IT Geek :::, My Opinion OnlyFebruary 28, 2008 2:11 pm

Note : Melanjutkan kisah Cerita Seorang Programmer Arab (1)

Rutinitas demi rutinitas dilalui al-khawa ( si programmer arab ), tetapi kebanyakan waktunya ia lalui di depan "makhluk penterjemah biner", atau yang lebih kita kenal dengan nama komputer.

Seperti hari-hari sebelumnya, tepat 1 jam setelah waktu ashar, ia bersiap pulang. Dan sedikit gumaman dalam kalbu, ia ucapkan "alhamdulillah untuk hari ini". Biasanya ia pulang menggunakan salah satu alat transportasi paling modern di arab sekarang ini, tapi khusus bagi kalangan bawah - menengah, yang dikenal dengan nama TransJeddah. Kalau di Indonesia sering kita sebut dengan ‘transjakarta/transjogja dan Trans2 lainnya’.

Nah di shelter tepat di depan tempat ia bekerja inilah, ia rutin menunggu TransJeddah, yang space waktu antar Trans, sekitar 1-2 menit. Al-Khawa seperti kebanyakan orang arab lainnya, menggunakan gamis yang sangat panjang plus sorban putih yang indah itu. Dikarenakan gamis yang agak panjang, sedikit mengganggu al-khawa dalam berjalan, oleh karena itu ia terkadang menarik sedikit gamisnya agar lebih cepat bergerak.

Dalam menempuh rumahnya yang berjarak sekitar 20 Km dari tempat kerjanya, ia harus menuju ke salah satu "Exchange Shelter" untuk berganti Trans, menuju rumahnya. Nah ia biasanya menunggu di "Exchange Shelter" bernama MCB ( Madinah Central Busway ). Disinilah letak keunikan kultur arab dimulai. Ya..di MCB. Al-khawa biasanya sampai ke MCB sekitar pukul 18.00 dan waktu maghrib sekitar 18.15. Di MCB tidak seperti shelter2 lainnya, dimana armada Trans begitu cepat sirkulasinya, di MCB ini terkadang harus mennunggu 15-20 menit, tergantung panjangnya antrian. Hari jum’at itu sore menjelang malam, antrian panjang terjadi sekitar 5 meter, dan al-khawa tepat berada di garis depan antrian.

Armada-armada jurusan lain terus berdatangan, tetapi armada yang menuju rumah al-khawa belum juga datang, ia terkadang tersenyum simpul..melihat orang-orang lelah mengantri, dan di hati kecilnya ia berujar…Sabar..sabar..

Dan fenomena itu pun muncul, "Arabian Culture equals Islam Culture", tepat pukul 18.15, ketika adzan berkumandang dari segala penjuru, antrian 5 Meter itu hilangggg…semua berucap "alhamdulillah" dan bersegera menuju musholla di lantai 2 shelter MCB, mereka mengantri tuk berwudhu dan Seluruh armada yang melewati MCB diberhentikan 15 Menit untuk menghormati panggilan ilahi itu…

Subhanallah, begitu indah disana, peluh keringat hilang karena tlah bercampur aliran air wudhu..dan antrian untuk shalat pun terlihat seperti antrian hamba-hamba ALLAH yang ingin mencium hajar aswat di Baitullah…indah..

Sementara di lantai 1 MCB, hanya tinggal para wanita yang sedang "berhalangan" untuk shalat plus Warga non muslim yang sangat dihormati disana…Selepas shalat, antrian tidak lagi berdasarkan "last Stack", tetapi siapa yang terlebih dahulu selesai shalat, bisa langsung masuk armada TransJeddah yang kosong, yang telah menunggu penumpang..dan pastinya Wanita didahului.

Ba’da maghrib itu, selepas shalat, al-khawa pun pulang menaiki TransJeddah yang sejuk menuju rumahnya..Tanpa ada yang tertinggal, walaupun di perjalanan..karena ia telah shalat maghrib di MCB..

Note : Kisah ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh dari cerita diatas.

