Kita, manusia telah diciptakan dari beribu-ribu tahun yang lalu, keragaman dan fenomena terus berlanjut. Beberapa hari menggunakan angkutan umum, kopaja..banyak hikmah yang bisa diambil.

Salah satunya keragaman "tingkat kepuasan manusia" terhadap harta/uang yang ia dapatkan setiap harinya :

1. Pak ogah ; yang sering disebut juga bang "cepek" setiap mereka melewatkan satu mobil untuk memutar arah di simpang pasar pagi mangga dua ataupun belokan sebelum daerah pesing cengkareng, @ mobil hanya memberikan Rp.100 - Rp.500. Mereka tidak mengeluh atau bahkan memberontak untuk meminta lebih, karena mereka sadar bahwa level uang yang mereka dapatkan untuk satu mobil…ya segitu…belum lagi kalo di persimpangan rawamangun atau ITC Cempaka Mas, disana malah ada tempat pak ogah, yang harus shift2an untuk bekerja, jadi BERAPA UANG YANG BISA MEREKA DAPATKAN PEr HARINYA untuk MEMBIAYAI HIDUP KELUARGANYA di RUMAH atau di KAMPUNG..pernah gak sih kita berpikir dan bergetar hati ini, untuk bersyukur kepada ALLAH yang memberikan kita kecukupan?

2. Abang2 supir angkot ; Di salah satu bilangan pasar cengkareng, disitu tempat mangkal angkot2 C11 arah kosambi, puluhan angkot ngetem dan antri untuk mendapatkan jatah "narik", itu bisa menghabiskan waktu berjam2 untuk menunggu..bgmn kesabaran mereka untuk kejar setoran??, tetapi di sela2 mereka menunggu untuk dapat jatah "narik", ada yang tidur, main catur dan judi kecil2an..pernah gak sih kita sadar bahwa kita telah diberikan kesempatan oleh ALLAH , waktu yang bermanfaat untuk melakukan segalanya dengan efektif…ketika jatah "narik" mereka dapatkan, dengan semangat mereka menginjak pedal gas dan melaju..dari pukul 08.00-18.00, tau gak rata2 setoran yang mereka dapatkan??, hanya Rp.60.000/hari, terkadang ada yang dari duit segitu, belum ngisi bensin…pernah gak sih kita berpikir dan bergetar hati ini, untuk bersyukur kepada ALLAH yang memberikan kita kecukupan?

3. Tukang Ojek ; Kesedihan dan air mata terkadang sampai di kelopak mata, tapi air mata itu tak sanggup keluar…tukang ojek dari jembatan gantung - jembatan baru arah cengkareng ada ratusan..setiap ada penumpang turun dari bis, pasti mereka ada untuk menawarkan jasa, tetapi juga ada angkot yang ngetem dan ongkos lbh terjangkau..lagi2 tukang ojek gak dapat "sewa", itu tidak terjadi hanya sekali dalam sehari, mungkin beratus2 kali mereka menawarkan jasa..tapi KANDAS.."bang ayo bang..ojek…" ; "wah gak bang"…kalau kita melewati barisan tukang2 ojek dan menatap wajah mereka pada pukul 21.00, letih bercampur peluh dan kantuk, tetapi mereka terus saja menawarkan jasa…kandas dan kandas… pernah gak sih kita berpikir dan bergetar hati ini, untuk bersyukur kepada ALLAH yang memberikan kita kecukupan?

4. Mungkin kita tidak berada pada kategori2 diatas, yang mungkin memiliki penghasilan yang cukup, akhir bulan merasa senang, karena slip gaji sudah ditangan, atau yang merantau, di awal bulan dapat tambahan dari orang tua. Tingkat kepuasan dari sisi harta pun terpenuhi…mungkin sekarang saatnya kita berpikir lebih dalam, tentang nikmat ALLAH dan paling tidak kita bisa membantu untuk mengirimkan doa bagi pak ogah, supir angkot dan tukang ojek, agar mereka sabar & tabah untuk melewati tantangan hidup yang begitu berat.

pernah gak sih kita berpikir dan bergetar hati ini, untuk bersyukur kepada ALLAH yang memberikan kita kecukupan?

Wallahua’alam

K