Belasan tahun lalu, ketika ku masih berada di bangku SD. Para pahlawan badminton tanah air merupakan idola anak-anak seusiaku. Dulu di komplek perumahan, anak-anak mayoritas punya raket pribadi..Tapi raketku dan abangku merupakan raket klasik yang lain daripada yang lain. Kalo temen2 dulu punya raket yang terbuat dari besi, tetapi kami memiliki raket klasik yang terbuat dari kayu..
Mungkin raket kayu ini, ada di era rudy hartono dan atlit seangkatannya kali ya…
Kami, anak2 muda tahun 90′an dulu berada di era ; alan budi kusuma, arbi Wiranata, susi susanti , haryanto arbi,joko supriyanto dan diana lomban serta mia audina…hehe masih ingat…
Nah uniknya, kami memiliki idola masing-masing ketika bertanding, baik single maupun level ganda.Sebelum pertandingan dimulai, tiap anak pasti menyebutkan ia "pada pertandingan" adalah haryanto arbi dengan smesh petirnya,arbi dengan gaya yang coolnya atau joko supriyanto.
Jadi kalo lagi tanding, gayanya juga ikut-ikutan sang idola..kalo bayangin lucuu…
Eh iya, kalo di ganda putra dulu, lagi ngetop-ngetopnya rexi mainaky dan ricky subagya.
Beberapa bulan menggunakan raket kayu, melihat trend yang udah berubah, saya dan abang pun dibelikan raket bermerek..hehe lumayan..paling gak, dulu..saya dan abang serta 2 teman lainnya termasuk 4 Besar yang lebih baik, dibandingkan dengan teman2 lainnya..2 temanku itu ( kakak beradik juga ), memiliki nama kecil "si ampon" dan "si adi"..ampon kakak dari adi.
Ya namanya T.Hadi Kamal ( alm. ), temanku yang sangat baik dan penyabar, yang ALLAH telah memanggil beliau ketika tragedi tsunami beberapa tahun lalu.
Mudah2an ALLAH menempatkannya ke posisi yang senantiasa diridhai sang khalik.amin.
Dengan raket baru, plus latihan rutin di akhir pekan oleh "pelatih terbaik", di samping rumah..membuat kami, alhamdulillah tetap sehat dan bugar di masa kanak2 dulu.
"pelatih terbaik" ???..ya merekalah ayah dan ibuku, mereka ternyata memiliki kemampuan yang luar biasa ketika memegang raket dan di depan net. Dulu ku teringat dengan smesh "bertenaga" dari ayahku dan strategi defensif ala ibuku..luar biasa…
Kenangan badminton dan raket kayu…
Sungguh indah dan unik ketika kembali mengingat masa lalu, ketika dulu kami tergila-gila dengan olahraga badminton..sampai-sampai lapangan squash, yang berlokasi di lantai Basement mess komplek pun digunakan untuk bermain bulutangkis, karena tidak tersedianya lapangan badminton indoor, jadi lapangan squash menjadi alternatif jika angin diluar sedang tidak bersahabat.
Kenangan badminton dan raket kayu…
yah..sekarang era taufik hidayat, Sony, Alvent, Luluk, Simon Santoso dan lain-lain..mungkin mereka dulu memulai karirnya,juga terinspirasi oleh para atlit-atlit legendaris yang mereka idolakan.
Semoga badminton tetap jaya..dan kenangan masa kecil itu sulit dilupakan..terlebih "komplek" itu telah tinggal kenangan, karena ALLAH memiliki kehendak lain..tsunami telah membawanya.
Tapi kuyakin, dibalik semua kejadian, pasti ada hikmah.
– Next klasik [ Football Freaks.. ]
wallahua’lam
K