Wallahua’lam

K

Religi, My Opinion OnlyFebruary 27, 2008 2:01 pm

Manusia tidak diciptakan sama, mereka beragam dan bisa dikatakan sangat beragam dari berbagai aspek kehidupan. Salah satunya "tingkat kekayaan". Sebagian manusia diciptakan oleh ALLAH sebagai orang yang berkecukupan dan di sisi lainnya ada orang yang diciptakan serba kekurangan. Disinilah sirkulasi indah itu berjalan, yang bernama sirkulasi amal. Sirkulasi amal, sederhananya merupakan perputaran harta yang diamalkan oleh manusia yang diberikan kelabihan kepada yang berkekurangan.

Imbas dari sirkulasi amal ini adalah, manusia yang berlebih, tetapi senang untuk memberi, akan diberikan kemudahan oleh ALLAH dalam pencapaian targetnya, karena secara tidak langsung ia telah membantu saudara2nya yang berkekurangan, sehingga ALLAH mencatat itu sebagai kebaikan. Nah ketika manusia yang berlebih itu ditimpa suatu musibah & lainnya, maka "untouchable aid" akan datang, tanpa pernah diduga2 sebelumnya..itulah imbas dari sirkulasi amal.

Dan di sisi lain, manusia yang diberikan rezeki melalui tangan2 derma manusia lainnya, ketika ia bersyukur dan senantiasa memohon ampun kepada ALLAH, akan datang pulalah rezeki-rezeki yang tidak pernah diduga sebelumnya, bahkan terkadang sulit dicerna oleh akal.

Ketika lapang, bantulah yang sedang sempit.

Wallahua’lam 

K

My Opinion OnlyFebruary 25, 2008 3:05 pm

Pagi ini berangkat dari ujung timur jakarta, lebih tepatnya berbatasan dengan jawa bagian barat & bekasi.

Naik bis mayasari pagi jam.7an, setelah beberapa menit perjalanan…tiba2 ada seorang ibu dan anaknya masuk bis. Dan si ibu langsung bergumam dengan nada yang agak tinggi ( ketika bangku bis terlihat sudah penuh olehnya )…."kumaha atuh si abang (kenek), udah pinuh dibilang kosong.., ini udah pinuh..pinuh"

hehe..pinuh atau penuh?emoticon

ReligiFebruary 23, 2008 12:38 pm

Ketika ku mendekat, IA pun mendekat…

Ketika ku jauh, IA pun menjauh…

Kenapa kuharus menjauh, ketika ku bisa dekat dengan-NYA ?

Wallahua’lam

My Opinion Only, Classical MomentFebruary 22, 2008 3:41 pm

Terkadang jika sedang tidak sehat begini, mencoba menulis pesan hikmah yang mungkin bagi
sebagian orang adalah hal sederhana, yang dikutip dari "unidentifier source".

Ketika uang bisa membeli segalanya, ada yang tak bisa terbayarkan oleh banyaknya "materi",walaupun setinggi gunung.

"Senyum kebanggaan orang tua.."

alkisah terlahirlah seorang anak manusia, mungil, rambut agak ikal. Hidup pra remajanya dihabiskan dengan kedua orangtua dan saudara2nya di kampung halaman. Sampai suatu waktu, ia harus berpisah  dengan mereka.

Namanya biruni, sang pemuda berambut ikal.

Perantauan dimulai , ketika teman2 seusianya masih mencari jati diri, dan sama halnya dengan biruni.
Ia harus membentuk "fixed pattern"-nya seorang diri, tanpa besutan dan arahan jelas..Tapi itu  secara fisik, tapi alur "Zero Mind Process", membawanya ke satu fixed pattern yang ia anggap sudah benar adanya.

Biruni muda, di tanah perantauan masih sedikit linglung dan agak kagok dengan lingkungan barunya, tapi seiring waktu, adaptasi pun dimulai, dan ia..biruni mulai melakukan definisi kondisi di lingkungan barunya, dan ia cukup berhasil.

Jum’at bertemu jum’at, tahun bertemu tahun dan usia pun bertemu usia yang menggantikannya..biruni telah matang dengan ‘fixed-pattern" yang ia coba godok selama perantauannya.

