Cerita Seorang Programmer Arab ( 6 ) — TAMAT

Melanjutkan kisah sebelumnya (5).

Sore ini, Al-Khawa, sang programmer arab akan melanjutkan "outing business program" -nya ke London. Perjalanannya ini guna menghadiri salah satu "yearly conference" yang diadakan oleh kantor pusat perusahaannya di London. Perjalanannya  kali ini harus dihabiskan untuk transit di 2 tempat. Yang pertama Al-midan dan Al-Malaysiana. Dan perjalanan dari Al-Malaysiana ke London menghabiskan waktu sekitar 13  Jam. 

Berikut email Al-Khawa padaku ketika sesampainya di Kuala Lumpur , Al-Malaysiana :
"Assalamualaikum
 
Waktu menunggu penerbangan ke London,…. iseng masuk ke internet di Airpor Kuala Lumpur.Kecepatannya sangat tinggi.Fasilitas Airport baru ini sangat bagus.Sudah imbang dengan Singapore.Kalau dibanding dengan Cengkareng sangat jauh ketinggalan.Di antara bangunan punya transpot kereta aapi cepat gratis.Dan ada juga kereta api cepat dari airport ke kota.Menurut …. suatu ketika kita harus ke Kuala lumpur dengan naik Air Asia dari …..Harganya lumayan murah,yaitu bolak balik sekira 1 juta saja satu orang.Airportnya sangat bersih.Fasilitas durty free juga sangat bagus.
 
Mungkin baiknya kita rencanakan pergi klo …. udah ada pengangkatan,jadi sudah ada cutinya.Mungkin banyak hal yang bisa kita lihat dari perkembangan di Malaysia.
 
Sekian dulu.Nanti kalau ada fasilitas internet di tempat inap di London akan …. laporkan pengalaman disana. …. ada bawa Laptop kantor.Jadi kalau ada jaringan tinggal pakai saja.
 
Salam dari ….
"

Sesampainya di London, baru ia sadari , ternyata bulan ini adalah snow season di London, dan suhu bisa mencapai sekian minus derajat.
Alhasil, baju hangat yang diselipkan di koper sangat membantunya tuk memproteksi tubuhnya. Sesampainya di penginapan, ternyata ia
dikabari, bahwa conference akan diadakan di Leicester ( Baca : Leister ), dimana jarak London dan Leicester adalah 17 KM. Dalam perjalanannya menuju tempat conference tersebut, ia dan seluruh "Branch Representative" dari seluruh dunia, menggunakan bus khusus yang disiapkan bagi peserta conference, dan seperti biasa, tak lupa ia bawa "portable" device, bernama laptop tuk mengabariku.

Sudah beberapa kali ia berkeliling dunia, tetapi baru kali ini, ia mengalami musim salju di Inggris. Dan fenomena yang luar biasa yang ia lihat  disana adalah, komunitas muslim yang tersentralisasi layaknya islamic center yang ada di kawasan Al-Azhar. Dimana ada Masjid Agung, Sekolah  dan perguruan tinggi, serta Asrama/penginapan. Ia bercerita kepadaku suasana disana :

"Assalamualaikum
 
…. tak bisa tulis email karena fasilitas internet di tempat meeting tidak lancar,mungkin banyak kali yang pakai.Jadi ini …. tulis malam hari.Udara masih dingin dan kadangkala gerimis.Kalau di kamar dan diruang meeting lumayan karena ada heater.
Suara azan tidak terdengar disini.Kalau di London ada Mesjid.Kalau subuh dibangunkan oleh suara burung.Burung itu mulai berkicau jam 4.30 pagi.Nanti menjelang magrib berkicau lagi.Suaranya lumayan bagus dan nyaring.
…. udah telepon Pak Pope dan katanya hari Sabtu mau dataang ke Hotel …. menginap di London,mungkin mau diajak jalan-jalan.Harga barang di UK mahal.Satu gelas capucino sktr  Rp 35.000,kue donat Rp 35.000 juga sebiji. …. jarang ke pertokoan karena acaranya padat sekali.Mulai jaam 8.00 pagi,berakhir s/d jam 21.30
Insya Allah hari sabtu nanti akan coba survey pasar.
Harga hotel juga mahal,Hotel Ibis bisa 80 ponsterling atau 80x 17.000 RP.
Muslim di Inggris sangat kompak,sebagian besar muslim menyerahkan zakat,infak,sedekah lewat muslim aid untuk dibagikan ke orang miskin diluar Inggris.
 
Cukup dulu,udah ngantuk.
"

Tak ada coding, defining a business process, tracing code , debugging action, dan lain-lain, dimana kegiatan-kegiatan ini sangat sering ia lakukan sehari-hari, tetapi di "year conference" ini, tidak ada "programming" sama sekali. Dan ia sangat menikmati perjalanannya kali ini dan satu hal yang sangat ia banggakan adalah, ketika muslim di Inggris sudah mulai merangkul dan menyatu dengan lingkungan disana.
"Ya.persatuan Muslim sangat bagus di UK.Di dekat kantor di London terletak mesjid besar dan disekeliling daerah itu adalah pusat islamic center dan banyak kantor yang berhubungan dengan Islam.Suasana keagamaan sangat baik di daerah itu.
 
Salam, ….
"

Tak terasa, sudah 8 hari ia berada di London, dan banyak sekali "kisah" dan hikmah dalam perjalanan ini, ia harus kembali ke arab tuk masuk kembali ke "common environment"-nya…dan seperti biasa, laptop dell tahun 2000 itu ia starting up, dan membuka Java Editor kesayangannya tuk memulai Programming..astagfirullah, dell..dell astagfirullah..dell..dell, ternyata dell-nya kembali berulah, entah karena suhu dingin di London sana, membuat memori komputernya menjadi beku, atau sudah saatnya Dell diganti..dan tiba-tiba seorang temannya tersenyum dan membawa "strange box" yang sangat mencurigakan, dan Al-Khawa berteriak sejadi-jadinya Alhamdulillah..alhamdulillah..jazakallah ya akhii, ternyata MacBook Air itu sampai juga, good bye Dell 2000.

 

     

"Al-khawa, inspirasimu, inspirasiku"

Tamat.

K

( For my father & my mother, that always inspire me… )