Di rumah sedang sepi dan sunyi, sebenarnya semua orang dirumah sedang asik dengan tugas masing-masing. Ayah sedang membaca koran sembari menyilangkan kaki kanan ke atas kaki kirinya, sang anak menggoyang pensil faber castle-nya berulang kali dan menggaruk kepala, yah ia sedang mengerjakan PR, dengan gembira, karena seorang anak kecil cenderung menganggap sesuatu yang disenanginya sebagai "unstressing work", berbeda dengan orang dewasa yang terlalu kalut ketika tugas-tugas menyapa. Ibu sedang di dapur, terdengar sayup-sayup mata pisau tajam berulang kali menyentuh talenan, sepertinya sedang mengiris sesuatu tuk dicampurkan ke hidangan malam ini.

Kesunyian hilang ketika ayah memberikan isyarat dengan 4 jari tangan kanannya tuk memanggil sang anak..sini nak, sebentar deh…

" Ada apa yah ? "

nak, [ sembari mendekatkan mulutnya ke kuping kanan anaknya ].

" kok pake bisik segala sih yah? "

ssstt..nak ini rahasia kita dan jangan kamu lupa ya, sampai kamu dewasa kelak!

"sippp yah…"

Manusia ketika di depannya terhidang satu bukit emas, ia tak sungkan meminta 2 bukit emas dan seterusnya. Karena tabiat kita, selalu tidak pernah puas. Nak jika kelak kau anggap dirimu pantas mendapatkan sesuatu, namun kau tak mendapatkannya, klarifikasikanlah kenapa kamu tidak bisa mendapatkan itu, jangan berprasangka ya nak..

"iya ayah.., kan aku biasanya kalo ayah kasih goceng malah minta ceban..hehe"

mmm [ senyum simpul ayah ], ya itu contohnya nak, tapi ada satu jurus pamungkas lagi nak yang kau harus tancapkan dalam hatimu dalam-dalam!

"apa yah..apa yah?????"

Jika kau sudah meletakkan suatu amanah/kepercayaan orang lain atau amanah pekerjaan di pundakmu, namun ada yang tak sesuai pada perjalanannya, pantang bagimu anakku tuk kau jatuhkan amanah itu sebelum ia diselesaikan. Paham nak?

"hmmm [ mengangguk ], completely understand yahh.."

Good bro..eh maksud ayah, good my son..

[dibalik daun pintu dapur, ibu menyajikan hidangan terakhir dari dapur di meja makan, yang menandakan makan malam kan dimulai…]