Religi, Qolbu ExplosionJune 30, 2008 10:53 pm

Pagi masih menebar pesona sejuknya, bulan sabit terlihat tangguh di langit, sinarnya terang menunggu giliran matahari bertugas beberapa jam lagi.

    Perhelatan dunia menuju puncak perubahan, dimana perubahan itu pada awalnya telah menuntut banyak pengorbanan. Bumi sontak terguncang ketika es mencair di kutub utara, gas carbon bermain-main di indahnya awan dan membludaknya manusia yang berimbas pada ketidakpeduliannya terhadap kebersihan. Momen-momen seperti inilah yang digunakan manusia untuk berubah, karena mereka harus berubah ketika dampak-dampak buruk terhadap kelangsungan hidupnya telah mengusik mereka. Itulah watak manusia, berubah setelah merusak, maklum saja karena mereka bukanlah "the earth emperor", dan bukan pula ksatria yang dapat merubah bumi dalam sekejap mata. Sekarang manusia sudah memulai untuk merubah itu semua, dari penghijauan, minimalisasi bahan bakar plus konversinya menuju energi terbarukan lalu menerapkan "global socialization" ( sosialisasi global ) untuk merubah dunia secara keseluruhan, karena bumi sudah tak muda lagi.

Namun seiring dengan perubahan itu, ada kepudaran yang terus pudar, itulah moral, prinsip dan ketabuan yang tercipta dari prinsip kita sebagai makhluk yang beragama. Ketika moral sudah semakin buruk, tak ayal prinsip ilahiah ( ketuhanan ) pun semakin pudar lalu diikuti dengan hilangnya ketabuan yang seharusnya dijaga. Ketika konsep ilahiah mengajarkan kebaikan dengan konsep saling bantu-membantu sesamanya, lalu kebersihan dengan konsep penjagaan kita terhadap bumi yang kita tempati, serta ketuhanan yang mengharuskan manusia, berinteraksi secara rutin kepada penciptanya. Namun, seiring berjalannya waktu, entah apa yang manusia pikirkan sekarang ini, ketika konsep ilahiah dipojokkan ke sudut terjauh dari kehidupannya, ketika manusia mulai membentuk pola dan konsep baru atheis yang mungkin mereka tidak menyadarinya.

Padahal jika kau jarang atau bahkan tidak pernah melibatkan langkah-langkah hidupmu dengan konsep ilahiah, sepertinya kau sudah menuju zaman atheism baru, dan parahnya kau tidak menyadari hal itu.

Inilah kenapa, sebagai manusia, ALLAH selalu mengajak kita berpikir dan terus berpikir, di luasnya ayat qauniyah dan pada struktur indah ayat qauliyahnya serta jabaran penyempurna melalui hadis yang disampaikan melalui rasulNya, apa lagi, apa lagi yang kau cari wahai manusia???, ketika hidup dan pola sudah berubah, ketika konsep duniawi menuju tahap perubahan, tapi apakah kita sadar bahwa konsep akhirat kita juga menuntut perubahan atau lebih tepatnya lahirnya kembali konsep ilahiah dalam hidup kita, yang tlah lama kita kungkung dan tidak kita gunakan???

Manusia…berubahlah, dan aku sebagai manusia yang pribadi yang lemah ini…" Ku hanya ingin melihatnya menjaga prinsip dan ketabuan ", itu saja..

Mudah-mudahan adikku tercinta terus menjaga prinsip dan ketabuan ini, selamat ulang tahun yang ke-20 untuk adikku, 1 Juli ini..semoga kita berada dalam jalurNya dan tak goncang lalu jatuh tersungkur..

wallahua’lam

K

Qolbu Explosion, senda gurauJune 29, 2008 1:24 pm

jalan setapak berdiameter 10 m, terlihat seperti pasar..

jalan sedikit, ups sebelah kiri ada IPB..

trus, berjalan..berjalan..trus..goyah..goyah..tersungkur, aku mulai pusing..

berpikir sejenak, ternyata benar, ketika hati memberontak, apapun yang terlihat indah kan membutakan mata..

namun..hati tak berhenti memberontak..trus memberontak..berat sekali perjalanan di jalan sempit itu..

fiuhh…aku goyah dan hati pun terus memberontak tuk mengirim <script>alert("cukup..cukup..choose one is better than");</script>

——————->

lalu, tak..tik..tuk, pak tua dengan sigap mengintervensiku, "anak muda, jangan berkhayal terlalu jauh, masih hari minggu, merenungnya jangan pake alert2 javascript napa???", lalu ia pergi..dan hilangg… 

emoticon 

K 

Classical Moment, senda gurauJune 26, 2008 4:36 pm

Pak numpang nanya, klo aye mao ke manggarai kudu belok mana ye?

jawab : ntuh [sambil nunjuk patung ], lu belok kiri aje tong!

