menerapkan "global socialization" ( sosialisasi global ) untuk merubah dunia secara keseluruhan, karena bumi sudah tak muda lagi.

Namun seiring dengan perubahan itu, ada kepudaran yang terus pudar, itulah moral, prinsip dan ketabuan yang tercipta dari prinsip kita sebagai makhluk yang beragama. Ketika moral sudah semakin buruk, tak ayal prinsip ilahiah ( ketuhanan ) pun semakin pudar lalu diikuti dengan hilangnya ketabuan yang seharusnya dijaga. Ketika konsep ilahiah mengajarkan kebaikan dengan konsep saling bantu-membantu sesamanya, lalu kebersihan dengan konsep penjagaan kita terhadap bumi yang kita tempati, serta ketuhanan yang mengharuskan manusia, berinteraksi secara rutin kepada penciptanya. Namun, seiring berjalannya waktu, entah apa yang manusia pikirkan sekarang ini, ketika konsep ilahiah dipojokkan ke sudut terjauh dari kehidupannya, ketika manusia mulai membentuk pola dan konsep baru atheis yang mungkin mereka tidak menyadarinya.

Padahal jika kau jarang atau bahkan tidak pernah melibatkan langkah-langkah hidupmu dengan konsep ilahiah, sepertinya kau sudah menuju zaman atheism baru, dan parahnya kau tidak menyadari hal itu.

Inilah kenapa, sebagai manusia, ALLAH selalu mengajak kita berpikir dan terus berpikir, di luasnya ayat qauniyah dan pada struktur indah ayat qauliyahnya serta jabaran penyempurna melalui hadis yang disampaikan melalui rasulNya, apa lagi, apa lagi yang kau cari wahai manusia???, ketika hidup dan pola sudah berubah, ketika konsep duniawi menuju tahap perubahan, tapi apakah kita sadar bahwa konsep akhirat kita juga menuntut perubahan atau lebih tepatnya lahirnya kembali konsep ilahiah dalam hidup kita, yang tlah lama kita kungkung dan tidak kita gunakan???

Manusia…berubahlah, dan aku sebagai manusia yang pribadi yang lemah ini…" Ku hanya ingin melihatnya menjaga prinsip dan ketabuan ", itu saja..

Mudah-mudahan adikku tercinta terus menjaga prinsip dan ketabuan ini, selamat ulang tahun yang ke-20 untuk adikku, 1 Juli ini..semoga kita berada dalam jalurNya dan tak goncang lalu jatuh tersungkur..

wallahua’lam

K