Hari ini, minggu yang sedikit lain dari aktivitas biasanya.
Saya menghadiri acara pernikahan salah satu alumni al-futuwah di daerah tangerang.

Pada acara ini, berkumpullah "orang-orang" berpengaruh di al-futuwah selama 9 Tahun ini.

Jadi dengan kata lain, acara tadi juga termasuk event "reuni" insidental yang terjadi.Kami berkumpul untuk memenuhi undangan sesama saudara, sekaligus niat untuk berkumpul sejenak untuk saling menyapa lagi..setelah beberapa waktu, intensitas pertemuan secara
fisik sangat kurang.

Yah..kami namakan ini sebagai "ukhuwah"/ persaudaraan muslim yang tidak boleh hilang, walaupun jarak, waktu dan intensitas semakin menjadi salah satu kendala untuk bertemu.

Akh.FJ yang pada liburan ini, mudik ke pulau jawa dari ternate, merupakan tamu utama yang ditunggu oleh seluruh rekan-rekan al-futuwah.FJ yang senantiasa ramah dan dapat merubah suasana menjadi lebih  hidup, dengan candaan alamiah serta gesture yang membuat kami senantiasa "menyemangati"..kapan..kapan dan kapan tanggalnya ??? , maklum, FJ sudah seharusnya mencari "pendamping", tapi belum ada tanda-tanda realisasinya..semoga ALLAH memberikan "pendamping" yang terbaik.

Selain beliau, berdatangan pula para mantan-mantan pembesar al-futuwah, yang menjabat sebagai leader di periode mereka masing-masing. Dari Leader periode 2000-02 hingga periode 2006-07, semuanya hadir untuk menjaga hubungan persaudaraan.

 

Yang bisa saya ambil poin penting dari gathering "Al-Futuwah" ini adalah, Jarak yang memisahkan kami semua,tidak pernah menyurutkan kami dalam persaudaraan yang hakiki. Kedua, waktu kami yang terpartisi serta terfokus pada kegiatannya masing-masing, baik di kampus maupun di dunia kerja, tidak membuat semangat dan "senyum" itu mengerucut. Ketiga, Intensitas pertemuan secara fisik, belum bisa menjamin kekuatan ukhuwah, jika mereka belum diuji dengan intensitas yang rendah, tetapi memiliki "tujuan hakiki" yang sama, serta saling mengingatkan melalui teknologi, seperti Short Message Service ataupun Email telah membuat kami tetap bersama.

"illabidzikrillahi tatmainnul Quluub" — "Dengan mengingat ALLAH Hati menjadi tenang"

Wallahua’lam.

K