 

sumber : http://tappang.files.wordpress.com/2007/11/mnc-pancoran.jpg 

senda gurau 4:22 pm

di sudut kota, di belakang elitnya protokol sudirman dan thamrin, jika kau berjalan sedikit ke belakang kau kan menemui semrawutnya tanah abang atau jika kau menelusuri sudirman dan setia budi, berjalan sedikit ke belakang, kau kan menemui ’simplisitas’ setia budi dalam yang terhimpit menara-menara baru berlabel pembangunan.

pembangunan oh pembangunan, orang sibuk dengan dirinya sendiri dan para oportunis properti tak kuasa menahan godaan tanah kosong beberapa hektar, disikat saja!!, lalu mejeng di TV dan promosi propertinya bak seorang pahlawan, yang akan merubah jakarta dengan properti-propertinya, itulah oportunis negatif yang merusak jakarta dengan "unstructured developing"…

oh..usut punya usut, kemana badan yang ngurus tanah?, disana apartemen, disini perumahan, disitu apartemen, atau jangan-jangan AMDAL sudah menjadi sandal atau jangan-jangan oportunis negatif muncul, berawal dari oportunis negatif lainnya yang menyediakan dan mensahkan apa saja yang ingin dibangun di jakarta alih-alih ….

Selamat menunggu "temuan" baru para group properti, layaknya jalan aleternatif cibubur, jalan "seribu" spanduk properti..

???

Qolbu ExplosionJune 25, 2008 3:42 pm

Di rumah sedang sepi dan sunyi, sebenarnya semua orang dirumah sedang asik dengan tugas masing-masing. Ayah sedang membaca koran sembari menyilangkan kaki kanan ke atas kaki kirinya, sang anak menggoyang pensil faber castle-nya berulang kali dan menggaruk kepala, yah ia sedang mengerjakan PR, dengan gembira, karena seorang anak kecil cenderung menganggap sesuatu yang disenanginya sebagai "unstressing work", berbeda dengan orang dewasa yang terlalu kalut ketika tugas-tugas menyapa. Ibu sedang di dapur, terdengar sayup-sayup mata pisau tajam berulang kali menyentuh talenan, sepertinya sedang mengiris sesuatu tuk dicampurkan ke hidangan malam ini.

Kesunyian hilang ketika ayah memberikan isyarat dengan 4 jari tangan kanannya tuk memanggil sang anak..sini nak, sebentar deh…

" Ada apa yah ? "

nak, [ sembari mendekatkan mulutnya ke kuping kanan anaknya ].

" kok pake bisik segala sih yah? "

ssstt..nak ini rahasia kita dan jangan kamu lupa ya, sampai kamu dewasa kelak!

"sippp yah…"

Manusia ketika di depannya terhidang satu bukit emas, ia tak sungkan meminta 2 bukit emas dan seterusnya. Karena tabiat kita, selalu tidak pernah puas. Nak jika kelak kau anggap dirimu pantas mendapatkan sesuatu, namun kau tak mendapatkannya, klarifikasikanlah kenapa kamu tidak bisa mendapatkan itu, jangan berprasangka ya nak..

"iya ayah.., kan aku biasanya kalo ayah kasih goceng malah minta ceban..hehe"

mmm [ senyum simpul ayah ], ya itu contohnya nak, tapi ada satu jurus pamungkas lagi nak yang kau harus tancapkan dalam hatimu dalam-dalam!

"apa yah..apa yah?????"

Jika kau sudah meletakkan suatu amanah/kepercayaan orang lain atau amanah pekerjaan di pundakmu, namun ada yang tak sesuai pada perjalanannya, pantang bagimu anakku tuk kau jatuhkan amanah itu sebelum ia diselesaikan. Paham nak?

