Pagi, mungkin tepatnya pagi menjelang dhuha. Sekitar jam 7 Pagi ku coba melihat "apa" yang bumi lakukan hari ini, masihkah awan tercerai berai dan sang matahari menyinari dunia yang sejuk pagi ini.
Langkah dimulai, selain jalan pagi, tujuan menjadi bercabang, karena di depan gerbang ( utama ) sana, ada nasi uduk…lanjutt, abis jalan pagi langsung tenteng nasduk.
Pagi ini, ku mendapat "stressing" terhadap suatu anjuran, tuk mempelajari ayat-ayat qauniyah. Betapa tidak, angin sepoi dan matahari sedang memanaskan bumi secara perlahan dengan tahap demi tahap, sama halnya "warming up session Moto GP" malam ini.
Kenapa kita harus mempelajari ayat-ayat qauniyah?, yang merupakan "kejadian" dan keadaan alam yang terbentang luas nan indah, tanpa ada cacat sedikit pun. Jika dirunut, memang kita harus mempelajari dan mensyukuri apa-apa saja yang ada di alam / bumi ini. Bagaimana langit bisa berdiri tanpa ada penyangga sedikit pun yang menopangnya, bagaimana matahari dan bulan bersirkulasi menjalankan tugasnya secara tepat di tiap harinya tanpa kemalasan, dan bagaimana "rangkaian" gerak manusia terhadap aktivitasnya masing-masing, tak berbenturan secara fisik, dengan gravitasi dan daya tarik bumi..ehhh..inilah yang sang khalik anjurkan kepada manusia yang "lemah" ini, tuk mengambil "hikmah" dan pelajaran pada tiap kejadian-kejadian yang ada di bumi ini.
Sehingga dengan "understanding process", terhadap ayat-ayat qauniyah ini, akan membuat kita menjadi lebih dekat dan memperteguh keimanan kita, agar berada di jalur yang benar dan tidak limbung.
Wallahua’lam
K