Namanya biruni, sang pemuda berambut ikal…

Seperti pemuda perantauan pada umumnya, mereka mulai ketika menginjak masa kuliah, dan biruni juga begitu.
Semasa kuliahnya, biruni mengambil jurusan Matematika terapan..dan ia cukup menonjol disana.
Tapi di pertengahan masa studi itulah, ia melihat suatu hal harus ia raih. Yang ia sebut dengan "additional knowledge", dan biruni yakin ia tidak akan mendapatkan ilmu ini di dalam kampusnya. Mulailah ia  mencari pusat "additional knowledge" yang berhubungan dengan jurusannya diluar, dan ia pun meraihnya.

Jadi Fixed-pattern biruni, seiring waktu akan melakukan ‘update’ secara berkala, dan salah satu patch  terbaru adalah, belajar di luar kampus di hari non-aktif, seperti sabtu dan minggu.

Layaknya pasir yang perlahan jatuh pada jam pasir, biruni melakukan rutinitasnya. Dan sampailah pada titik,  dimana ia harus meninggalkan Fixed-pattern yang telah ia gunakan selama 4 tahun.
Biruni menutup karir studinya dengan "acara formal", yang dengan bahasa indonesia disebut wisuda,
[ntah apa namanya, jika diartikan dalam bahasa dimana biruni tinggal].

Pada event wisuda itulah biruni, menunggu "Senyum tak terbayarkan itu", ya biruni ingin  sekali melihat senyum khas kedua orangtuanya, tapi senyum yang berbeda, yang biruni sebut dalam fixed-pattern-nya sebagai "Senyum kebanggaan orang tua". Nama biruni disebut kala wisuda itu dimulai, dan  kedua orang tuanya pun berdiri, dan menoleh sejenak ke wajah biruni..dan kala itulah senyum itu muncul..

Biruni sedikit tersedak, inikah senyum yang dulu pernah kumasukkan dalam salah satu ruang "Fixed-pattern"-ku.
Ya..

Senyum tak bisa berulang, ia hanya muncul pada waktu yang tepat, dan SEKALI LAGI biruni berujar "ini bukanlah
senyum yang bisa kubayar".

Pada rilis akhir fixed-pattern-nya untuk melangkah kedepan, ada pesan/log yang biruni tulis, untuk menstimulasi
teman-teman perantauan lainnya yang junior,

"Teman, apakah kebanggaan orang tuamu, bisa kauhadirkan melalui prestasimu?".

Begitu pesan terkahir biruni.

Semoga kita bisa melakukannya.

Wallahua’lam

K

My Opinion OnlyFebruary 21, 2008 3:59 am

Sepanjang jalan Daan Mogot sebelum daerah pesing, ada tanah kosong sekitar 2 Ha yang dulunya ( sepertinya ) perumahan TNI. Secercah harapan dan mimpi pun tiba di lahan 2 Ha tersebut, ku berpikir dengan pemerataan tanah disana, akan dibangun lahan untuk menetralisir / antisipasi banjir dengan proyek penghijauan atau sejenisnya..

Hari-hari dan minggu demi minggu berlalu, di jalan layang ( fly over ) daan mogot sembari naik busway di pagi hari, sungguh lahan kosong 2 Ha di Jakarta seperti itu sudah jarang terlihat…

Tapi kemarin, semuanya berubah…sungguh…Ada bangunan temporary "yang aneh" telah dibangun di lahan tersebut dan tanah sudah ada yang di "cor" dengan semen..dan jadilahhhhh "Kantor Pemasaran"—-> GREEN MANSION.

Terlalu…( Kata Bang Haji Rhoma )

Ternyata papan-papan reklame yang menempel di wilayah Tomang dan lain-lain, yang mengatakan hunian baru di Jakarta Barat, dekat Green Garden, yang populer dengan nama "Green Mansion" itu…lagi-lagi memakan korban tanah kosong , yang "nyempil" di pemukiman padat..

Yah .. sebagai masyarakat kita tidak memiliki kewenangan apa pun untuk mencegahnya…

Akankah Siklus 5 tahunan banjir di Jakarta akan hilang, dan masihkah green selalu identik dengan hijau???

"Anybody knows, anybody could predict, anybody could answer.."