"hmmm [ mengangguk ], completely understand yahh.."

Good bro..eh maksud ayah, good my son..

[dibalik daun pintu dapur, ibu menyajikan hidangan terakhir dari dapur di meja makan, yang menandakan makan malam kan dimulai…]

IT Geek :::June 24, 2008 9:04 pm

fiuhh…pada pukul 3.57 ku terbangun lagi dan merampungkan website ini, menjadi 90%. Setelah ditinggal dari pukul 22.30an dan membiarkan seluruh file yang di modify untuk diupload. Mudah2an beberapa hari lagi, website ini sudah bisa dipromosikan ke tempat dimana semesetinya ia dipromosikan, berlabel "Final Release".

fiuhh, this site finished faster than expected time. 

K [ sudah pukul [ 04.09 WIB ]

My Opinion Only, Qolbu Explosion 2:21 pm

    Di daerah persawahan nan luas, karawang, hiduplah sekerumunan belalang berjumlah ribuan. Para belalang ini memanfaatkan kesehariannya bermain di rumput dan pepohonan berukuran sedang. Dalam perjalanannya, para belalang karawang ini dikomandoi oleh seekor "ratu" belalang yang memiliki satu anak laki-laki. Sang ratu sudah lama ditinggal raja, tapi kekuatan kharisma dan keturunan "ningrat" keluarga belalang ini, memposisikan mereka tetap sebagai pengatur kerumunan belalang karawang. Sekian tahun lamanya, mereka hidup dengan aman, hingga sang anak tunggal sang ratu berusia 17 tahun. Pola pikir sang anak, termasuk kritis dan ia dinobatkan sebagai calon penerus sang ibu dalam mengatur, mengintervensi, dan terkadang menggunakan sistem otokrasi dalam pembinaan para belalang.

    Anak tak jauh dari watak sang ayah, di masa mudanya sang ayah pun merupakan seekor belalang tangguh, mengenal medan perkampungan karawang dan mobilitas yang sangat tinggi dalam melompat dari dahan pohon ke pohon lainnya. Sebelum ia mati, ia menulis sepucuk surat yang harus dibacakan sang ratu, ketika anak mereka berusia 22 tahun. Dalam adat, kerumunan belalang ini, mereka akan mendatangi persawahan beribu hektar di karawang tuk diserang setiap akhir bulan april, dimana para petani sedang menunggu panen, lebih kurang 3 pekan lagi. Adat ini mereka sebut sebagai "disturbance day". Dengan kata lain mereka merupakan kerumunan ribuan belalang yang sangat ditakuti petani, bernama "hama". Setiap tahunnya, selama 17 tahun ini sang belalang muda terus saja mendengar berita miring di televisi kerajaan belalang, satu hari pasca "disturbance day", dimana para petani bersedih, karena panennya gagal total. Dan selama 17 tahun itu pula ia bergeming diam, tapi tetap peduli dan bergolak. Tepat bulan april tahun ini, ia kembali mengikuti sang ibu tuk menyerang persawahan, tapi ia berkata singkat pada ibunya pra penyerangan:

" bu…"
" ia anakku,.."
" semoga ibu tidak marah, tapi bu…"
" ada apa anakku ? " [ ibu terlihat gelisah, sekaligus penasaran ]
" bu, aku tidak mau menjadi hama "bagi" manusia "

Ibunya sontak terkejut, dan terseyum kecil sembari menginstruksikan sang anak tuk bersiap mengikuti pasukan tuk menyerang. Sang anak tau, ibunya paham tapi ia memiliki tanggung jawab besar di kerumunan itu.

[ 4 tahun kemudian … ]

4 kali selama 4 tahun berikutnya selalu saja terjadi percakapan yang sama antara anak dan ibu belalang [ ratu ].

