Siang sudah diselimuti malam, mata pun ingin terpejam tapi kumencoba mencegahnya tuk tertutup lebih awal.
Tuk.tuk.tuk, pintu diketuk. Seorang sahabat yang cukup lama tak berjumpa, menghampiriku di sudut Jakarta.

Ia terlihat sedikit kurus, matanya agak lelah.

…keliatannya agak kurusan?, ah masak sih, emang iya ( sambil tersenyum )?

silaturahim itupun berlalu,
Hatiku goyah, sedikit meringis..hey you are my friend, why don’t you said to me before?, why?

Ternyata sahabat yang bersahaja itu sedang diuji, kucoba bertanya trus kubertanya, ada apa dengannya?
kenapa bisa begini dan begitu?, dan akhirnya kuambil kesimpulan, manusia yang taatnya melebihi orang-orang kebanyakan, lebih sering diuji, agar nantinya ia menjadi makhluk yang teruji. Cintanya ALLAH, sedang menguji apakah cinta itu memang untukNYA?, atau malah semu?

hingga detik ini, ku belum bisa membayangkan ujian ini, jika ditimpakan kepadaku, layaknya ia dapatkan, apakah ku masih mampu bertahan?, apakah senyum lelah itu masih bisa kulontarkan ketika ku bertemu sahabat-sahabatku yang lain?..ugh..ku tak tau.

Laa Yu kallifullahuanafsan illa wus’aha lahaa ma kasabat wa’alaiha maktatsabat..

tabah ya sahabat..
You’ll never walk alone..

Wallahua’lam

K