di sudut kota, di belakang elitnya protokol sudirman dan thamrin, jika kau berjalan sedikit ke belakang kau kan menemui semrawutnya tanah abang atau jika kau menelusuri sudirman dan setia budi, berjalan sedikit ke belakang, kau kan menemui ’simplisitas’ setia budi dalam yang terhimpit menara-menara baru berlabel pembangunan.
pembangunan oh pembangunan, orang sibuk dengan dirinya sendiri dan para oportunis properti tak kuasa menahan godaan tanah kosong beberapa hektar, disikat saja!!, lalu mejeng di TV dan promosi propertinya bak seorang pahlawan, yang akan merubah jakarta dengan properti-propertinya, itulah oportunis negatif yang merusak jakarta dengan "unstructured developing"…
oh..usut punya usut, kemana badan yang ngurus tanah?, disana apartemen, disini perumahan, disitu apartemen, atau jangan-jangan AMDAL sudah menjadi sandal atau jangan-jangan oportunis negatif muncul, berawal dari oportunis negatif lainnya yang menyediakan dan mensahkan apa saja yang ingin dibangun di jakarta alih-alih ….
Selamat menunggu "temuan" baru para group properti, layaknya jalan aleternatif cibubur, jalan "seribu" spanduk properti..
???
K