" bu…"
" ia anakku,.."
" semoga ibu tidak marah, tapi bu…"
" ada apa anakku ? "
" bu, aku tidak mau menjadi hama "bagi" manusia "

1 Hari pasca "disturbance day" tahun ini, dimana sang anak dengan taat, namun hatinya bergejolak kuat, mengikuti perintah ibunya tuk menyerang sawah. Sang ratu yang mulai berumur, memenuhi janjinya tuk membuka surat wasiat yang ditinggalkan untuk anak tercinta ketika ia berusia 22 tahun. Surat yang dibalut dengan bekas sarang kepompong itu, dibuka sang ibu dengan hati-hati, dan surat itu bertuliskan :

" Istriku tercinta, ratu belalang..
  aku tau anak kita tlah dewasa sekarang..
  dan aku pun tau, ia kan mewarisi bakatku..
  istriku, jika ia ingin menjadi seekor belalang yang tidak ingin merugikan manusia..
  lepas ia dengan senyummu, tuk mengantar ia ke perbatasan karawang dan pergi merantau dan menemui arti hidupnya..
 
  istriki, ratu belalang..
  jangan menangis, tapi tersenyumlah, layaknya kau mendengar keluhanku sebagai seorang raja dahulu.."

air mata sang ratu sontak keluar, tak sanggup ia tahan, air matanya, keluar…dan terus keluar..
Namun, keesokan hari ia tetap harus melepas sang anak, sebagai wujud dedikasi ketaatannya pada sang suami.

Pagi ini, pagi mengharukan, sang anak bersama 5 teman sebayanya dilepas dengan bekal seadanya tuk merantau, keluar dari persawahan nan hijau, karawang..

[ 3 Tahun kemudian ]
Sang ratu belalang yang sedang beristirahat di salah satu dahan tertinggi pohon guava, yang merupakan istana kerajaan, sedang menonton televisi, ketika berita itu muncul, samar-samar karena matanya tlah rabun, namun jelas ia tak asing suara di berita utama itu, berbunyi memuat berita tentang seekor belalang tangguh :

"Dalam komunitas kami, para belalang. Telah membantu para petani sekian tahun lamanya untuk mendeteksi keberadaan keong emas yang hinggap pada areal sawah petani. Caranya kami diikiat dengan satu helai kain berwarna kuning yang panjang, sehingga ketika kami menemukan keong mas di persawahan dan bersamaan dengan angin yang berhembus, maka pera petani akan melihat kami dan menumpas keong mas"

reporter bertanya : " apa anda yakin ? "

belalang itu menjawab, " aku sangat yakin jika ribuan keong mas menyerang, maka ribuan belalang dibawah perintahku akan menyerang mereka dan membantu para petani, dan satu hal " REVOLUSI INI KAN KUBAWA KE KARAWANG..bunda tunggu aku.. "   

Sang ratu menitihkan air mata haru dan kagum, hatinya bergemuruh keras, ia ingin menahan tangisan itu, namun rindunya pada sang anak kan terobati dan takkan sakit lagi.

 

Awal dari Revolusi Belalang..

K

Qolbu ExplosionJune 16, 2008 2:05 pm

betapa banyak manusia berteriak dengan teorinya, tp kau tau mereka hanya berteori

betapa banyak manusia yang menggebu-gebu dengan retorikanya di atas panggung, tp kau tau mereka hanya berkoar, tapi kosong

jadi…jadilah orang yang menciptakan satu teori, lalu menjadi orang pertama yang menerapkan teori tersebut.

jadi…jadilah kau seorang yang membidangi Teori Praktis, mengubah teori menjadi faktuil

jangan asal membuat teori tanpa praktik dan jangan asal berkoar tanpa teori

jika kau tak ingin menjadi seorang yang mahsyur dengan teori-teori belaka..

 

Religi, My Opinion Only, Guruku, Classical MomentJune 12, 2008 3:19 pm

"Sudah 5 tahun, ketika derap langkahku yang cepat dan tak melihat itu…terusik oleh sapaannya..,influencer sejati"

Gundah gulana di sore hari, tak terik, tapi bulan sudah menampakkan kedigdayaan tuk menyingkirkan matahari di hari itu. Sepulang dari kampus, ku masih bimbang, apa itu IT, teknik informatika, komputer, bahasa pemrograman, apa sihhh?. Aku masih gundah, dulu aku hanya memegang laptop ayah dengan memencetkan tombol huruf satu per satu dan bermain WordArt di Microsoft Word lalu mencetaknya dan hatiku sudah gembira karena ku baru saja memegang komputer, itu saja.

