Ini bukan masalah konversi biner ke desimal, hexa ke okta ataupun biner dalam mata kuliah mikroprosesor dan pemrograman paralel dengan overflow dan override-nya. Kayak masih ingat aja!!!
Di samping jalan besar, persis di samping wartel yang masih survive hingga 4,5 tahun lebih, disitulah bang jon berdagang nasi goreng dengan gerobak bertuliskan ‘NAsi GoReng Bang Jon’. Dulu waktu aku masih muda, pukul 17.00an, kami sering berpapasan di gang, ia menuju tempat "dagangnya" dan aku sudah terkulai lemas berjalan tergopoh2 dari kampus tuk meraih tempat tidur..
Malam ini, terjadi "hectic conversation", ketika malam tiba :
Me : Pak, nasi goreng satu ya..tambah telor ( dipisah ).
Bang Jon ( BJ ) : wahh..telor udah mahal sekarang, jadi sekarang tambah telor jadi 8000. Sekarang harga telor udah naek..
Me : eeee…boleh deh,,gak papa..emang harga telor sekarang berape?
Bang Jon : 13.500 sekilo, minyak goreng sekilo enam ribu..
Me : oooo, ( respon yang agak berat , karena telor naik, minyak goreng naik, gaji blm naik ?#?$#%>#%# )
Bang Jon : nah sekarang udah pake gas, tuh ( sambil menunjuk tabung gas berwarna ijo itu )
Me : Iya nih pak, sekarang udah pada mahal, mudah2an aja bisa cepat reda ( normal kembali )
…tak tik tek tok..wajan mulai digoyang-goyang, nasi pun digoreng…
Ternyata konversi gas, sudah mulai berimbas pada tiap aspek masyrakat, dengan teknik yang "memang" agak membuat masyarakat umumnya berpikir 2 kali untuk terus menggunakan minyak tanah, karena subsidi yang sudah sangat terbatas..alhasil, dengan kompor plus gas ukuran kecil yang diberikan secara cuma-cuma, mulai digunakan oleh masyarakat pada umumnya.
Hingga bang jon pun mulai terlibat "konversi"
K