Pohon cemara itu tak muda lagi, sama halnya dengan manusia yang telah dimakan usia..entah berapa tahun ia berdiri tegak, sebelum 26 Desember memanggil teman2nya, yang tak kuat menahan kerasnya gulungan ombak pekat..

Figure 1. Lhoknga After 26th.

10 Tahun pertama manusia hidup di dunia, ia mencari jati diri, dan pada fase ini, jarang sekali sang remaja menyapa-nya.

10 Tahun kedua, ia menyapa hanya sekali saja, ketika Hasil ujian saringan masuk perguruan tinggi tak menulis namanya, di koran manapun, tapi di sekolah akuntansi negara antah berantah. Dan sang remaja tanggung itu berpikir keras, oh ternyata ku sudah 18 tahun, saatnya ku kuliah..tak terasa..

10 Tahun ketiga, setelah hidup semakin menunjukkan variasinya dan keindahanan kultur seni aktivitas, dalam iringan tasbih itu, ia semakin sering menyapa, karena 4 tahun perkuliahan, seperti terasa beberapa minggu atau hitungan bulan saja..dan kini sang remaja tanggung sudah melakukan aktivitas sebaliknya, yaitu menyapa dia, bukan sebaliknya. Mimpi-mimpinya ia rajut, untuk ia siapkan di tahun-tahun yang menentukan.

10 Tahun keempat, sudah beranjak dewasa dan SUDAH SELAYAKNYA MANUSIA MENYAPA dia setiap hari..jangan pernah kau bilang, andai saja dulu, waktu aku masih muda, andai saja kupatuh pada orang tua dan andai ku bisa lebih menghemat pengeluaran..

10 Tahun kelima, dia  sudah mulai sering mengetuk pintu fisik manusia, rambut mulai memutih tak karuan, kondisi tubuh tak se-prima dulu, batuk-batuk tak berisi sudah menyelingi aktivitas..

13 Tahun keenam, dia kan menjemput secara tiba-tiba, sesuai dengan lauh mahfudz menorehkan tinta di buku pribadi setiap insan yang bernyawa.

Dia adalah umur / usia, dimana manusia sering lupa akan "kesempatan" hidup yang semakin berkurang..

Seorang dosen berujar pada seorang mahasiswanya, perasaan baru semester kemarin saya mengajar kamu, sekarang sudah lulus..

Wallahua’lam

K