Teringat kegiatan beberapa pekan lalu, ketika acara long march panjang menembus serang, Banten.

Kami yang terdiri atas satu tim, mulai melakukan perjalanan dengan "kaki", menempuh perjalanan sekitar 8 Jam. Sangat melelahkan tapi menyenangkan. Ada suatu kisah dalam proses perjalanan kami, ketika instruktur yang menemani tim kami, di 1/4 akhir perjalanan..pada siang hari yang cukup terik, menawarkan air kelapa muda yang segar jika diminum. Tetapi, tim yang berjumlah > 6 orang pastinya akan menghabisi "air kelapa" yang ditawarkan…nah, beberapa dari kami menolak secara halus untuk tidak meminumnya, tetapi sebagian besar meminumnya dan malah menghabiskan.

Nah, mungkin dalam proses "menawarkan" dan menerima penawaran, kita harus melihat sisi kondisi, apakah kita memungkinkan untuk menawarkan sesuatu dan menerima atau menolak tawaran tersebut. Hal ini dikarenakan, terkadang kita menawarkan satu hal yang pokok–( dalam hal ini "air minum" yang masih dibutuhkan dalam perjalanan 3 Jam )–, tetapi kita tidak sadar akan urgensi hal tersebut ketika ditawarkan dan imbas terbesar adalah porsi penawaran yang diharapkan, malah melebihi.emoticon

K