Sore itu, ketika para muda-mudi berlabel maba alias mahasiswa baru mencari sosok sejatinya dan fixed pattern-nya dalam dunia "pemikiran", kampus..ku bertemu dengannya, sang influencer sejati. Sosok gempal dan ada aura yang aneh serta mencurigakan pada gerak-geriknya. Sekilas kulihat lagi, siapa yang memanggilku dari belakang, sekali lagi kulihat dan tak pernah kumelihatnya barang sekali pun di kampus. Jidatnya ada 2 cap hitam, tanda ia memang memiliki satu "unique character" yang jarang dimiliki orang. Lalu kutumpahkan gundah sederhana ini padanya, saya gak ngerti komputer, gimana ya, ntar belajar apa ya di jurusan teknik informatika itu?. Kuyakin logat kental ujung sumatra itu masih berkeliaran di lidahku dan mungkin saja agak sedikit kaku, maklum anak jakarta bermain kata-kata "gue, lo , dong, dang ding dong..apa aja dah, kagak" , tapi kuawali perjalanan di jakarta dengan "saya" dan menginstruksikan abang angkot tuk berhenti dengan "kiri mas"…aneh memang…emang tukang bakso dipanggil mas.

Sang influencer ini mencoba mendengar dan menggunakan gesture khasnya dalam menjawab pertanyaanku, ia bilang : gak apa-apa kok, nanti juga dipelajari di kampus, bahasa pemrograman dan lain-lain, jadi gak perlu bingung. Fiuhhh…sedikit terobati gundah gulana itu, ternyata Teknik Informatika tak merusak mimpiku, bahkan alhamdulillah setahap demi setahap mulai permainan jari ini sudah bermain di beberapa web editor, messenger, de el el alias gak bingung lagiii.

Sang influencer , kusebut ia begitu, bagaimana tidak setelah perjumpaan sesaat itu, "batang hidungnya" ternyata cukup dikenal di kampus, sebagai eks. ketua dan menjabat 2 periode dan cukup disegani di kalangannya. Dan sekali proses membawa aku dan timku secara periodik mendapat bimbingan darinya melalui salah satu program tersohor kampus, Program Kakak Asuh. Disinilah gaya seorang influencer itu semakin kukenal, bagaimana ia menyampaikan satu hal, bagaimana ia mendengar dan menelaah masalah yang kami kemukakan dan bagaimana ia memberikan step-step solusi dengan gesture yang khas itu. Sehingga perjalanan kami sebagai tim, terbentuk dalam rasa kekompakan dan kesolidan yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan tim "program kakak asuh lainnya", ini semua tak lepas dari "approaching strategy" yang dilaksanakan olehnya sebagai kakak mentor dan kuncinya adalah menjadi seorang "influencer", dimana dalam kehati-hatian dan melepaskan kata demi kata, ia berhasil mempengaruhi kami sebagai tim, dan pengaruh itu adalah mempengaruhi kami ke jalan yang lebih baik, lebih taat serta lebih meningkatkan rasa persaudaraan antar sesama.

Aku sangat yakin, untuk menjadi seseorang sepertinya dibutuhkan perjalanan dan memaknai hidup yang lebih dibandingkan orang-orang lainnya, kumelihat ia memiliki tingkat kepekaan dan kepedulian terhadap sesama yang tinggi dan loyalitasnya dalam kebenaran telah membawanya kepada tingkat, bagaimana mengetahui dan merasakan kondisi orang yang ditemuinya. Dan tak ayal, dengan skill "mempengaruhi" ini, juga merupakan teknik ampuh dalam bersahabat dan berada dalam kondisi apapun.

Mudah2an sang influencer ini tetap teguh dalam keloyalitasnya dalam taat, 

Selamat Milad, saudaraku..guru informalku..sang influencer sejati tak kenal medan dan wilayah, ia trus bergerak..

IT Geek :::, My Opinion OnlyJune 10, 2008 4:06 pm

sudah 3 hari, kebiasaan kembali ke titik metamorfosa 4 tahun lalu..
my body couldn’t stop coding something, finding error, watching euro, uploading them, typing on editor or some messenger … but my body never wanna close my eyes..eventhough not complicated enough, I think..

and the pattern of 2 years ago has been come back , and hopefully it’ll be dissappeared on the suitable time..

Pattern :
——————————————————————————————————————-
f (x) = Stay up (today(y))==> OverSlept(tomorrow(z));
——————————————————————————————————————-

fiuhhh…menghela napas sejenak…hiks….

just recorded something that hopefully important later…
K