Melanjutkan Cerita Seorang Programmer Arab (4)

Malam itu, tubuhnya tergopoh-gopoh, matanya memerah sejadi-jadinya..ya tepat ba’da maghrib, ia pulang.

Entah jin apa yang merasuk ke dalam diri Al-Khawa, hari itu tak seperti biasanya, ia terkulai lesu tapi tak bergerak. Tepat di depan layar monitor berukuran 15 Inch, rentetan baris error yang harus ia debug, tapi yang sangat tak lazim di hari itu, seolah tubuhnya berkata, "Sudahlah, besok saja, matamu sudah memerah karena sinar monitor yang mengalir statis, tubuhmu sudah kaku dan tangan sudah kau hentakkan di dagu, membaca "ayat-ayat error" berwarna font orange, sorbanmu yang putih indah itupun sudah tak karuan dan yang parah lagi, jam sudah menunjukkan 18.30".

eeee…Al-Khawa berkali-kali melihat arloji di tangan kirinya, yang bergerak detik dan menit yang saling bersahutan, DAN…ia berujar seadanya…huuuuhhh sudah cukup untuk hari ini, cukuup.

Dengan PR error yang masih tertempel di benaknya, ia menuruni gedung dengan menyandarkan badan di pojok Lift. Air wudhu mengalir di tubuhnya, sesampai di masjid tuk melakukan shalat maghrib, tapi kesegaran itu bersifat temporary..Tubuhnya sudah terlanjur lemas dan matanya tak kunjung memutih.

Tersengal-sengal ia berjalan menuju MCB ( Madinah Central Busway ), halte exchange yang akan membawanya pulang ke rumah. Dan di dalam busway itu, ia terduduk lesu dan mulai mengambil sapu tangannya dan ia tempelkan ke 2 bola mata, dan tiduuurrr sejenak. Tetapi napasnya masih agak tersengal, seolah tubuh ditekan sejadi-jadinya. Itu hari yang Al-Khawa sebut, HARI PENASARAN dalam hidupnya. Bagaimana tidak, "ayat-ayat error" pada program komputer yang sedang ia buat, bermunculan ketika ia mengubah beberapa kode. Dan browser internetnya yang tak lepas dari URL : www.google.ae, itu tak kunjung membantunya menemukan error.

Dan akhirnya ia terjaga dari istirahatnya di dalam bus, dan upsss..astaghfirullah..ya rabb..astaghfirullah ya..rabbi..( dengan logat khas arabnya yang kental ) dan tas slempang laptop yang ia bawa kemana-mana di lengan kanannya. Ia terlewat satu halte dari halte yang menjadi tujuannya..saking lelapnya tidur Al-Khawa di dalam bus.

Sesampai di rumah, cuci muka , sikat gigi, makan dan shalat isya..ia bersiap tuk tidur, tak ada nyawa-nyawa cadangan yang dapat memulihkan tenaganya, apalagi online YM atau sekedar memeriksa emailnya, Al-Khawa sudah terlanjur lelah.

hingga lantunan gumam yang sedikit berbisik itu terbesit dalam benak "Al-Khawa sang programmer Arab", ketika membaca Bismikallahumma ahya wabismika amuut…

" Ya rabbi, mungkin lelahku ini, tak seberapa jika dibandingkan dengan RasulMu yang tetap tegar dalam kelelahannya ketika ditekan sejadi-jadinya sebelum fathu makkah oleh orang quraisy..sampaikan salamku pada rasulMu, ya Rabbi"

Alhamdulillah tuk hari ini…

Ia tersenyum simpul tuk menutup hari, dan matanya perlahan tertutup tuk 7 Jam berikutnya.

K