Note : Melanjutkan kisah Cerita Seorang Programmer Arab (1)

Rutinitas demi rutinitas dilalui al-khawa ( si programmer arab ), tetapi kebanyakan waktunya ia lalui di depan "makhluk penterjemah biner", atau yang lebih kita kenal dengan nama komputer.

Seperti hari-hari sebelumnya, tepat 1 jam setelah waktu ashar, ia bersiap pulang. Dan sedikit gumaman dalam kalbu, ia ucapkan "alhamdulillah untuk hari ini". Biasanya ia pulang menggunakan salah satu alat transportasi paling modern di arab sekarang ini, tapi khusus bagi kalangan bawah - menengah, yang dikenal dengan nama TransJeddah. Kalau di Indonesia sering kita sebut dengan ‘transjakarta/transjogja dan Trans2 lainnya’.

Nah di shelter tepat di depan tempat ia bekerja inilah, ia rutin menunggu TransJeddah, yang space waktu antar Trans, sekitar 1-2 menit. Al-Khawa seperti kebanyakan orang arab lainnya, menggunakan gamis yang sangat panjang plus sorban putih yang indah itu. Dikarenakan gamis yang agak panjang, sedikit mengganggu al-khawa dalam berjalan, oleh karena itu ia terkadang menarik sedikit gamisnya agar lebih cepat bergerak.

Dalam menempuh rumahnya yang berjarak sekitar 20 Km dari tempat kerjanya, ia harus menuju ke salah satu "Exchange Shelter" untuk berganti Trans, menuju rumahnya. Nah ia biasanya menunggu di "Exchange Shelter" bernama MCB ( Madinah Central Busway ). Disinilah letak keunikan kultur arab dimulai. Ya..di MCB. Al-khawa biasanya sampai ke MCB sekitar pukul 18.00 dan waktu maghrib sekitar 18.15. Di MCB tidak seperti shelter2 lainnya, dimana armada Trans begitu cepat sirkulasinya, di MCB ini terkadang harus mennunggu 15-20 menit, tergantung panjangnya antrian. Hari jum’at itu sore menjelang malam, antrian panjang terjadi sekitar 5 meter, dan al-khawa tepat berada di garis depan antrian.

Armada-armada jurusan lain terus berdatangan, tetapi armada yang menuju rumah al-khawa belum juga datang, ia terkadang tersenyum simpul..melihat orang-orang lelah mengantri, dan di hati kecilnya ia berujar…Sabar..sabar..

Dan fenomena itu pun muncul, "Arabian Culture equals Islam Culture", tepat pukul 18.15, ketika adzan berkumandang dari segala penjuru, antrian 5 Meter itu hilangggg…semua berucap "alhamdulillah" dan bersegera menuju musholla di lantai 2 shelter MCB, mereka mengantri tuk berwudhu dan Seluruh armada yang melewati MCB diberhentikan 15 Menit untuk menghormati panggilan ilahi itu…

Subhanallah, begitu indah disana, peluh keringat hilang karena tlah bercampur aliran air wudhu..dan antrian untuk shalat pun terlihat seperti antrian hamba-hamba ALLAH yang ingin mencium hajar aswat di Baitullah…indah..

Sementara di lantai 1 MCB, hanya tinggal para wanita yang sedang "berhalangan" untuk shalat plus Warga non muslim yang sangat dihormati disana…Selepas shalat, antrian tidak lagi berdasarkan "last Stack", tetapi siapa yang terlebih dahulu selesai shalat, bisa langsung masuk armada TransJeddah yang kosong, yang telah menunggu penumpang..dan pastinya Wanita didahului.

Ba’da maghrib itu, selepas shalat, al-khawa pun pulang menaiki TransJeddah yang sejuk menuju rumahnya..Tanpa ada yang tertinggal, walaupun di perjalanan..karena ia telah shalat maghrib di MCB..

Note : Kisah ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh dari cerita diatas.

Wallahua’lam

K