Islam itu mudah, tetapi orang sering membuat ia menjadi sulit. Dengan mempertanyakan sesuatu yang HANYA perlu dilakukan, just do it!.

Fenomena pertentangan berbeda dengan "perbedaan", dari segi perbedaan yang bertujuan positif memang telah menjadi sunnatullah yang akan terjadi pada umat. Dimana umumnya, perbedaan terjadi karena pemahaman penafsiran suatu ayat ALLAH maupun hadits yang berbeda dari satu hizb(golongan) dengan hizb lainnya. Tapi indahnya perbedaan adalah, dimana golongan-golongan tersebut mensikapi perbedaan dengan baik, KARENA mereka memiliki satu tujuan hakiki yang sama, yaitu mengharap ridha Sang Khalik.

Nah, oleh karena itu, perbedaan dianggap suatu rahmat dari ALLAH, yang mana perbedaan itu tidak menimbulkan perpecahan. Tetapi sebaliknya "pertentangan"-lah yang akan membuat suatu perpecahan umat, yang sekarang ini bukan lagi gencar dilakukan secara fisik, tetapi memecah belah umat dengan pemikiran-pemikiran yang merasuki umat. Pertentangan yang dimaksud disini adalah melanggar/merubah hukum ALLAH, yang pastinya tidak berdasarkan tujuan mengharap ridha-Nya. Contoh : Apakah Rasul mengajarkan akan pemisahan tentang kehidupan bernegara dengan kehidupan beragama, atau yang sering kita kenal dengan "Sekularis"?, Apakah Rasul pernah mengajarkan untuk mengabaikan panggilan azan, karena ada hiburan yang "terhidang" di depan mata kita?, Apakah Rasul pernah mengajarkan untuk melanjutkan jual beli, ketika ibadah shalat jum’at akan segera dimulai?..TIDAK.

Tetapi fenomena akhir zaman ini adalah, umat "TIDAK" sadar bahwa ia telah menentang ajaran islam karena "pemikiran" yang telah merasukinya, sehingga urgensi shalat berjama’ah bukanlah prioritas ketika TV menayangkan program sinetronnya. Ketika Azan diabaikan secara "TIDAK" sadar dengan melanjutkan kegiatan duniawi yang memeras waktu tanpa henti. Ketika terompet berbunyi, tetapi di belahan bumi lain membutuhkan solidaritas dan bantuan dari saudara-saudara mereka yang berkecukupan. Ketika Al-Quran hanya dijadikan pegangan di malam jum’at dengan surah Yasinnya plus ketika ada kerabat yang menjemput maut, setelah itu kemana AL-Quran kita, kemana pegangan hidup kita?

Umat telah menentang dien/agamanya secara tidak sadar, tetapi di sisi lain, mereka sang penyebar pemahaman dan pengatur perang pemikiran terus menyusun agenda-agenda yang akan membuat umat terpuruk dan dibuat "jauh…sejauh-jaunhnya" dari Sang Khalik, ALLAH SWT, dengan hiburan-hiburan duniawi yang semu.

Wallahua’lam

K