Terhitung sudah 6 hari ku berada di Banda Aceh, kampung halaman, hari ini adalah salah satu hari yang penuh makna.
Sebelum ku menulis tentang makna hari ini, ku kan mem “break-down” 6 hari di Banda dari permulaan.
12 Oktober 2007 :
- Ku tiba di Bandara SIM ( Sultan Iskandar Muda ), sekitar pukul 11.20, dengan delay dan pergantian pesawat di bandara Sukarno-Hatta..alhamdulillah sampai dengan selamat.
- Setiba di rumah, perasaan senang & haru dengan tekad untuk memaknai kepulangan periode ke-4 ini, agar bermanfaat tidak hanya bagi diri, tetapi untuk orang tua..karena masa bakti yang hanya beberapa hari di banda aceh. Re-Sosialisasi dan silaturahim langsung dimulai sekitar pukul 15.00, menuju desa tercinta, Limpok dan rumah nenek yang sangat asri ( Red. Jika dibandingkan dengan JAKARTA ), seluruh keluarga besar yang telah setahun kutinggalkan, akhirnya dengan izin ALLAH bisa bertemu. Setelah itu menuju rumah imam menasah ( musholla ) untuk bersilaturahim, plus menuju meunasah ( musholla ) penuh kenangan. Di meunasah desa Limpok inilah aku menghabiskan sebagian besar ibadah shalat wajib secara berjama’ah, ketika masih muda dulu & sedang keren2nya di masa SMU…ada ”chemistry” tersendiri jika memasuki lagi meunasah ini, terkadang hati bergetar, dengan sajadah dan lingkungan meunasah yang masih seperti 6 tahun lalu, ketika kumulai shalat disini…mmh indah, dan dari sini pula kumulai rutin tuk mengumandangkan azan.subhanallah.
- Shalat ashar di meunasah, bertemu dengan kawan lama, bang andri..ya ada kenangan lain yang sulit dilupakan, ” bang yani ”, kini ia sudah bertemu dengan sang khalik, ”bang yani” merupakan salah satu tokoh muda kampung yang pergaulannya sudah menyebar dan berjamur di selurunh kampung, dalam bahasa acehnya ” so han turi ngon si yani ( siapa yang gak kenal dengan si yani )???”, ya…tua..muda..laki..perempuan..tengku..abu..semua kenal dengan beliau, kesantunan dan ”senyuman yang sangat lebar” ketika bertemu dengan kerabat, cepat bergaul, penyayang keluarga dan santun..sulit mencari orang seperti beliau..biasanya ketika ku pulang dari jakarta, malam harinya pasti beliau langsung ke rumah, tuk sekedar silaturahim..indahnya ukhuwah yang sulit dilupakan..kini ALLAH sudah memanggil beliau lebih awal, di usia yang sangat muda dengan ”khusnul khatimah”..amin.
13, 14, 15, 16, 17 Oktober 2007, adalah hari – hari pra dan pasca lebaran yang kental dengan kultural,
pesan lontong / ketupat, siapkan uang 1000an dan lain-lain…ya di desaku, hari pertama lebaran, pasti ramai kunjungan dari anak2 desa dengan sepeda2 dan baju barunya. Dan pastinya, ”salam tempel” Rp.3000/anak adalah penutup silaturahim..hehe..
Tak terasa hari pertama lebaran, tamu berdatangan hingga pukul 16.30 , dengan lelah yang diselimuti kesenangan, menyiapkan air minum, membuka toples, menyiapkan kue bolu, dll…sungguh kultural yang baik dan intinya adalah ”silaturahim dan ukhuwah”.
18 Oktober, ya hari ini..pukul 14.00 kami mendapat kabar bahwa nek abu (kakek) sakit…semuanya heran karena beberapa jam sebelumnya nek abu(kakek) masih sangat sehat…kami langsung menuju RSUZA ( Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin ), untuk memerikasakan beliau..dan ”follow up” –nya adalah harus segera dioperasi, tepat pukul 21.00 kakekku naik meja operasi dan Alhamdulillah pada pukul 00.15 operasi selesai..
makna yang kudapat hari ini adalah, dalam suasana tegang, sedih dan haru serta bimbang ketika menunggu kabar dan tindak lanjut penyakit kakekku adalah ”manusia kebanyakan mulai eksis dan concern dalam mengingat sang khalik ketika dalam kesulitan”…ya terkadang kita sebagai hamba sangat jarang bersyukur kepada ALLAH di masa kita senang, cukup dan bahagia…
ada pengibaratan sederhana, seorang anak kecil yang senantiasa ibunya menyayangi dan mendidiknya, tanpa sadar si anak, sangat jarang berterima kasih kepada ibunya, karena dengan sabar dan tekun si ibu mendidiknya, tetapi ketika ia terkena demam tinggi, pastinya ia manja dan ”merengek” ke ibunya, karena dengan kehangatan kasih sayang ibunya ia merasa lebih baik…yah..coba direnungkan…
sudah pukul 02.08…ngantuk…mudah2an kakekku bisa cepat sembuh..terima kasih juga buat kawan2 di aceh, khususnya komunitas kelas 2-5 SMU 1, yang ukhuwah kita masih tetap terjaga.
Just share to anothers
Wallahua’lam
K