Wallahua’lam

K

Religi, My Opinion OnlyFebruary 19, 2008 4:01 pm

Siang sudah diselimuti malam, mata pun ingin terpejam tapi kumencoba mencegahnya tuk tertutup lebih awal.
Tuk.tuk.tuk, pintu diketuk. Seorang sahabat yang cukup lama tak berjumpa, menghampiriku di sudut Jakarta.

Ia terlihat sedikit kurus, matanya agak lelah.

…keliatannya agak kurusan?, ah masak sih, emang iya ( sambil tersenyum )?

silaturahim itupun berlalu,
Hatiku goyah, sedikit meringis..hey you are my friend, why don’t you said to me before?, why?

Ternyata sahabat yang bersahaja itu sedang diuji, kucoba bertanya trus kubertanya, ada apa dengannya?
kenapa bisa begini dan begitu?, dan akhirnya kuambil kesimpulan, manusia yang taatnya melebihi orang-orang kebanyakan, lebih sering diuji, agar nantinya ia menjadi makhluk yang teruji. Cintanya ALLAH, sedang menguji apakah cinta itu memang untukNYA?, atau malah semu?

hingga detik ini, ku belum bisa membayangkan ujian ini, jika ditimpakan kepadaku, layaknya ia dapatkan, apakah ku masih mampu bertahan?, apakah senyum lelah itu masih bisa kulontarkan ketika ku bertemu sahabat-sahabatku yang lain?..ugh..ku tak tau.

Laa Yu kallifullahuanafsan illa wus’aha lahaa ma kasabat wa’alaiha maktatsabat..

tabah ya sahabat..
You’ll never walk alone..

Wallahua’lam

K

IT Geek :::, My Opinion OnlyFebruary 17, 2008 2:57 pm

alkisah hiduplah seorang pemuda timur tengah yang memiliki profesi sebagai seorang programmer, namanya al-khawarizmi atau sering dipanggil khawa.Hidupnya sangat bersahaja, layaknya kehidupan masyarakat umumnya, sorban dan gamis selalu tak pernah lepas darinya.

Pukul 4.00 ketika azan berkumandang, khawa sudah terjaga dan bersiap2 pergi ke masjid untuk melakukan shalat berjama’ah. Selepas shalat dan berzikir sejenak di dalam masjid, ia berujar di dalam hati, ya ALLAH aku mulai hari ini dengan bismillah.
Sampai di rumah ia tidak tidur lagi, kadang baca qur’an ataupun mendengar kajian islam. Ups, sudah jm.6 ia mulai, bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Sang programmer arab ini pun berangkat tepat pukul 7 pagi.
"bismillahitawakkaltu ‘alallahi lahaulawalakuwwataillabillah.."

Sesampainya di kantor, si khawa terkadang tak langsung "coding", tetapi ia terkadang baca-baca berita dahulu di internet. Ketika sudah sekitar pukul 9, ia mulai melakukan aksinya….editor di start up, database ia up-kan dan browser ia tutup sejenak. Mulailah ia mengerjakan suatu modul yang memang menjadi amanahnya itu…tak..tik..tuk…natt.nit..nut ( detik dan menit berbunyi…)..

ketika error si khawa terlihat sedikit bingung..dan ia berujar "astagfirullah..astaghfirullah.." ( dengan logat arabnya yang kental ).

Mulailah ia debug error dimana, ha zaa errorun ( ini errornya ), sambil menunjuk ke  salah satu baris program yang ter"highlight" ketika debugging berlangsung…ia tersenyum simpul..hehe..allahuakbar ( ia berujar seperti biasa )
Mulailah ia membenarkan baris kode yang error itu..

setelah proses debugging dan undeploy berlangsung, ia coba melihat hasil re-deploy programnya lagi…ucapan bismillah bersamaan dengan jarinya mengklik tombol submit pada interface program yang ia baru saja buat..sambil menarik-narik jenggotnya yang tumbuh subur, ia menunggu hasil action dari button submit yang baru saja ia buat..

dan muncul pesan di layar aplikasi, "the data successfully inserted", lagi-lagi ia terseyum sejenak, alhamdulillah..alhamudulillah….jazakallah…la’..laa’..errorun ( kira2 artinya, gak..gak ada error lagi ).

