Sebuah email dari “rekan sekaligus penasehat internal K Corporation”, sangat menarik..
mudah2an beliau tidak keberatan, kalau email dari beliau dimuat di blog ini :
Salam silaturahim ya akh.
Dear My lovely Brotehrs & sisters
Untuk direnungkan bersama……
Di 1/3 malam itu, kami asyik mengobrol…bukan obrolan sembarang pepesan kosong belaka. tapi, diskusi panjang yang syarat makna. Dari obrolan dengan ikhwah tersebut, tibalah obrolan kami ke
arah sebuah frase bernama JIL, mungkin agak aneh qt membicarakan sebuah frase yang notabene tidak asing lagi di telinga seluruh aktivis Dakwah ….tapi yang ini memiliki arti yang beda bgt. JIL yg dimaksud adalah ” Jaringan Ikhwah Liberal ”
yah, mungkin agak aneh juga sih kalo seorang aktivis mengungkit2 frase yg satu ini, tapi kalo dipikir2 lebih lanjut bisa ada
benarnya juga, meski nggak secara keseluruhannya.
contohnya, kata beliau, karakteristik yang menonjol dari jamaah ini adalah:
1. sudah meninggalkan ghadhdhul bashar karena katanya kurang membaur, terkesan supaya menghilangkan “eksklusivisme”
2. ngakunya nggak pacaran tapi punya gebetan,
3. snobbies,
4. lebih lancar kalo muroja’ah lagunya paris hilton, judika iksan, delon dan konco2nya yg tergabung dlm indonesian “idiot” , agnes monica, terry, nidji, linkin park, good charlotte, sampai samson n dewo nineteen ketimbang muraja’ah Al-Qur’an, yaumiyahnya amburadul acakadut badut,seperti badut di ancol….,
5. manajemen ‘afwan’ yang keterlaluan,
6. males mbina,apalagi mengkader…bahkan keder ketika diajak kepanitiaan sanlat , SWISS dan sejenisnya,
7. kapok dateng syuro karena pendapatnya tidak diakomodir,
8. kebanyakan komen daripada eksyen,
9. demen banget nonton ndeso wal katro atau siaran langsung bola tengah pagi ketimbang mengkaji islam (bukan berarti nggak bolah sama sekali, tapi setidaknya ada keadilan lah),
10. dikotomi dakwah dengan politik, “Ane mau liqo tapi nggak mau terikat dengan tanzhim/ masalah partai (seolah2 dakwah adalah miliknya), dll (na’udzubillah).
Dan obrolan yang berakhir menjelang tengah malam itu, tertariklah satu simpul yang sama2 kami sepakati bahwa,
“Memang perjalanan kita masih panjang dan tugas kita masih banyak”.
“…maka kelak Allah akan mendatangkan satu kaum yang dicintai dan mencintai Allah, yang bersikap lemah lembut terhadap orang2 mukmin, bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Yang berjihad di jalanNya dan tidak takut terhadap celaan dan yang suka
mencela…(QS. Al-Maidah : 54)”
“Jika Allah menghendaki, Niscaya Dia akan membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru ( untuk menggantikan
kamu). Yang demikian itu tidak sulit bagi Allah” (QS. Al-Fatir : 16-17…)
Wallahu Alam Bi showab
ana uhibbukum fillah ya akhii wa ukhti,
semoga alloh senantiasa menjadikan qt sebagai hamba2 yang berpegang teguh terhadap Qur’an Dan sunnah hingga alloh mengangkat qt sebagai generasi Rabbani….
untukmu jiwa-jiwa Rabbani….
wassalam
from ternate with love & ukhuwah