Tentunya hidup akan terus menuju titik dimana kita menancapkan suatu tujuan..
Proses demi proses yang dilewati dan waktu yang terus berlalu begitu cepat, terkadang membuat kita lupa akan dua hal. Dua hal yang ketika kita sering melakukannya, kemungkinan besar hidup akan lebih bermakna.
Syukur dan nikmati suatu proses,…
Dalam jenjang kehidupan, dari masa studi hingga jenjang perkuliahan, kegiatan yang kita lakukan mungkin akan cenderung mengikuti suatu proses pendidikan itu sendiri dan secara tak sadar, kita telah berada di lingkungan ilmu dan berinteraksi dengan orang-orang yang berilmu pula. Kegiatan yang kita lakukan pun sarat dengan kegiatan yang mencerminkan ilmu yang kita dapatkan.
Yah…tanpa ilmu dalam melakukan suatu "action", pastinya akan membuahkan suatu kesalahan.
Tahap demi tahap pencapaian ilmu, sampailah manusia kepada tahap perkuliahan, yang mayoritas menjadi pelabuhan terakhir kita dalam mendapatkan ilmu secara teratur. Dalam dunia perkuliahan, kita cenderung akan terus berpikir keras untuk menentukan alur berikutnya, yang tidak menjamin kita akan bisa "survive" atau tidak. Di masa perkuliahan, terutama pada semester2 akhir akan muncul bayangan2 masa depan yang ingin diraih. Dan positifnya, dari bayangan-bayangan abstrak itu akan mentrigger mahasiswa untuk menentukan arah,aksi dan planning dalam mencapainya.
Sehingga bayangan abstrak itu berubah menjadi kenyataan, yaitu suatu kelulusan.
Tibalah pada suatu masa, pasca kelulusan yang sedikit membingungkan dan menantang, di satu sisi banyak yang menunggu untuk menjadi PNS dan di satu sisi ada yang ingin mencari "real" experience pada disiplin ilmunya masing-masing dan ada pula yang berpikir untuk melanjutkan keteraturan dalam konsumsi ilmu dengan melanjutkan studi S2 serta ada pula yang langsung mencari "pasangan" hidup.
yah..semuanya kembali menjadi variatif.
Kita ambil contoh, seorang sarjana yang kini memilih untuk masuk ke dunia "IT". Pada dunia kerja, lingkungan baru, ilmu baru dan proses adapatasi yang baru..pada mulanya pasti sulit.Bayangan-bayangan keindahan masa kuliah, organisasi, pergi pagi pulang ba’da isya dari kampus, mungkin suatu kenangan yang sulit dilupakan. Masih adanya "mindset" variatif dalam suatu aksi anak kampus.
Ya..ternyata bayangan abstrak itu sudah menjadi poin penting hidup yang lebih detail, mungkin banyak dari kita yang ingin merasakan iklim kerja…Dan sekaranglah saatnya. Pada mulanya, variatif aktivitas kuliah yang telah terkonversi menjadi kegiatan statis di kantor akan menjadi hal yang sulit, tetapi lambat laun proses dan syukur kita kepada kejadian dan langkah yang ALLAH telah tetapkan, inilah jalan yang terbaik. Dibalik statisnya aktivitas, tersimpan suatu kepuasan dalam melakukan suatu pekerjaan, dalam kasus ini mungkin saja ketika selesai mengerjakan suatu program/aplikasi, ada 2 poin penting yang patut disyukuri yaitu ILMU dan EXPERIENCE.
Dan yang lebih penting lagi, dibalik kestatisan itu, kita bisa mensiasati suatu aksi variatif baru di dalamnya, yaitu keseimbagan dunia akhirat yang harus diupayakan lebih baik. Sungguh indah ketika masjid berada tidak jauh dari ruang kerja, sehingga ketika masuk waktu shalat, langsung beranjak dan menunaikan kewajiban plus kajian ba’da dhuhur yang berkualitas tiap harinya.
Terus bekerja dengan semangat dalam kestatisan dan berbuah menjadi suatu hasil yang variatif…
Nikmati proses dan syukuri.
K
dream -> action -> habits -> character.