Sudah 40 Tahun lebih, negara [yang diakui] sebagai negara tetapi malah diajajah oleh mereka yang menganggap dirinya paling berkuasa. Palestina tercinta, tempat dilahirkannya para nabi, direnggut oleh manusia-manusia minoritas, bernama "jewish". Koran Republika hari ini memuat tentang pertanyaan seluruh umat islam secara umum dan pertanyaan masyarakat dunia secara global, yang diwakili oleh Yordania. Sangat sederhana, "Apa tujuan para Zionis itu, terus menggali ruang bawah tanah Masjid Al-Aqsa?, apa hak mereka?, apa yang ada di benak mereka??, karena dengan penggalian itu, Masjid Al-Aqsa, masjid kebanggaan umat muslim itu kapan saja bisa rubuh DAN tinggal kenangan."

Jika kita sering menelaah tentang berita-berita yang terus beredar, perihal zionis israel ini, tidak akan ada habisnya. Banyak sekali trik dan strategi yang luar biasa, untuk mengubah opini dunia dan membuat seakan-akan, apa yang mereka lakukan adalah suatu kebaikan. Contohnya saja, ketika upaya mereka membantu FATAH dalam proses perdamaian palestina. Nyatanya, yang timbul adalah perang saudara antara FATAH dan HAMAS, dan celakanya lagi, tersiar kabar "support" yang mereka berikan adalah dalam bentuk senjata, agar HAMAS tumbang oleh saudara mereka sendiri.

Disamping fakta diatas, embargo besar-besaran dengan membatasi suplai makanan ke jalur gaza, yang [notabane] dikuasai oleh HAMAS, juga merupakan trik mereka untuk melemahkan siapapun yang dianggap sebagai batu sandungan. Sudah beberapa bulan terakhir, sejak perang saudara berkecamuk di Palestina, HAMAS telah berhasil menguasai wilayah Jalur Gaza, dan itulah rahmat ALLAH, walaupun terkadang mereka ( rakyat Palestina di jalur gaza ) harus menerima imbas kekurangan pangan dan tidak bisa hidup secara layak. Mungkin lagi-lagi pertanyaan awam yang timbul adalah, "Kemana PBB, yang merupakan Persatuan dari bangsa-bangsa, kemana negara-negara Liga Arab, kemana???". Apakah kita harus menerima trik-trik licik para zionis begitu saja?

 

 

Tidak bisa dipungkiri, memang dari sisi kecerdasan, mereka cukup terdepan, dengan "Program Nuklir" yang seolah-olah tidak tersentuh media dan IAEA plus rudal-rudal yang modern, dengan TANK-TANK baja yang mereka hasilkan, dengan milyuner-milyuner keturunan jewish yang tersohor, baik tersirat maupun tersurat..sungguh pergerakan mereka sangat solid.

Tetapi, apakah kecerdasan mereka itu digunakan untuk memperbaiki dunia secara umum, apakah kecerdasan mereka itu digunakan untuk menciptakan dunia yang aman, damai dan kondusif?

Oleh karenanya, mungkin bisa dikatakan kecerdasan mereka adalah "Kebobrokan moral dibalik Kecerdasan itu sendiri". Berbeda dengan para ilmuwan dan beberapa peraih nobel, sebut saja Muhammad Yunus, yang membangun ekonomi rakyat di bangladesh dan beberapa tokoh dalam negeri, seperti Tri Mumpuni yang memberikan solusi listrik dengan MikroHidronya, seperti seorang ibu rumah tangga yang meciptakan metode berhitung dengan Jari ( Jaritmatika ), seperti Muhammad El Baradei yang mengatakan kebenaran "tujuan" nuklir Iran di bawah pengawasan IAEA, walaupun AS tidak pernah menggubris hasil tersebut..uhhh..merekalah beberapa orang di zaman modern ini, yang menggunakan "Kecerdasan untuk kemaslahatan dan kebaikan".

renungkanlah…bangkitlah untuk cerdas, dan menggunakan kecerdasan pada tempat yang positif.

Wallahua’lam

K