Dan kisahnya pun terus berjalan seiring waktu..

begitulah si khawa sang programmer arab, ketika error atau tidak, ia senantiasa mengingat sang khalik dengan dzikir-dzikirnya…

sungguh indah jika kita bisa begitu…:D

Note : Kisah ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh dari cerita diatas.

K

Religi 11:25 am

Siklus hidup akan terus berjalan hingga saatnya nanti IA memutuskan untuk menutup usia bumi.

Dalam buku The Secret yang beberapa bulan ini sedang menempati puncak best seller di Indonesia, memiliki makna penting, bagaimana pikiran kita menentukan langkah-langkah hidup kita selanjutnya. Mayoritasa apa yang terjadi pada diri kita merupakan imbas dari pikiran kita, lalu kita konversikan ia menjadi sebuah aksi Dan jadilah itu menjadi aktivitas dan kebiasaan kita.

Tetapi selain apa yang kita pikirkan, ada pula yang hadir dalam kehidupan kita, apa-apa yang sebelumnya tidak pernah terbesit satu kali pun di benak. Tetapi ia muncul tiba-tiba, di saat senang dan gembira, Ya…itulah penyakit. Siapa sangka ada manusia yang kemarin masih bisa bercengkerama dengan keluarga dan melepas peluh dan lelah bersama anak-anak tercinta, Tetapi keesokan harinya "divonis" mengidap leukemia. Mungkin saja, ketika mendengar berita seperti itu, tak tahu tubuh, pikiran dan masa ini mau dibawa kemana..ketika pikiran sudah tak bisa dikendalikan. Itulah siklus hidup yang akan dialami manusia, siapapun dia, tak terkecuali.

Apa peran saudara, teman dan keluarga jika salah satu anggota keluarganya divonis seperti itu?, DOA adalah salah satu kekuatan yang terbaik untuk menyerahkan segalanya kepada sang "pemberi" segalanya.

Sekali lagi, itulah siklus hidup..tolong doakan mereka, untuk menyerahkan pada sang khalik segala urusan yang pelik.

Ibnu Abbas pernah beujar,

"Jika ALLAH mencabut cahaya dari kedua mataku,

maka dalam lisan dan pendengaranku masih ada cahaya.

Kalbuku sangat cerdas, akalku tidak bengkok,

dan dalam mulutku ada keteguhan laksana pedang yang tajam."

Sungguh representasi keteguhan yang luar biasa dari seorang hamba dengan tingkat ketakawaan yang luar biasa. 

Tolong doakan saudaraku, saudara kita yang sedang mendapat cobaan dari ALLAH, yang insyaALLAH merupakan suatu titik balik hikmah yang ALLAH berikan dibalik cobaan-cobaan tersebut.

wallahua’lam

ReligiFebruary 16, 2008 2:17 am

Dimana peran islam dalam membentuk peradaban di abad 7 dan seterusnya ? Bagaimana strategi dakwah dikembangkan sayapnya dari madinah menuju dataran eropa hingga indonesia? Bagaimana strategi kepemimpinan seorang umar bin abdul aziz sebagai khalifah? Bagaiman peran ibnu sina, ibnu rusd, al-khawarizm dalam membentuk suatu fundamental ilmu di bidangnya masing2 ? Bagaimana seorang panglima perang yang membakar seluruh kapal pasukannya, untuk mengobarkan semangat para pasukannya dalam penyebaran dakwah di spanyol melalui gibraltar? Bagaimana peran islam dalam membentuk fundamental keilmuwan di daratan amerika dan eropa, yang mereka pun telah mengakui itu?

Tapi masyarakat islam sendiri, menelan mentah2 peradaban-peradaban negatif yang menjurus kepada kebobrokan. Dan terlebih lagi bagaimana sejarah islam diidentikkan dengan peradaban yang senantiasa kacau dan penuh konflik?, padahal pada kenyataannya banyak tauladan yang bisa kita dapatkan dari para pendahulu kita bagaimana menyelesaikan masalah. Layaknya Ali bin abi thalib R.A dan Aisyah R.A menyelesuaikan perang jamal dengan sungguh indahnya.

Ada ruang kosong sejarah, dimana islam diminimalisir, padahal mereka yang berkembang di eropa sana banyak belajar dari ruang kosong tersebut.

Wallahua’lam

K